Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

Sandra Martin - narakabar.com 4 mins read

Presiden Prabowo Subianto menyinggung Surah Al-Baqarah ayat 191 dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Partai Amanat Nasional di JCC, Jumat

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

Prabowo Kutip Al-Baqarah 191 saat Menyoroti Fitnah di HUT PAN

Narakabar.com – Presiden Prabowo Subianto menyinggung Surah Al-Baqarah ayat 191 dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Partai Amanat Nasional di JCC, Jumat, 18 September 2026. Kutipan tersebut muncul ketika ia berbicara mengenai sejumlah pakar yang dinilainya menyebarkan fitnah.

Dalam bagian awal sambutan, Prabowo lebih dahulu menyindir pihak-pihak yang merasa paling unggul secara intelektual. Ia mengkritik sikap yang, dalam pandangannya, justru menjauhkan seseorang dari penilaian yang jernih.

“Saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok,”

Ucapan itu dilontarkan saat Prabowo mengulas peran para pakar. Setelahnya, ia membawa pembicaraan pada istilah fitnah dan menghubungkannya dengan ayat Al-Qur’an yang sering diterjemahkan melalui frasa “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan”.

“PAN kan lahir dari reformasi. PAN punya juga basis agamis ya. Kalau tidak salah apakah ada hadis ya yang bunyinya apa? Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Ada ya? Ada. Surah Al-Baqarah ayat 191,” kata Prabowo.

“Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Ada beberapa, ada beberapa pakar saking pakarnya dia melontarkan fitnah, Saudara-saudara,” lanjutnya.

Ayat yang Dikutip Berada dalam Konteks Konflik

Surah Al-Baqarah ayat 191 memuat bagian “wal-fitnatu asyaddu minal-qatl”, yang lazim diterjemahkan sebagai fitnah lebih berat atau lebih kejam daripada pembunuhan. Meski demikian, istilah “fitnah” dalam ayat tersebut memiliki cakupan makna yang berbeda dari pemakaian sehari-hari di Indonesia.

Dalam percakapan umum, fitnah kerap dipahami sebagai tuduhan palsu, kabar bohong, pencemaran nama baik, atau serangan terhadap kehormatan seseorang. Pemaknaan itulah yang sering muncul ketika istilah tersebut dipakai dalam perdebatan politik, sosial, maupun ruang digital.

Namun, ayat 191 Surah Al-Baqarah tidak secara khusus membicarakan tuduhan palsu antarindividu. Kandungannya terkait keadaan konflik dan peperangan antara kaum Muslim dengan pihak yang memerangi mereka pada masa itu. Bagian ayat tersebut juga menyinggung pengusiran kaum Muslim dari tempat tinggal mereka serta ketentuan peperangan di sekitar Masjidilharam.

Makna “Fitnah” Tidak Sebatas Tuduhan Palsu

Terjemahan yang diterbitkan Kementerian Agama tetap menggunakan kata “fitnah” pada bagian ayat tersebut. Akan tetapi, penjelasannya menempatkan istilah itu dalam pengertian kemusyrikan, penindasan, pembatasan kebebasan beragama, gangguan terhadap keyakinan, dan pengusiran umat Islam.

Sejumlah kitab tafsir juga mengaitkan kata fitnah dalam konteks ayat itu dengan tekanan yang dialami kaum Muslim, termasuk usaha memaksa mereka meninggalkan agama atau menghalangi mereka menjalankan keyakinannya. Dengan konteks demikian, ungkapan bahwa fitnah lebih berat daripada pembunuhan tidak dapat dilepaskan dari situasi penindasan dan konflik yang sedang dibahas ayat tersebut.

Pembacaan konteks penting agar sebuah kutipan keagamaan tidak dipahami hanya melalui arti satu kata dalam bahasa modern. Dalam bahasa Arab Al-Qur’an, satu istilah dapat memiliki makna yang berubah sesuai susunan ayat, peristiwa yang melatarinya, serta penjelasan para penafsir.

Karena itu, penggunaan Al-Baqarah ayat 191 untuk menggambarkan penyebaran tuduhan palsu dalam kehidupan sehari-hari perlu dibedakan dari makna utama ayatnya. Tuduhan tanpa dasar tetap dapat merugikan orang lain dan memicu ketegangan, tetapi pengertian fitnah dalam ayat tersebut lebih luas serta terkait dengan tindakan penindasan terhadap kebebasan beragama.

Pidato Politik dan Pentingnya Ketelitian Memahami Kutipan

Pidato Prabowo di HUT ke-28 PAN memperlihatkan bagaimana rujukan keagamaan dapat hadir dalam pernyataan politik. PAN sendiri disebut Prabowo memiliki latar reformasi dan basis agamis, sehingga ia mengaitkan kritiknya kepada para pakar dengan kutipan yang dikenal luas oleh masyarakat Muslim.

Di sisi lain, kutipan ayat dalam ruang publik memerlukan ketelitian agar pesan yang disampaikan tidak mengaburkan konteks asalnya. Frasa yang populer sering kali lebih cepat menyebar daripada penjelasan lengkap mengenai latar ayat dan makna istilah yang digunakan.

Al-Baqarah ayat 191 juga berada dalam rangkaian pembahasan mengenai batasan tindakan dalam konflik. Ayat tersebut tidak berdiri sendiri sebagai kalimat umum yang dapat dipisahkan sepenuhnya dari pokok bahasan sebelum dan sesudahnya. Konteks ini menjadi kunci untuk memahami alasan istilah fitnah di dalamnya diterangkan berbeda dari arti tuduhan palsu yang lazim dipakai kini.

Dengan demikian, pernyataan Prabowo mengenai pakar dan fitnah menjadi perhatian bukan hanya karena kritik politik yang disampaikannya, tetapi juga karena mengangkat ayat yang memiliki latar penafsiran khusus. Memahami konteks Al-Baqarah ayat 191 membantu pembaca membedakan antara fitnah sebagai kabar bohong dalam penggunaan modern dan fitnah sebagai penindasan, kemusyrikan, atau pengusiran dalam konteks ayat tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Selain Ucap Goblok pada HUT PAN Prabowo?

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Selain Ucap Goblok pada HUT PAN Prabowo matter?

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi