Topics Covered: Sebut Nama Allah dan Rasul, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM
Dody Hanggodo Bersumpah Tidak Tahu Soal Doxing Dosen UGM Topics Covered – Pada 20 Juli 2026, dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Nabiyla Risfa
Dody Hanggodo Bersumpah Tidak Tahu Soal Doxing Dosen UGM
Topics Covered – Pada 20 Juli 2026, dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Nabiyla Risfa Izzati mengalami doxing setelah memberikan komentar terkait mutasi pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Peristiwa ini memicu pernyataan dari Menteri PU Dody Hanggodo, yang membantah terlibat dalam tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa istilah “doxing” adalah kosakata baru baginya dan menolak dikaitkan dengan kasus yang menimpa Nabiyla.
Proses Mutasi dan Konteks Kebocoran Surat
Topics Covered – Mutasi besar-besaran yang diumumkan oleh Dody Hanggodo menjadi pusat perhatian publik setelah muncul isu kebocoran surat perjalanan dinasnya ke New York, Amerika Serikat. Surat tersebut dianggap sebagai dasar mutasi yang dianggap tidak transparan oleh sejumlah pihak. Meski demikian, Dody menegaskan bahwa ia tidak mengenal istilah doxing dan mengaku baru mendengar kata tersebut dari pertanyaan jurnalis.
“Doxing itu apa?”
Dody menjawab saat ditemui awak media usai Sidang Kabinet Paripurna. Ia menyatakan bahwa dirinya bukan seorang pegiat media sosial, sehingga tidak mungkin ia terlibat dalam proses doxing. “Saya ini lho, pegiat media sosial enggak… gimana saya tahu arti kata doxing ini Mbak yang jelasin. Nggak ngerti saya gitu-gitu. Saya enggak pernah komentar apa-apa kan? Enggak, enggak, saya, saya bukan pegiat media sosial,” ujarnya.
Peran dan Penjelasan Dody Hanggodo
Topics Covered – Dody Hanggodo memberikan pernyataan terbuka dalam menjelaskan mutasi tersebut. Ia mengatakan bahwa keputusan mutasi diambil berdasarkan pertimbangan internal Kementerian PU, dan tidak ada kebocoran informasi yang disengaja. “Doxing ini aja kosakata baru bagi saya. Enggak, Mbak, saya enggak. Demi Allah, demi Rasulullah,” tambahnya sambil mengangkat tangan kanan sebagai simbol keseriusan.
Dalam wawancara, Dody juga mengakui bahwa dirinya masih dalam proses belajar mengenai istilah-istilah teknis yang sering digunakan dalam dunia media digital. “Saya kadang juga masih bingung, kalau ada istilah seperti doxing, spam, atau virus sosial, Mbak. Tapi kalau ada yang menyebut saya melakukan itu, saya bersumpah tidak tahu,” imbuhnya.
“Ampun Bos,” katanya sambil tertawa, “saya ini… padahal saya bilang, saya ini kan masih muslim kan. Terus saya bilang demi Allah, demi Rasulullah saya bohong kan enggak mungkin lah. Ya, enggaklah, enggak ada, enggak ada. Thank you ya.”
Respons Publik dan Konteks Kebocoran Informasi
Kebocoran surat perjalanan dinas Dody Hanggodo menjadi bahan kontroversi, terutama karena dianggap terkait dengan mutasi PNS di Kementerian PU. Beberapa pihak menilai bahwa surat tersebut memperlihatkan ketidakseimbangan dalam proses perekrutan dan penempatan pegawai. Dody sendiri mempertahankan bahwa keputusan mutasi diambil secara adil dan transparan, meski ia menyadari bahwa peristiwa ini bisa memicu reaksi dari masyarakat.
Topics Covered – Dody juga menjelaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik dan masukan dari publik. Ia menilai kritik sebagai bagian dari proses evaluasi diri yang sehat. “Kritik itu bagus, Mbak. Kalau ada yang menyalahkan saya, saya tetap terbuka. Karena kalau saya bisa diperbaiki, itu bagus,” katanya. Namun, ia menegaskan bahwa doxing bukan bagian dari kebijakan mutasi tersebut.
Impak pada UGM dan Keterbukaan Informasi
Kasus doxing yang menimpa dosen UGM menimbulkan perdebatan mengenai keterbukaan informasi dalam proses administrasi Kementerian PU. Sejumlah anggota masyarakat mengkritik kebijakan mutasi yang dianggap tidak jelas, sementara pihak berwenang membela keputusan tersebut dengan menyebutnya sebagai bagian dari evaluasi kinerja pegawai. Dody Hanggodo menyatakan bahwa dirinya tetap yakin proses mutasi telah dilakukan sesuai aturan.
Topics Covered – Selain itu, kasus ini juga memicu diskusi mengenai peran media sosial dalam menyebarkan informasi dan menyebarluaskan kontroversi. Meski Dody mengaku bukan pengguna aktif media, banyak pengguna media sosial mengkritik kebijakan mutasi yang dianggap mempercepat proses doxing. “Mungkin kalau ada yang ingin mengungkit, mereka bisa menyebarluaskan informasi lebih jauh. Tapi saya tidak tahu apa-apa, Mbak,” jelasnya.
“Saya kalau tidak tahu, berarti saya bohong. Kalau saya tahu, berarti saya jujur. Jadi, saya bersumpah, saya jujur,”
Penjelasan Lebih Lanjut tentang Doxing
Doxing adalah istilah yang merujuk pada tindakan mengungkap informasi pribadi seseorang, seperti alamat, nomor telepon, atau data keuangan, melalui media digital. Tindakan ini sering digunakan untuk memperkuat kritik atau menyebarkan informasi yang dianggap sensitif. Dody Hanggodo mengakui bahwa istilah ini baru ia dengar dalam konteks kritik terhadap mutasi PNS, tetapi menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses pengumpulan atau pengungkapan data tersebut.
Topics Covered – Dody menjelaskan bahwa doxing bisa terjadi karena salah paham atau kesalahpahaman dalam proses komunikasi. Ia menekankan bahwa semua keputusan di Kementerian PU diambil secara kolektif, bukan secara pribadi. “Kalau ada yang menyebut saya melakukan doxing, itu mungkin karena tidak tahu prosesnya. Tapi saya jujur, saya tidak tahu apa-apa,” katanya.
“Jadi, saya enggak. Demi Allah, demi Rasulullah. Kalau ada yang menyebut saya sengaja menyebarkan informasi pribadi, itu tidak benar,”
