Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Bukan Buat Ekskul! Polisi Tepis Klaim Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel Terkait Latihan Menembak

David Moore - narakabar.com 3 mins read 2 views

Bukan Buat Ekskul Polisi Tepis - Polres Metro Jakarta Selatan resmi menepis klaim bahwa ratusan senjata api yang ditemukan di sekolah swasta Pondok Pinang

Bukan Buat Ekskul! Polisi Tepis Klaim Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel Terkait Latihan Menembak

Polisi Tepis Klaim Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel Bukan Ekskul

Narakabar.com – Bukan Buat Ekskul Polisi Tepis – Polres Metro Jakarta Selatan resmi menepis klaim bahwa ratusan senjata api yang ditemukan di sekolah swasta Pondok Pinang merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler menembak. Penemuan ini mencakup 995 pucuk senjata api serta barang bukti narkoba dan beberapa VCD porno yang ditemukan di lokasi yang sama. Investigasi mendalam sedang dilakukan untuk mengungkap asal-usul seluruh barang bukti tersebut.

Pihak kepolisian bersama pengurus yayasan secara tegas menegaskan bahwa sekolah tersebut tidak pernah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler menembak selama ini. Penegasan ini disampaikan di tengah proses investigasi yang sedang berlangsung untuk mengungkap asal-usul seluruh barang bukti yang ditemukan. Klaim bahwa senjata-senjata tersebut digunakan untuk ekskul menembak dinilai belum memiliki dasar yang kuat.

Belum Ada Bukti Kaitan dengan Ekskul Menembak

AKP Joko Adi Wibowo, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa hingga saat ini penyidik belum menemukan fakta yang menghubungkan ratusan senjata tersebut dengan aktivitas ekskul. Menurutnya, tidak ada kaitan antara temuan senjata dengan kegiatan ekstrakurikuler yang selama ini dijalankan di sekolah tersebut.

“Tidak. Saya rasa tidak ada kaitan dengan ekskul,” kata Joko kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).

Joko menambahkan bahwa penyidik masih mendalami tujuan penyimpanan ratusan senjata tersebut. Ada kemungkinan senjata-senjata itu digunakan untuk kepentingan pembelajaran atau aktivitas lain yang belum teridentifikasi. Proses verifikasi terhadap setiap item yang ditemukan masih terus dilakukan oleh tim penyidik.

Pemeriksaan Ruangan Bunker dan Pemanggilan Mantan Ketua Yayasan

Polisi juga akan menindaklanjuti permintaan pihak yayasan untuk memeriksa ruangan yang disebut menyerupai bunker di dalam kompleks sekolah. Ruangan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan karena diyakini sebagai tempat penyimpanan senjata. Pemeriksaan ini akan dilakukan secara detail untuk memastikan tidak ada barang bukti yang terlewatkan.

“Kalau memang permintaan, pasti akan kita laksanakan nanti pihak yang menangani perkara,” ujarnya.

Selain itu, penyidik berencana memanggil Indra Wargadalem alias IWD, mantan ketua yayasan sekolah, untuk dimintai keterangan terkait temuan ratusan senjata, narkoba, dan barang bukti lainnya. Pemanggilan ini bertujuan untuk mendalami asal-usul seluruh barang bukti yang ditemukan dan memastikan tidak ada informasi yang tersembunyi.

Kontradiksi dengan Klaim PT Lokta Karya Perbakin

Kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawanto, menyampaikan pernyataan senada dengan pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan para guru yang telah lama mengajar di sekolah tersebut, tidak pernah ada kegiatan ekskul menembak. Keterangan ini memperkuat posisi kepolisian dalam menepis klaim awal.

“Di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” kata Hermawanto.

Hermawanto menegaskan bahwa pengurus yayasan yang baru juga memperoleh informasi serupa dari para tenaga pendidik yang selama ini bertugas di sekolah tersebut. Keterangan ini berbeda dengan penjelasan PT Lokta Karya Perbakin yang sebelumnya menyebut 995 pucuk airsoft gun merupakan inventaris resmi untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Menurut Perbakin, kegiatan menembak tersebut berjalan sejak tahun 2020 dan berhenti setelah pembinanya meninggal dunia pada tahun 2024. Temuan senjata api hingga narkoba di sekolah ini dianggap sebagai bukti adanya masalah dalam tata kelola pendidikan. Proses hukum akan terus berlanjut hingga semua pihak dimintai keterangan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Temuan Senjata di Sekolah Jaksel

Berapa jumlah senjata yang ditemukan di sekolah Pondok Pinang? Polisi menemukan 995 pucuk senjata api di lokasi tersebut. Jumlah ini termasuk airsoft gun dan senjata lainnya yang ditemukan di berbagai titik dalam kompleks sekolah.

Apakah benar sekolah tersebut memiliki ekskul menembak? Bukan Buat Ekskul Polisi Tepis – Berdasarkan keterangan para guru dan kuasa hukum yayasan, sekolah tidak pernah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler menembak. Klaim ini dibantah oleh pihak kepolisian.

Kapan kegiatan menembak menurut PT Lokta Karya Perbakin dimulai? Kegiatan menembak menurut PT Lokta Karya Perbakin berjalan sejak tahun 2020 dan berhenti setelah pembinanya meninggal dunia pada tahun 2024.

Siapa yang akan dimintai keterangan oleh penyidik? Penyidik berencana memanggil Indra Wargadalem alias IWD, mantan ketua yayasan sekolah, untuk dimintai keterangan terkait temuan ratusan senjata, narkoba, dan barang bukti lainnya.

Apakah ruangan bunker akan diperiksa? Ya, polisi akan menindaklanjuti permintaan pihak yayasan untuk memeriksa ruangan yang disebut menyerupai bunker di dalam kompleks sekolah sebagai tempat penyimpanan senjata.

Gabung diskusi