Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Prabowo ke Kabinet: Tak Ada Tanggal Merah, yang Tak Sanggup Minggir

Sarah Jackson - narakabar.com 3 mins read

Pesan tegas kembali disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pemerintahannya. Dalam pernyataan yang langsung menjadi sorotan publik, Prabowo ke

Prabowo ke Kabinet: Tak Ada Tanggal Merah, yang Tak Sanggup Minggir

Prabowo ke Kabinet: Tak Ada Tanggal Merah, yang Tak Sanggup Minggir

Narakabar.com – Pesan tegas kembali disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pemerintahannya. Dalam pernyataan yang langsung menjadi sorotan publik, Prabowo ke Kabinet menegaskan bahwa tidak akan ada hari libur nasional yang dapat dijadikan alasan untuk menghentikan roda kerja. Bagi menteri yang merasa tidak mampu mengikuti tempo tersebut, ia mempersilakan mereka mengundurkan diri dari posisi masing-masing tanpa perlu menunggu masa jabatan berakhir.

“Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara,” tegasnya di hadapan para hadirin yang memadati area acara.

Latar Belakang: Peluncuran Proyek PLTS 100 GWp di Bali

Pernyataan itu dilontarkan saat Presiden memimpin langsung acara Launching dan Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 GWp di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Proyek strategis nasional ini menjadi panggung bagi Kepala Negara untuk menegaskan kembali standar kerja yang ia tetapkan bagi seluruh anggota kabinet, sekaligus menandai dimulainya tahap konstruksi salah satu proyek energi terbarukan terbesar di Indonesia.

Dengan target kapasitas yang akan mengubah lanskap ketenagalistrikan nasional dalam satu dekade ke depan, acara groundbreaking tersebut bukan sekadar seremoni. Ia menjadi momentum bagi Presiden untuk mengingatkan bahwa setiap proyek besar menuntut dedikasi tanpa henti dari para pengambil keputusan di tingkat tertinggi pemerintahan.

Doa, Maulid, dan Kewajiban Berkarya

Mengawali pidatonya, Presiden mengajak seluruh hadirin mensyukuri kondisi damai serta kesehatan yang memungkinkan proyek berskala raksasa itu dimulai. Ia kemudian mengaitkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari yang sama dengan tanggung jawab moral untuk terus produktif demi kemajuan bangsa, bukan sekadar merayakan peringatan secara seremonial.

“Baik, tentunya sebagai insan yang bertakwa marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Kuasa, yang memiliki sekalian alam atas segala karunia, kebaikan, berkah yang diberikan kepada kita. Kita masih menikmati perdamaian. Kita masih menikmati nafas dan kesehatan.”

“Kita juga harus berkarya. Kita harus bekerja keras untuk mengejar kemajuan nyata untuk rakyat kita.”

“Risiko Pengabdian” Tanpa Hari Libur

Presiden menjelaskan bahwa etos kerja di lingkup pemerintahan menuntut kesiapan penuh, termasuk pada hari-hari yang secara resmi ditetapkan sebagai libur nasional. Ia menyebut ketiadaan hari libur sebagai konsekuensi langsung dari pilihan untuk mengabdi kepada rakyat, bukan sebagai bentuk penindasan terhadap hak istirahat. Bagi siapa pun yang memilih mundur, ia menegaskan bahwa pengganti akan segera tersedia.

“Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah. Dan itu risiko, risiko pengabdian.”

Dengan demikian, pesan yang disampaikan di Gilimanuk itu menjadi penanda jelas: komitmen terhadap rakyat tidak mengenal jeda, dan kursi kabinet bukan hak istimewa yang dapat dinikmati tanpa konsekuensi. Mereka yang memilih mundur akan segera digantikan oleh pihak lain yang siap mengambil alih tanggung jawab tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pernyataan Prabowo ke Kabinet

Apa yang dimaksud dengan “tak ada tanggal merah” dalam konteks kabinet?

Presiden menegaskan bahwa anggota kabinet tidak diperkenankan menjadikan hari libur nasional sebagai alasan untuk menghentikan pekerjaan yang sedang berjalan. Istilah “risiko pengabdian” merujuk pada konsekuensi dari pilihan untuk mengabdi penuh kepada rakyat tanpa jeda administratif.

Di mana dan kapan pernyataan ini disampaikan?

Pernyataan disampaikan pada acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026, yang sekaligus menandai dimulainya tahap konstruksi proyek energi terbarukan berskala nasional.

Apa respons yang diharapkan dari menteri yang merasa tidak sanggup mengikuti tempo kerja?

Presiden mempersilakan mereka mengundurkan diri secara sukarela, dengan catatan bahwa banyak pihak lain yang siap menggantikan posisi tersebut. Tidak ada kewajiban untuk bertahan jika seseorang merasa tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

Gabung diskusi