Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium, Fokus Nuklir untuk Energi dan Medis

Sarah Jackson - narakabar.com 3 mins read 1 views

Jakarta, Jumat (7/8/2026) — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini memusatkan pengembangan

Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium, Fokus Nuklir untuk Energi dan Medis

BRIN Ungkap Cadangan Uranium dan Thorium Besar, Riset Nuklir Ditarik ke Energi dan Kesehatan

Narakabar.com – Jakarta, Jumat (7/8/2026) — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini memusatkan pengembangan riset nuklir pada tiga sektor utama, yakni energi, kesehatan, serta pertahanan atau alutsista.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, para peneliti BRIN mengemukakan data potensi sumber daya mineral nuklir Indonesia. Cadangan uranium tercatat mencapai 89.000 ton, sementara thorium mencapai 143.000 ton. Selain itu, tim peneliti juga telah berhasil melakukan pemurnian uranium hingga tingkat 60 persen.

Pameran Inovasi di Istana Kepresidenan

Sebelumnya, pada Kamis (6/8), BRIN menggelar pameran hasil riset dan inovasi nuklir di Istana Kepresidenan RI. Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo menerima paparan langsung dari para peneliti mengenai kesiapan teknologi Indonesia untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Prasetyo Hadi, yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Presiden, menjelaskan bahwa arahan pengembangan riset nuklir dari BRIN serta lembaga pemerintah terkait diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi dan kesehatan nasional.

“Kalau berkenaan dengan masalah nuklir, lebih fokus ke penelitian untuk kepentingan energi dan kesehatan. Misalnya, mungkinkah pembangkit listrik tenaga nuklir dibangun di Indonesia atau peralatan alutsista berbahan nuklir, serta untuk kepentingan kesehatan, terutama medis,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Konsolidasi Riset Nasional

Setelah meninjau berbagai hasil inovasi dari para ilmuwan BRIN, Presiden Prabowo memberikan taklimat kepada 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional yang hadir di Istana Kepresidenan RI.

Menurut Prasetyo, pertemuan antara Presiden dengan para ilmuwan tersebut merupakan momen krusial untuk memperkuat konsolidasi sumber daya riset di tingkat nasional. Ia menambahkan bahwa sejak awal masa jabatannya, Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah dan lembaga yang memiliki kapasitas riset untuk menyatukan dan mengonsolidasikan sumber daya guna menghasilkan temuan yang memberikan dampak nyata.

“Tujuannya hanya satu, yaitu mengonsolidasikan dan menajamkan riset kita dengan tujuan untuk menghasilkan riset-riset yang langsung berdampak dan bisa menyelesaikan problem-problem yang dihadapi bangsa kita,” kata Prasetyo sebagaimana dilansir Antara.

Luasnya Cakupan Riset BRIN

Selain bidang nuklir, BRIN juga memamerkan hasil riset di berbagai sektor lain. Di antaranya meliputi kedirgantaraan dan keantariksaan, ketahanan air, energi dan mineral, lingkungan serta pengelolaan sampah, dan perumahan serta kebencanaan.

Riset lainnya mencakup kesehatan, transportasi, makan bergizi gratis (MBG), pangan dan pertanian, pendidikan, perikanan, pertahanan dan keamanan, serta pelestarian warisan budaya.

Sementara itu, terkait isu politik, Istana Bantah Rumor Surpres Ganti Kapolri: Sampai Hari Ini Belum Ada.

Frequently Asked Questions

What is Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium?

Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium matter?

Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi