Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Emily Moore - narakabar.com 4 mins read

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dirinya pernah diingatkan agar tidak lagi berjoget saat berada di depan publik. Pesan itu muncul dari kritik

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo Tanggapi Kritik soal Joget di Hadapan Publik

Narakabar.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dirinya pernah diingatkan agar tidak lagi berjoget saat berada di depan publik. Pesan itu muncul dari kritik sejumlah pakar yang memandang gestur tersebut kurang sesuai untuk seorang pemimpin negara. Prabowo, bagaimanapun, menilai respons masyarakat terhadap kebiasaannya itu justru positif.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika menghadiri peringatan hari ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Jumat, 18 September 2026. Dalam sambutannya di depan kader PAN serta para tamu undangan, ia membicarakan secara terbuka kritik yang pernah diterimanya.

“Saya sudah dipesen saya tidak boleh joget,” kata Prabowo.

Ia kemudian menguraikan alasan di balik pesan tersebut. Ada pandangan yang menilai pemimpin Indonesia sebaiknya menjaga sikap yang lebih formal ketika tampil dalam agenda publik. Bagi pihak yang mengkritik, kegiatan berjoget dinilai tidak mencerminkan posisi kepala negara maupun kepala pemerintahan.

Prabowo tidak langsung menerima pandangan itu sebagai ukuran tunggal. Ia mempertanyakan apakah masyarakat benar-benar merasa terganggu dengan gaya tersebut. Dalam pandangannya, kebiasaan berjoget tidak dapat dipisahkan dari suasana yang akrab dengan banyak warga Indonesia.

“Jadi pakar-pakar itu mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana rakyat kita suka joget kok,” ujar Prabowo.

Gestur yang Telah Dikenal Sejak Pilpres 2024

Joget menjadi salah satu gestur yang cukup lekat dengan Prabowo sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024. Pada berbagai kesempatan, ia beberapa kali bergerak mengikuti musik setelah berpidato atau saat acara memasuki suasana yang lebih santai. Gestur itu kemudian mudah dikenali publik dan kerap menjadi bagian dari interaksinya dengan peserta kegiatan.

Dalam acara HUT PAN, pembahasan tentang joget memperlihatkan bahwa Prabowo mengetahui adanya perdebatan mengenai penampilan seorang presiden di ruang publik. Ia menempatkan kritik para pakar dan penerimaan masyarakat sebagai dua hal yang berbeda. Baginya, kedekatan dengan warga juga dapat muncul melalui ekspresi yang ringan selama tidak menghilangkan substansi agenda kenegaraan.

Perdebatan semacam ini menunjukkan bahwa tindakan kecil seorang pemimpin dapat memperoleh perhatian luas. Seorang presiden tidak hanya dinilai melalui kebijakan, pidato, atau keputusan politiknya, tetapi juga melalui bahasa tubuh dan cara berinteraksi dalam kegiatan terbuka. Karena itu, satu gestur dapat dimaknai beragam: ada yang melihatnya sebagai bentuk keakraban, sementara pihak lain menilainya dari sisi kepantasan jabatan.

Prabowo sendiri tampak memilih untuk menjelaskan posisinya secara langsung kepada hadirin. Ia tidak menggambarkan joget sebagai persoalan besar, melainkan sebagai kebiasaan yang dinilainya masih dapat diterima oleh masyarakat. Ucapannya juga menegaskan bahwa ia melihat unsur budaya dan kegembiraan publik sebagai bagian dari konteks tersebut.

Gaya Bahasa “Lu-Gue” Juga Disinggung

Sebelum membahas kritik terkait joget, Prabowo lebih dahulu berinteraksi dengan peserta acara mengenai pidato yang sedang ia sampaikan. Dalam suasana dialogis, ia menggunakan gaya bahasa sehari-hari dan kemudian menyinggung adanya anggapan bahwa presiden tidak sepatutnya memakai sapaan “lu” dan “gue”.

“Bener ini? Lu, lu orang belum bosen lu denger gue? Hah? Presiden jangan ngomong lu gue dong,” ucap Prabowo.

Ucapan itu memperlihatkan corak komunikasi Prabowo yang cenderung spontan ketika berbicara di hadapan pendukung dan tamu undangan. Ia membawa kritik terhadap gaya bahasanya ke dalam sambutan dengan nada ringan, sekaligus membangun percakapan langsung dengan audiens.

Penggunaan bahasa informal oleh tokoh publik sering dipahami dalam dua arah. Di satu sisi, bahasa santai dapat membuat pidato terasa lebih dekat dan mudah diikuti. Di sisi lain, jabatan presiden membawa harapan akan penggunaan bahasa yang lebih resmi dalam situasi tertentu. Prabowo mengangkat ketegangan antara dua pandangan itu tanpa menjadikannya pembahasan yang kaku.

Acara peringatan HUT ke-28 PAN tersebut pun menjadi ruang bagi Prabowo untuk menyampaikan pandangannya tentang kritik terhadap gaya personalnya. Ia tidak hanya membahas hal-hal yang berkaitan dengan politik dan pemerintahan, tetapi juga menanggapi perhatian publik terhadap cara ia bergerak dan berbicara.

Pernyataan Prabowo menegaskan bahwa citra pemimpin di ruang publik dibentuk oleh banyak unsur, termasuk kebiasaan sederhana yang tampak di panggung. Bagi Prabowo, selama masyarakat menikmatinya, joget dan gaya komunikasi yang lebih santai tidak otomatis mengurangi makna dari perannya sebagai presiden.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo?

Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo matter?

Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi