Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

William Williams - narakabar.com 4 mins read 2 views

Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong produk dalam negeri, khususnya pangan dan kebutuhan konsumsi, untuk menembus rantai pasok penyelenggaraan ibadah

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Indonesia Memperluas Ekosistem Rantai Pasok Haji ke Arab Saudi

Narakabar.com – Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong produk dalam negeri, khususnya pangan dan kebutuhan konsumsi, untuk menembus rantai pasok penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Arab Saudi. Inisiatif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Business Matching Indonesia–Saudi Arabia Partnership Forum 2026 yang digelar di Jakarta. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kontribusi ekonomi nasional melalui sektor ibadah.

Acara ini mempertemukan para pelaku usaha lokal dengan importir, perusahaan logistik, serta syarikah asal Arab Saudi. Melalui forum tersebut, diharapkan tercipta kerja sama jangka panjang yang mampu meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji Indonesia. Kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi pengembangan industri halal di Tanah Air.

Peluang Besar bagi Produsen Indonesia

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Prof. Dr. H. Jaenal Effendi, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi signifikan untuk menjadi pemasok berbagai kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah di Arab Saudi.

Kebutuhan haji tidak hanya makanan siap saji, tetapi juga beras, daging, ikan, sayuran, rempah-rempah, hingga produk pangan olahan. Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk ikut menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah.

Menurut Jaenal, peluang tersebut perlu didukung dengan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, perusahaan logistik, hingga penyedia layanan haji dan umrah (syarikah) di Arab Saudi. Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini.

Membangun Ekosistem yang Solid

Jaenal menilai forum business matching menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem yang mampu mempertemukan produsen dan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari Arab Saudi. Pertemuan ini membuka ruang bagi pengembangan bisnis yang lebih luas.

Forum ini bukan sekadar mempertemukan pelaku usaha, tetapi menjadi titik awal membangun ekosistem yang solid sehingga produsen, UMKM, dan eksportir Indonesia dapat memasuki pasar Arab Saudi secara terstruktur dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, hadir sejumlah delegasi dari Arab Saudi yang terdiri dari perusahaan importir, logistik, hingga syarikah penyedia layanan katering haji dan umrah. Mereka melakukan pertemuan langsung dengan produsen dan eksportir Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

Partisipasi Pelaku Usaha Indonesia

Beberapa pelaku usaha Indonesia yang ikut dalam business matching antara lain Kelompok UMKM Indramayu Berkah Sejahtera, Dapur Batari, PT Baba Pangan Indonesia, PT Sadewa Ekspres Logistics, Kelompok Petambak Patin dan Nila Tulung Agung, serta CV Fadafood. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme tinggi dari sektor usaha nasional.

Selain membahas peluang kerja sama penyediaan bahan pangan, forum juga menghadirkan syarikah Daleel Alzowar. Perusahaan tersebut memaparkan inovasi layanan Armuzna yang akan diterapkan pada penyelenggaraan haji, seperti penggunaan matras bertingkat, peningkatan standar kebersihan dan sanitasi, serta pengenalan Paket C layanan Armuzna untuk jamaah haji reguler.

Langkah Strategis untuk Kemitraan Berkelanjutan

Ketua Umum ASHURI, H. Nur Faidzin, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Arab Saudi dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan kemitraan jangka panjang.

Business Matching Indonesia–Saudi Arabia Partnership Forum 2026 bukan sekadar forum bisnis, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem kemitraan yang berkelanjutan antara Indonesia dan Arab Saudi.

Ia berharap semakin banyak produk Indonesia yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah, khususnya jamaah asal Indonesia. Kerja sama ini juga diharapkan membuka jalan bagi ekspansi pasar yang lebih luas.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kedua negara, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia. Forum ini juga diisi dengan presentasi produk, diskusi bisnis, penjajakan kerja sama, hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara sejumlah perusahaan Indonesia dan Arab Saudi sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Rantai Pasok Haji

Apa itu Business Matching Indonesia–Saudi Arabia Partnership Forum 2026? Ini adalah forum yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra bisnis dari Arab Saudi untuk menjajaki peluang kerja sama dalam rantai pasok haji dan umrah.

Produk apa saja yang bisa disuplai ke Arab Saudi? Produk pangan seperti beras, daging, ikan, sayuran, rempah-rempah, dan produk olahan menjadi prioritas utama yang dapat diekspor.

Bagaimana cara UMKM Indonesia bisa berpartisipasi? UMKM dapat mengikuti program business matching dan membangun kemitraan langsung dengan syarikah atau importir Arab Saudi melalui platform yang disediakan.

Apa manfaat jangka panjang dari program ini? Program ini membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing produk Indonesia, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok utama kebutuhan haji global.

Gabung diskusi