Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Special Plan: ‘Ampun Bos’, Menteri PU Dody Hanggodo Tertawa Dengar Kabar Mau Dicopot

Elizabeth Martin - narakabar.com 3 mins read 18 views

Dody Hanggodo Tertawa terkait Isu Pemecatan dalam Special Plan Special Plan - Dalam wawancara terkini, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan

Special Plan: ‘Ampun Bos’, Menteri PU Dody Hanggodo Tertawa Dengar Kabar Mau Dicopot

Dody Hanggodo Tertawa terkait Isu Pemecatan dalam Special Plan

Special Plan – Dalam wawancara terkini, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan reaksi ceria terhadap isu yang mengatakan dirinya akan dicopot dari posisi menteri sebagai bagian dari Special Plan yang sedang diusulkan dalam reshuffle kabinet bulan Agustus 2026. Isu tersebut mencuat setelah adanya dinamika internal di Kementerian PU dan evaluasi kinerja menteri yang dilakukan pemerintah sebagai langkah untuk memperkuat efisiensi pemerintahan. Dody menegaskan bahwa ia tidak terkejut dengan spekulasi tersebut.

Konteks Special Plan dan Isu Perombakan Kabinet

Special Plan menjadi salah satu instrumen penting dalam rencana pemerintah untuk menata struktur kabinet secara lebih efektif. Rencana ini dianggap sebagai upaya untuk menyesuaikan kompetensi dan tanggung jawab menteri dengan tujuan-tujuan nasional yang lebih jelas. Meski isu reshuffle kabinet masih menggema, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah secara tegas adanya rencana pemecatan besar-besaran di bulan Agustus 2026.

Menurut Prasetyo, Special Plan lebih berupa penyesuaian tugas dan fungsi menteri, bukan penggantian. Namun, ia mengakui bahwa ada sejumlah perubahan yang bisa terjadi, termasuk kemungkinan mutasi internal di Kementerian PU. Dody, dalam wawancara di Istana Kepresidenan Jakarta, mengatakan bahwa isu ini hanya merupakan bagian dari rutinitas evaluasi kabinet.

“Aduh, elu itu masa gue ngalah-ngalahin Presiden. Itu hak prerogatif bos. Ampun bos ampun,” ujar Dody sambil tertawa.

Dody menegaskan bahwa ia masih yakin posisinya aman dalam Special Plan yang saat ini sedang diusulkan. Ia menjelaskan bahwa pemanggilan oleh Presiden Prabowo selama ini merupakan bagian dari proses evaluasi rutin, dan tidak berarti ada ancaman pemecatan. “Kalau dipanggil ya sering, tiap saat. Tapi enggak, enggak ada urusan begituan lah,” lanjut Dody.

Respons dari Istana dan Penjelasan Lebih Lanjut

Presiden Prabowo Subianto, sebagai penentu kebijakan Special Plan, diberitakan akan melakukan perombakan kabinet pada Agustus 2026. Meski demikian, pihak Istana Kepresidenan membantah adanya rencana pemecatan besar-besaran. Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa keputusan reshuffle akan didasarkan pada kinerja dan kesesuaian dengan visi pemerintah.

Ketua Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menambahkan bahwa Special Plan mencakup penyesuaian kinerja menteri, termasuk kebijakan yang diambil dalam Kementerian PU. “Special Plan ini bukan hanya soal posisi, tapi juga tentang pengambilan keputusan yang lebih terarah,” jelas Hasan. Dody mengakui bahwa evaluasi di Istana memang rutin dilakukan, tetapi ia yakin tidak akan menjadi alasan untuk dicopot.

Isu pemecatan Menteri PU semakin memanas karena adanya perubahan politik yang terus berlangsung. Namun, Dody menegaskan bahwa ia tetap fokus pada tugas pokoknya dan tidak mengkhawatirkan perubahan yang mungkin terjadi dalam Special Plan. “Apa yang terjadi di Kementerian PU adalah bagian dari dinamika pemerintahan, tapi tidak ada yang bisa dipastikan sampai hari H,” tukasnya.

Dalam konteks Special Plan, Dody juga menyebutkan bahwa ia belum mendengar adanya keputusan spesifik tentang mutasi kabinet. Ia menilai isu pemecatan lebih banyak beredar di media sosial dan kelompok tertentu, sementara keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi yang lebih lengkap. “Kita harus bersyukur karena Special Plan memberi ruang untuk dinamika ini,” kata Dody.

Gabung diskusi