Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Emily Moore - narakabar.com 3 mins read

Di hadapan ribuan kader yang berkumpul dalam agenda Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (23/8/2026), Ketua Umum DPP PDIP Megawati

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Peringatkan Kader PDIP: Uang dan Kekuasaan Bukan Tujuan Politik

Narakabar.com – Di hadapan ribuan kader yang berkumpul dalam agenda Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (23/8/2026), Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan tegas: pragmatisme politik yang menempatkan uang serta kekuasaan sebagai orientasi utama harus ditinggalkan.

Megawati menegaskan bahwa kekuatan sejati partai berlogo banteng terletak pada fondasi ideologis dan kedekatan yang autentik dengan rakyat. Ia memerintahkan seluruh jajaran partai di Jawa Timur untuk memperkuat akar rumput dan menjadikan semangat penggemblengan Bung Karno sebagai sumber energi perjuangan.

“Perkuatlah akar rumput. Jadikan spirit penggemblengan Bung Karno sebagai sumber energi, khususnya di Jawa Timur.”

Surabaya sebagai “Dapurnya Nasionalisme”

Untuk meneguhkan kembali identitas ideologis partai, Megawati menyinggung secara mendalam peran Surabaya dan Jawa Timur dalam sejarah pergerakan bangsa. Bagi Megawati, kota pahlawan itu bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang di mana Presiden Pertama Republik Indonesia menempa diri menjadi patriot yang tangguh.

“Dalam perspektif ideologis dan historis, Jawa Timur sangat penting. Karena Bung Karno lahir, dibesarkan, dan menggembleng diri di Jawa Timur ini. Surabaya, Mojokerto, dan Blitar penuh dengan rekam jejak sejarah perjuangan Bung Karno. Beliau sendiri menyebutkan Surabaya merupakan ‘Dapurnya Nasionalisme’.”

Megawati merinci bagaimana seorang pemuda berusia 16 tahun menamatkan pendidikan di HBS, lalu berguru kepada HOS Tjokroaminoto di ruangan sempit dengan fasilitas yang sangat terbatas. Dari keterbatasan itulah, Bung Karno muda mulai berimajinasi dan berjuang demi Indonesia Merdeka.

“Surabaya dengan demikian menjadi tempat di mana Bung Karno menggembleng diri menjadi patriot yang tangguh. Dari usia yang begitu muda, 16 tahun, beliau telah berimajinasi dan kemudian berjuang untuk Indonesia Merdeka.”

Pelajaran bagi Generasi Muda

Megawati mengajak anak-anak muda mengambil teladan dari ketangguhan visi Bung Karno. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 1916, Surabaya telah menjadi simpul kapitalisme global, namun seorang pemuda miskin berhasil membuktikan bahwa kekuatan kolonial terbesar di dunia—Hindia Belanda—dapat dikalahkan melalui kemerdekaan Indonesia.

“Surabaya pada tahun 1916 sudah menjadi pusat kapitalisme global. Namun Bung Karno bisa membuktikan bahwa kekuatan kolonialisme terbesar di dunia, yakni Hindia Belanda, bisa dikalahkan melalui kemerdekaan Indonesia. Jadikan ini sebagai pembelajaran bagi anak-anak muda untuk berani bermimpi. Bung Karno berjuang dari sosok pemuda miskin, namun punya cita-cita besar dan berjuang bagi cita-citanya.”

Mengembalikan Jawa Timur sebagai “Kandang Banteng”

Sebagai penutup pengarahan, Megawati mengingatkan pentingnya membangun ikatan emosional antara kader dan rakyat. Ia merujuk pada sejarah militansi kader Jawa Timur yang telah teruji bahkan di bawah tekanan Orde Baru, ketika Pandegiling dan Sukolilo menjadi saksi ketangguhan arek-arek Banteng.

“Ingat, ketika menghadapi tekanan Orde Baru pun, Jawa Timur hadir sebagai kekuatan pendobrak. Pandegiling dan Sukolilo menjadi bukti militansi arek-arek Banteng Jawa Timur.”

Dengan merujuk kembali ungkapan Bung Karno tentang Surabaya sebagai “Dapurnya Nasionalisme”, Megawati menegaskan bahwa wilayah itu harus kembali menjadi ruang penggodokan pejuang dan patriot bangsa yang tangguh dalam menghadapi tantangan politik masa kini.

Frequently Asked Questions

What is Megawati Sentil Pragmatisme Politik?

Megawati Sentil Pragmatisme Politik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Megawati Sentil Pragmatisme Politik matter?

Megawati Sentil Pragmatisme Politik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi