Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Sarah Martinez - narakabar.com 3 mins read 2 views

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mempresentasikan peluang besar yang dimiliki Indonesia dalam pengembangan energi nuklir kepada Presiden Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

BRIN Ungkap Cadangan Uranium dan Thorium untuk Ambisi Nuklir Indonesia

Narakabar.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mempresentasikan peluang besar yang dimiliki Indonesia dalam pengembangan energi nuklir kepada Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh 150 peneliti dari lembaga riset tersebut dan berlangsung di Istana Negara pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Selama kunjungan tersebut, Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa lembaga ini berkomitmen penuh untuk menjaga kedaulatan teknologi nasional di masa depan. Fokus utama yang disampaikan mencakup empat bidang teknologi maju serta pengembangan sektor nuklir dan antariksa sebagai pengungkit daya saing bangsa.

Keunggulan Sumber Daya Nuklir Indonesia

Syaiful Bakhri, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, memimpin paparan mengenai teknologi nuklir yang sedang dikembangkan. Ia menjelaskan bahwa riset nuklir kini tidak hanya berfokus pada kemandirian listrik nasional, tetapi juga menyentuh sektor pangan dan kesehatan.

“Ini teknologi menjadi teknologi energi, perisapan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), kemudian non – energi terkait pangan dan kesehatan,” ujar Syaiful saat memaparkan teknologi tersebut di hadapan Presiden.

Salah satu temuan penting yang disampaikan adalah kekayaan sumber daya alam Indonesia yang sangat mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). BRIN telah menguasai teknologi pemurnian bahan baku nuklir yang melimpah di dalam negeri.

“Untuk PLTN kita sudah siapkan untuk bahan nuklir di Indonesia, kita punya potensi uranium sekitar 89 ribu ton di Indonesia, thorium 143 ribu ton di Indonesia sejauh ini. Dan ini adalah kemampuan dari kami memurnikan uranium sampai dengan 60% kemudian mineral ikutan dari radio aktif,” tegas Syaiful.

Empat Teknologi Strategis untuk Daya Saing Bangsa

Arif Satria dalam sambutannya menyoroti lima pilar teknologi yang akan menentukan posisi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang. Pertama adalah pengembangan semikonduktor agar negara tidak lagi bergantung pada chip impor. Kedua, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan produktivitas nasional secara signifikan.

Ketiga, genomik menjadi fokus untuk menghasilkan benih, obat-obatan, dan bioindustri secara mandiri. Keempat, teknologi kuantum dikembangkan untuk mendukung keamanan dan komputasi masa depan.

Selain keempat teknologi tersebut, Arif juga menekankan pentingnya penguasaan sektor nuklir dan antariksa. Kedua bidang ini dianggap sebagai kunci agar Indonesia tidak sekadar menjadi konsumen teknologi global, melainkan pemilik teknologi yang mampu mengendalikan energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.

Penguasaan teknologi-teknologi inilah yang akan menentukan apakah Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi atau menjadi pemilik teknologi di masa depan,” pungkasnya.

Frequently Asked Questions

What is Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium?

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium matter?

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi