Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Koalisi Sipil Minta Audiensi dengan DPR, Desak Putusan MK soal MBG Segera Dieksekusi

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read 2 views

Jakarta — Koalisi Sipil Minta Audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mendesak percepatan eksekusi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait

Koalisi Sipil Minta Audiensi dengan DPR, Desak Putusan MK soal MBG Segera Dieksekusi

Koalisi Sipil Minta Audiensi DPR Soal Eksekusi Putusan MK MBG

Narakabar.com – Jakarta — Koalisi Sipil Minta Audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mendesak percepatan eksekusi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada Rabu, 5 Agustus 2026, perwakilan dari Aliansi MBG Watch dan Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia (Kospi) menyerahkan surat permohonan resmi kepada DPR. Dokumen ini berisi permintaan agar implementasi putusan MK Nomor 40/PUU-XXIV/2026 dilakukan lebih cepat dari tenggat waktu yang ditetapkan.

Inti dari permohonan audiensi ini adalah agar pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan tidak menunggu hingga tahun 2028. Koalisi menilai masa transisi dua tahun yang diberikan MK terlalu lama dan dapat berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan nasional. Kuasa Hukum Kospi, Edi K. Wahid, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai argumen hukum untuk memperkuat posisi koalisi dalam audiensi tersebut.

Mekanisme Audiensi dan Tuntutan Konkret

Koalisi sipil ini mengusulkan agar audiensi dilakukan melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Mekanisme ini dinilai lebih transparan dan memungkinkan partisipasi publik yang lebih luas. Selain itu, koalisi meminta kehadiran Komisi IX DPR serta pimpinan DPR dalam pertemuan tersebut. Tenggat waktu satu pekan diberikan kepada DPR untuk menyetujui jadwal audiensi.

“Kami mendesak DPR segera menindaklanjuti putusan MK tanpa menunggu 2028 dengan melakukan pemisahan antara dana MBG dan dana pendidikan,” ujar Edi K. Wahid di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Jika DPR tidak memberikan respons dalam waktu yang ditentukan, koalisi siap melayangkan somasi terbuka. Langkah ini menunjukkan keseriusan koalisi dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan rakyat Indonesia. Selain itu, koalisi juga akan menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil untuk memperkuat posisi tawar mereka.

Implikasi Hukum dan Anggaran Negara

Putusan MK Nomor 40/PUU-XXIV/2026 menyatakan bahwa pencampuran anggaran MBG ke dalam alokasi dana pendidikan bersifat inkonstitusional. MK memberikan masa transisi dua tahun bagi pemerintah dan DPR untuk melaksanakan putusan tersebut. Namun, koalisi sipil berpendapat bahwa masa transisi ini tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menunda pemisahan anggaran.

Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sedang berlangsung saat ini. Momen ini dinilai sangat strategis untuk mendesak pemisahan anggaran MBG. Jika pemisahan tidak dilakukan pada APBN 2027, koalisi akan menolak penggunaan dana pendidikan untuk membiayai program MBG. Hal ini sesuai dengan prinsip konstitusional yang mengatur pemisahan fungsi anggaran negara.

“Kami sangat mengharapkan DPR membuka partisipasi seluas-luasnya terkait rancangan APBN 2027,” tambah Edi K. Wahid.

Edi juga menekankan bahwa pengabaian partisipasi publik dalam RDPU merupakan bentuk pembangkangan terhadap konstitusi. Koalisi sipil ini telah menyiapkan analisis mendalam tentang dampak pencampuran anggaran terhadap sektor pendidikan. Menurut perhitungan mereka, alokasi dana MBG yang sangat besar berpotensi mengurangi kualitas layanan pendidikan di seluruh Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Audiensi Koalisi Sipil

Apa itu Koalisi Sipil Minta Audiensi? Ini adalah inisiatif dari Aliansi MBG Watch dan Kospi untuk meminta pertemuan resmi dengan DPR terkait eksekusi putusan MK tentang pemisahan anggaran MBG.

Berapa tenggat waktu yang diberikan kepada DPR? Koalisi memberikan tenggat waktu satu pekan sejak penyerahan surat permohonan pada 5 Agustus 2026.

Apa yang terjadi jika DPR tidak merespons? Koalisi akan melayangkan somasi terbuka dan menggalang dukungan publik untuk menekan DPR.

Mengapa pemisahan anggaran penting? Pemisahan anggaran diperlukan untuk menjaga kualitas pendidikan nasional dan memastikan kepatuhan terhadap putusan MK.

Kapan masa transisi berakhir? Masa transisi dua tahun yang diberikan MK berakhir pada tahun 2028, namun koalisi mendesak eksekusi lebih cepat.

Gabung diskusi