Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Solving Problems: Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel ‘Mewah’, Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!

Sarah Martinez - narakabar.com 2 mins read 11 views

Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang terkait Sel Mewah Razman Arif Nasution Solving Problems: Hotman Paris mengirimkan surat somasi ke Kepala Lapas (Kalapas)

Solving Problems: Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel ‘Mewah’, Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!

Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang terkait Sel Mewah Razman Arif Nasution

Solving Problems: Hotman Paris mengirimkan surat somasi ke Kepala Lapas (Kalapas) Cipinang Kelas I, serta instansi terkait, terkait penempatan narapidana Razman Arif Nasution di kamar khusus dengan fasilitas mewah. Tindakan ini dilakukan dalam upaya memastikan prosedur pemasyarakatan berjalan adil dan tidak membeda-bedakan tahanan berdasarkan kondisi fisik. Razman, yang dihukum penjara selama satu tahun enam bulan dan denda Rp200 juta subsider empat bulan kurungan, telah dieksekusi ke Lapas Cipinang oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada Kamis (25/6/2026) sore.

Dalam surat somasi tersebut, Hotman menyoroti bahwa alasan penempatan Razman di sel khusus—yang dikaitkan dengan berat badan 170 kg—terasa tidak logis. Menurutnya, kamar khusus yang diberikan kepada Razman tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, karena ia selama puluhan tahun berkarier tetap bisa beraktivitas normal meski berbadan gendut. “Ini adalah kasus solving problems yang jelas menunjukkan adanya diskriminasi,” ujarnya dalam unggahan Instagram pada Minggu (28/6/2026).

Penjelasan Kalapas Cipinang tentang Sel Khusus Razman

Kalapas Cipinang mengklaim bahwa penempatan Razman di kamar khusus adalah untuk memudahkan aktivitasnya di dalam lapas. “Kamar khusus itu dibuat agar Razman tidak merasa kikuk saat bergerak di lantai bawah, karena berat badannya memang lebih besar dari rata-rata tahanan lainnya,” jelas pihak lapas dalam surat resmi yang dikirimkan. Namun, Hotman Paris menilai alasan ini terkesan dibuat-buat, karena Razman tetap bisa beraktivitas tanpa hambatan meski dalam kondisi keadaan tidak ideal.

“Jika berat badan 170 kg adalah alasan, maka kenapa Razman tidak dipindahkan sejak awal penahanannya? Ini adalah contoh solving problems yang tidak memenuhi standar pemasyarakatan,” tegas Hotman dalam video yang diunggahnya.

Pernyataan ini menimbulkan kecaman dari masyarakat, karena mereka menilai sel khusus Razman mencerminkan pengaruh dari pihak luar yang ingin memuluskan eksekusi hukum.

Pengembalian Keadilan Melalui Solusi Hukum

Hotman Paris mengancam akan mengajukan gugatan ke ranah hukum jika Kalapas Cipinang tidak memenuhi tuntutan. “Solving problems yang seharusnya dijalanakan oleh sistem pemasyarakatan justru terabaikan, karena sel khusus Razman menimbulkan kesan seperti transaksi yang terjadi di balik jeruji besi,” ujarnya. Tindakan ini menunjukkan komitmen Hotman untuk memperjuangkan keadilan melalui langkah-langkah hukum yang tepat.

Kasus Razman menjadi sorotan karena mencerminkan konflik antara keadilan dan keuntungan yang diperoleh terpidana tertentu. Pemakaian sel khusus dengan alasan berat badan 170 kg dianggap sebagai indikasi bahwa prosedur pemasyarakatan tidak dijalankan secara merata. Hotman menekankan bahwa penggunaan fasilitas mewah dalam penjara harus dipertanggungjawabkan, karena hal ini dapat memengaruhi persepsi masyarakat tentang sistem hukum Indonesia.

Dalam upaya solving problems, Hotman juga mengajak masyarakat untuk memantau kondisi tahanan di Lapas Cipinang. “Kita harus memastikan bahwa setiap tahanan diperlakukan sama, tidak tergantung pada kemampuan finansial atau pengaruh pihak tertentu,” katanya. Dengan adanya somasi ini, Hotman berharap bisa mendorong pihak berwenang untuk melakukan perbaikan dan memenuhi standar pemasyarakatan yang berlaku.

Gabung diskusi