Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Meeting Results: Kecewa Disebut ‘Biang Kerok’ kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

David Moore - narakabar.com 3 mins read 5 views

Meeting Results: Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Nasional Meeting Results - Hasil Rapat – Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Syawaluddin

Meeting Results: Kecewa Disebut ‘Biang Kerok’ kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

Meeting Results: Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Nasional

Meeting Results – Hasil Rapat – Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Syawaluddin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem kemitraan yang dinilai tidak adil dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyoroti bagaimana mitra selalu disalahkan sebagai biang kerok ketika terjadi kasus keracunan makanan, meski sebenarnya mereka hanya menjalankan prosedur sesuai standar operasional yang ditetapkan.

Protes dalam Pertemuan dengan Komisi IX DPR

Protes Syawaluddin disampaikan dalam sebuah pertemuan resmi dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (14/7/2026). Dalam sesi tersebut, ia mengkritik cara penanganan masalah teknis oleh pihak yang berwenang, dengan menekankan bahwa mitra bukan sekadar pelaksana, tetapi bagian penting dari keberhasilan program nasional.

“Dalam pelaksanaan MBG, mitra bertugas menyediakan fasilitas dan infrastruktur di lapangan, tetapi saat ada kesalahan, mereka selalu menjadi korban. Jadi, kami kecewa karena sering disebut sebagai biang kerok, padahal kami hanya menjalankan tugas sesuai kebijakan yang telah ditentukan,” tutur Syawaluddin.

Mitra BGN: Kemitraan yang Tidak Seimbang

Menurut Syawaluddin, BGN berperan sebagai pihak utama dalam merancang dan mengawasi program MBG, sementara mitra hanya berfungsi sebagai pelaksana. Namun, ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam proses penyaluran bantuan makanan. “Kami merasa tidak adil karena setiap kesalahan teknis selalu dikaitkan dengan kami, meskipun BGN juga memiliki tanggung jawab yang sama,” jelasnya.

“Kalau ada kasus keracunan, operasi dapur langsung dihentikan, padahal itu bukan kesalahan kami. Kami hanya menjalankan prosedur yang sudah diberikan, dan jika ada kekurangan, harus dicari sumbernya secara objektif,” tegas Syawaluddin.

Keputusan untuk mengancam menggembok dapur nasional menjadi tindakan tegas dari Syawaluddin. Ia menegaskan bahwa mitra BGN tidak ingin diperlakukan seperti penyalahgunaan kekuasaan, terutama jika kesetaraan posisi tidak diperhatikan. “Kami akan berhenti beroperasi di seluruh Indonesia jika tuntutan kesetaraan tidak dipenuhi,” ujarnya dengan nada tegas.

Kebijakan MBG dan Peran Mitra

Program MBG yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat memang membutuhkan kolaborasi antara BGN dan mitra di berbagai daerah. Namun, menurut Syawaluddin, kesalahan dalam distribusi dan pengawasan sering kali dianggap sebagai kesalahan mitra, meski BGN juga memiliki peran kritis dalam memastikan keberhasilan program tersebut.

“Mitra bukan sekadar eksekutor, tapi bagian dari strategi nasional. Jadi, mereka harus diperlakukan secara adil, baik dalam pengambilan keputusan maupun penyaluran bantuan,” tambahnya.

Dalam meeting results ini, Syawaluddin juga menyoroti kelemahan komunikasi antara pihak pemerintah dan mitra. Ia menegaskan bahwa perlu adanya koordinasi yang lebih baik agar masalah teknis tidak terus-menerus menjadi alasan untuk menyalahkan mitra. “Kami ingin transparansi dalam setiap keputusan yang diambil, terutama terkait program yang sangat penting bagi masyarakat,” ujarnya.

Respon dari Pihak BGN dan Presiden

Sebagai tanggapan, BGN menyatakan bahwa mereka akan memperbaiki proses pengawasan dan memastikan bahwa mitra tidak menjadi korban kesalahan teknis. Namun, Syawaluddin menyoroti bahwa BGN juga perlu memperbaiki komunikasi dengan mitra dan memastikan bahwa semua pihak memiliki kesetaraan dalam peran dan tanggung jawab.

“Kami menyadari bahwa ada kesalahan dalam distribusi, tetapi itu bukan berarti mitra harus menjadi biang kerok. Kami akan bersama-sama mencari solusi untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” tutur salah satu perwakilan BGN.

Syawaluddin juga mengkritik stigma negatif yang tercipta di tingkat Presiden karena laporan yang tidak akurat. Ia menilai bahwa kesalahan informasi berdampak besar pada reputasi mitra, yang justru menjadi korban dari kebijakan yang terkesan satu arah. “Presiden menyebut mitra sebagai ‘maling’ tanpa ada bukti, yang justru merusak hubungan yang sudah baik,” keluhnya.

Upaya untuk Menjaga Konsistensi Program

Meeting results ini menunjukkan keinginan Syawaluddin dan mitra BGN untuk menjaga konsistensi program MBG di seluruh Indonesia. Ia berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang lebih adil, sehingga masalah teknis tidak menjadi alasan untuk menghentikan operasional dapur secara nasional.

“Jika pemerintah tidak memperhatikan keadilan dalam kemitraan, kami siap menggembok dapur nasional. Itu adalah tindakan terakhir kami untuk memastikan bahwa program ini tetap berjalan sejajar dan transparan,” pungkas Syawaluddin.

Gabung diskusi