Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!

Sarah Martinez - narakabar.com 2 mins read 2 views

KPK - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa proses penyelidikan terkait dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia

KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!

Investigasi Kasus CSR BI dan OJK Terhadap Satori serta Heri Gunawan Terus Berjalan

Narakabar.com – KPK – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa proses penyelidikan terkait dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih berlangsung. Kasus ini melibatkan dua legislator DPR RI, yaitu Satori dan Heri Gunawan, yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Agustus 2025.

Penegasan tersebut disampaikan tepat setelah satu tahun kedua anggota DPR tersebut dinyatakan sebagai tersangka. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik masih aktif melakukan pemeriksaan terhadap para saksi serta mengumpulkan berbagai alat bukti untuk menyelesaikan perkara ini.

“Kami pastikan bahwa penyidikan perkara CSR BI masih terus berprogres secara positif, beberapa saksi sudah dilakukan pemanggilan, pemeriksaan dan memberikan keterangan pada tahap penyidikan,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Fokus Investigasi dan Pengumpulan Bukti

Menurut Budi, penyelidikan tidak hanya terbatas pada dugaan penerimaan gratifikasi. Penyidik juga menelusuri aliran dana yang diduga telah dicuci melalui berbagai bentuk aset dan usaha. Konstruksi perkara ini mencakup dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi serta TPPU (tindak pidana pencucian uang).

“Karena memang konstruksi perkara terkait dengan CSR BI ini adalah dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi dan TPPU. Artinya berfokus pada dugaan penerimaan-penerimaan yang dilakukan oleh para tersangka dan juga dugaan penyembunyian ataupun pengalihbentukan ya atau penyamaran uang-uang hasil dugaan tindak pidana korupsi tersebut ke dalam bentuk-bentuk lainnya,” tutur Budi.

Dalam proses penyelidikan, KPK telah melaksanakan sejumlah penggeledahan dan menyita berbagai barang bukti. Barang-barang yang disita mencakup dokumen, perangkat elektronik, hingga aset yang diduga berkaitan dengan perkara.

Optimalisasi Asset Recovery

Penyitaan juga menyasar aset berupa tanah, bangunan, kendaraan, hingga usaha showroom yang diduga menjadi tempat pengalihan hasil tindak pidana. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk proses pembuktian, tetapi juga menjadi langkah awal KPK dalam optimalisasi asset recovery.

“Itu semuanya kami lakukan penyitaan, tidak hanya untuk proses pembuktian, ini juga menjadi langkah awal KPK dalam optimalisasi asset recovery,” jelas Budi.

Kedua tersangka, Satori dari Partai NasDem dan Heri Gunawan dari Partai Gerindra, dijerat dengan pasal gratifikasi dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta pasal TPPU dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010. KPK menduga keduanya menerima gratifikasi yang berkaitan dengan penyaluran dana CSR, kemudian menyamarkan hasil dugaan tindak pidana tersebut melalui berbagai aset.

Hingga saat ini, penyidik masih melengkapi alat bukti sebelum perkara dilimpahkan ke tahap penuntutan.

Frequently Asked Questions

What is KPK?

KPK is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KPK matter?

KPK matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi