Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menarik perhatian warga setelah puluhan guncangan tercatat sejak Rabu (16/9/2026) hingga

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan, Apakah Pertanda Gempa Besar?

Narakabar.com – Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menarik perhatian warga setelah puluhan guncangan tercatat sejak Rabu (16/9/2026) hingga Kamis pagi. Meski sejumlah gempa dirasakan masyarakat, fenomena ini tidak otomatis menjadi tanda bahwa gempa besar akan segera terjadi.

Akademisi sekaligus anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Daryono, mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpulkan aktivitas swarm sebagai pertanda pasti lindu besar. Pemantauan harus didasarkan pada data seismologi yang terus diperbarui, bukan hanya jumlah kejadian gempa.

"Swarm tidak selalu berarti gempa akan terus membesar. Sebagian rangkaian swarm dapat mereda secara bertahap," kata Daryono di Bandung, Kamis (17/9/2026).

Data BMKG dan Karakter Gempa di Pangalengan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puluhan gempa terjadi di Pangalengan dan wilayah sekitarnya sejak Rabu. Aktivitas tersebut masih berlangsung sampai Kamis pagi, termasuk gempa bermagnitudo 2,6 pada pukul 04.59 WIB.

Gempa itu berpusat di darat sekitar 23 kilometer selatan Kabupaten Bandung dengan kedalaman dangkal, yakni tiga kilometer. Gempa dangkal dapat menghasilkan getaran yang cukup terasa meskipun magnitudonya relatif kecil, terutama karena dipengaruhi kondisi batuan dan geologi setempat.

Dalam ilmu kebumian, gempa swarm adalah rangkaian gempa yang muncul berulang di suatu wilayah dalam periode tertentu tanpa adanya satu gempa utama atau mainshock yang dominan. Rangkaian ini dapat berkaitan dengan pelepasan tegangan di kerak bumi, pergerakan sesar, aktivitas vulkanik, maupun proses hidrotermal.

Daryono menekankan bahwa Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan perlu dianalisis melalui pola sebaran lokasi, kedalaman, kekuatan, dan perkembangan aktivitasnya dari waktu ke waktu. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengikuti keterangan resmi BMKG daripada mempercayai spekulasi yang belum terverifikasi.

"Pola swarm harus dibaca berdasarkan data seismologi secara terus-menerus, bukan berdasarkan jumlah gempa semata," ujarnya.

Pangalengan Berada di Kawasan Deformasi Kerak yang Kompleks

Pangalengan berada di wilayah selatan Jawa Barat yang memiliki karakter deformasi kerak bumi cukup kompleks. Kawasan ini juga berdekatan dengan sistem Sesar Garsela atau Garut Selatan, salah satu struktur sesar aktif di Jawa Barat.

Namun, keberadaan sesar aktif maupun meningkatnya frekuensi gempa tidak dapat digunakan untuk memastikan waktu, lokasi, atau kekuatan gempa besar. Hingga kini, gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat, sehingga kesiapsiagaan menjadi langkah paling penting bagi warga.

Warga yang tinggal di sekitar Pangalengan, terutama kawasan lereng dan perbukitan, juga perlu memperhatikan kemungkinan bahaya sekunder seperti tanah longsor. Risiko tersebut perlu diwaspadai apabila guncangan terjadi di wilayah dengan tanah labil atau kemiringan lereng yang tinggi.

Langkah Kesiapsiagaan yang Bisa Dilakukan Warga

Masyarakat dapat memeriksa kondisi bangunan rumah, terutama bagian yang retak atau berpotensi roboh saat terguncang. Perabot besar seperti lemari dan rak sebaiknya diamankan agar tidak mudah jatuh ketika gempa terjadi.

Saat merasakan guncangan, lakukan tindakan drop, cover, and hold on: merunduk, berlindung di bawah meja atau struktur yang kuat, lalu berpegangan hingga getaran berhenti. Setelah kondisi aman, keluar dari bangunan secara tertib dan hindari area yang berisiko seperti lereng, tiang listrik, atau bangunan rusak.

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan tanpa menimbulkan kepanikan. Warga dianjurkan memantau informasi resmi BMKG, menyiapkan kebutuhan darurat, dan tidak menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya.

FAQ Gempa Swarm Pangalengan

Apakah gempa swarm pasti diikuti gempa besar?

Tidak. Gempa swarm tidak selalu berkembang menjadi gempa besar dan dapat mereda secara bertahap. Penilaian risikonya harus mengacu pada analisis data seismologi oleh lembaga berwenang.

Mengapa gempa kecil dapat terasa kuat?

Gempa dengan magnitudo kecil dapat terasa cukup kuat apabila sumbernya dangkal dan terjadi dekat dengan permukiman. Kondisi tanah serta batuan di lokasi juga memengaruhi kuat-lemahnya getaran yang dirasakan.

Apa yang harus dilakukan setelah gempa terasa?

Pastikan diri dan keluarga berada di tempat aman, periksa kerusakan bangunan, serta waspadai kemungkinan gempa susulan atau longsor. Ikuti arahan petugas dan informasi resmi BMKG.

Gabung diskusi