Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

New Policy: Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Christopher Williams - narakabar.com 3 mins read 4 views

olah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027 New Policy - Bupati Mojokerto mengumumkan kebijakan baru yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan

New Policy: Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

New Policy: Mojokerto Kirim 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

New Policy – Bupati Mojokerto mengumumkan kebijakan baru yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa dari latar belakang ekonomi lemah. Dalam program ini, sebanyak 30 siswa Sekolah Rakyat Mojokerto akan diberangkatkan ke Kota Kediri untuk melanjutkan pendidikan di jenjang kelas VII SMP. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya transformasi pendidikan yang diinisiasi pemerintah daerah sebagai langkah konkret dalam mengimplementasikan New Policy untuk meningkatkan akses pendidikan. Program ini tidak hanya mencakup transfer siswa, tetapi juga dilengkapi dengan dukungan logistik dan fasilitas pendampingan yang memadai.

Proses Pelepasan dan Motivasi Siswa

Pelepasan siswa Sekolah Rakyat Mojokerto berlangsung khidmat di Pendopo Graha Maja Tama, Senin (13/7/2026) pagi. Kehadiran para siswa, keluarga pendamping, dan pejabat terkait menambahkan suasana yang penuh semangat. Bupati Mojokerto, Gus Barra, secara resmi melepas rombongan siswa dengan pesan penuh semangat yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar mereka. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan dalam rangka memastikan setiap siswa memiliki peluang meraih pendidikan berkualitas tanpa hambatan ekonomi.

“Selamat menempuh perjalanan, selamat belajar, jaga kesehatan, jaga nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Mojokerto. Raihlah prestasi setinggi-tingginya sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari New Policy, program ini tidak hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi juga melibatkan komunitas lokal dalam memastikan keberhasilan transisi siswa. Para siswa yang diberangkatkan diimbangi dengan program pengawasan dari pihak sekolah dan tim pendampingan, sehingga mereka tetap bisa fokus pada pembelajaran di lingkungan baru.

Implementasi Pilot Project Sebelumnya

Sebelum diluncurkan secara luas, New Policy ini telah diuji coba melalui Pilot Project Sekolah Rakyat Rintisan 1A di SMP Negeri 15 Ngadek. Program ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan pengalaman yang dapat dijadikan dasar dalam menyelesaikan kebijakan yang lebih luas. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, menjelaskan bahwa kuota 30 siswa yang dikirim ke Kediri ditentukan berdasarkan rekomendasi Kementerian Sosial.

“Sesuai surat dari Kementerian Sosial, kami mendapat kuota 30 peserta didik untuk jenjang SMP kelas VII. Kuota ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap New Policy yang bertujuan menyamakan kesempatan pendidikan,” tegas Try Raharjo.

Hasil dari Pilot Project tersebut menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa, peningkatan partisipasi orang tua, serta efisiensi dalam pengelolaan program. Berdasarkan evaluasi, kebijakan ini dianggap layak untuk diimplementasikan secara menyeluruh, terutama untuk memperluas akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dukungan Transportasi dan Logistik untuk Program Prioritas

Sebagai bagian dari New Policy, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyediakan layanan transportasi gratis kepada siswa yang diberangkatkan. Dinas Perhubungan menyiapkan bus khusus yang mengantar siswa beserta satu anggota keluarga pendamping, sehingga proses keberangkatan berjalan aman dan nyaman. Layanan ini menjadi salah satu kebijakan pendampingan yang mendukung keberhasilan New Policy dalam memastikan keterjangkauan pendidikan.

Transportasi gratis ini tidak hanya menjadi simbol kebijakan inklusif, tetapi juga memastikan bahwa siswa tidak mengalami hambatan dalam memulai perjalanan pendidikan di Kota Kediri. Selain itu, logistik seperti perlengkapan sekolah dan bantuan biaya tambahan juga disiapkan untuk mendukung pengalaman belajar yang optimal. “Program ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait,” tambah Kepala Dinas Perhubungan.

Proses Seleksi dan Persiapan Siswa

Sebanyak 30 siswa yang diberangkatkan ke Kediri telah melewati seleksi ketat melalui aplikasi Setara yang terintegrasi dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Proses ini memastikan bahwa hanya siswa yang memenuhi kriteria tertentu—seperti tingkat kesejahteraan ekonomi dan potensi akademik—yang diangkat ke program New Policy. Seleksi dilakukan secara transparan untuk meminimalkan risiko kesenjangan dalam pemberian akses pendidikan.

“Penggunaan data Setara dan BPS memungkinkan kami mengidentifikasi siswa yang benar-benar membutuhkan bantuan. New Policy ini diharapkan menjadi jembatan bagi mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Try Raharjo.

Siswa yang terpilih akan diberikan pelatihan khusus sebelum berangkat, termasuk sosialisasi budaya sekolah baru dan kegiatan pemb

Gabung diskusi