Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Latest Program: Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat

Christopher Williams - narakabar.com 4 mins read 7 views

Risky Tinggalkan Jual Ikan, Ikuti Latest Program di Sekolah Rakyat Medan Latest Program di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Medan menjadi kabar gembira

Latest Program: Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat

Risky Tinggalkan Jual Ikan, Ikuti Latest Program di Sekolah Rakyat Medan

Latest Program di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Medan menjadi kabar gembira bagi Muhammad Risky Pratama (12). Setahun sebelumnya, Risky rutin mengayuh sepeda hampir 20 kilometer untuk menjual ikan segar hasil tangkapan laut di Bagan Deli, Kota Medan. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi kini ia memutuskan mengubah kehidupan dengan memasuki SRMP 2. Program ini, yang diluncurkan sebagai inisiatif Presiden Prabowo Subianto, memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat kurang mampu.

Harapan Baru Dari Rutinitas Berubah

Dengan bergabung di SRMP 2, Risky tidak hanya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan, tetapi juga menemukan semangat baru untuk mengembangkan ambisi masa depan. Jualan ikan tetap menjadi bagian dari rutinitasnya, tetapi sekarang ia bisa mengandalkan sekolah sebagai jalan untuk membangun kehidupan yang lebih baik. “Penghasilannya kadang Rp30 ribu, paling tinggi Rp90 ribu. Kalau semua ikannya habis, itu biasa saja,” kata Risky saat menceritakan pengalaman hidupnya di Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/6/2026).

“Kini, ia lebih suka pergi ke musala atau masjid setelah pulang sekolah,” ujar Masitah (55), nenek Risky, yang merasa lega atas kehadiran Sekolah Rakyat. “Dulu kalau pulang, dia sering keluyuran, tetapi sekarang lebih disiplin dan fokus.”

Perubahan ini bukan hanya terjadi pada Risky, tetapi juga pada seluruh anggota keluarga. Masitah mengungkapkan bahwa keberadaan SRMP memberikan pengaruh positif pada sikap Risky. “Perhatiannya sekarang berbeda, ia lebih percaya diri dan aktif dalam berbagai kegiatan,” tambahnya. Kini, Risky tidak hanya belajar, tetapi juga membangun kebiasaan baik seperti menjaga kebersihan dan rutinitas ibadah.

Keluarga Berjuang Menghadapi Kehidupan Sederhana

Keluarga Risky berasal dari latar belakang sederhana. Sejak kelas 4 SD, anak tertua dari empat bersaudara ini dirawat oleh kakeknya, Salamuddin (63), dan neneknya, Masitah (55). Ibu Risky bekerja di luar daerah, sementara ayahnya tinggal cukup jauh dan jarang bertemu dengan cucunya. Kakek Risky, Salamuddin, mencari kerang di laut untuk menghidupi keluarga, dengan penghasilan antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari, tergantung kondisi cuaca.

Beban keluarga mencapai 13 orang, membuat biaya pendidikan Risky menjadi tantangan besar. Namun, kehadiran Latest Program di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) memberikan solusi. “Saya menangis, tetapi dengan sukacita,” ujar Masitah, yang merasa bersyukur karena Risky kini bisa bersekolah tanpa mengorbankan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, program ini juga membantu mengurangi tekanan finansial pada keluarga Risky.

Program Sekolah Rakyat Jadi Jalan Pendidikan Masa Depan

Latest Program di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) tidak hanya berdampak pada Risky, tetapi juga menjadi harapan bagi banyak masyarakat kurang mampu di Medan. Program ini memberikan akses pendidikan yang lebih terjangkau, terutama bagi anak-anak yang harus berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Salamuddin, kakek Risky, menyatakan bahwa putranya aktif dan bersemangat mengikuti sekolah meski masih membantu berjualan ikan.

“Penghasilan jualan memang cukup, tetapi kita tetap ingin dia terus sekolah. Ini agar dia menjadi orang yang terdidik dan berkualitas,” ujar Salamuddin, yang menyebut program ini menjadi jalan untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga. Dengan adanya SRMP, ia berharap Risky bisa mengejar impian yang lebih besar, seperti menjadi pelaut atau pekerjaan yang lebih stabil.

Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) juga berupaya memastikan setiap siswa mendapatkan lingkungan belajar yang optimal. Program ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan dan memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berada di lapisan bawah. Dengan 93 unit SRMP permanen yang rampung Juni 2026, kini ada lebih banyak anak seperti Risky yang bisa bersekolah tanpa harus meninggalkan rutinitas keluarga.

Masa Depan Risky: Mimpi Menjadi Pelaut Terampil

Menurut Risky, impian utamanya adalah menjadi pelaut terampil yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih baik. “Saya ingin bisa mengelola usaha jualan ikan lebih profesional,” katanya. Dengan pendidikan di SRMP, ia berharap bisa menguasai teknik berenang dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan penghasilan dari usaha jualan.

Program Latest Program di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) juga memberikan kesempatan untuk belajar keterampilan tambahan. Selain mata pelajaran utama, siswa bisa mengikuti pelatihan tentang manajemen usaha, pengelolaan waktu, dan kewirausahaan. Hal ini memperkaya pengalaman Risky, yang sebelumnya hanya berjualan ikan secara tradisional.

“Saya pikir, program ini akan membantu saya mengejar mimpi jadi pelaut yang mandiri,” ujar Risky, yang kini lebih percaya diri dalam berbicara dan berpikir. Ia berharap kelak bisa membawa keluarga ke arah yang lebih baik, sambil tetap menjaga kebiasaan berjualan sebagai penghasilan tambahan.

Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) menjadi pusat perubahan yang signifikan bagi Risky. Dari seorang anak yang harus bekerja sejak kecil, kini ia memiliki harapan untuk mengejar pendidikan hingga tingkat yang lebih tinggi. “Saya ingin bisa mengejar pelatihan pelaut dan memperbaiki usaha keluarga,” kata Risky, yang menilai program ini sebagai kesempatan emas untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Gabung diskusi