Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

David Moore - narakabar.com 4 mins read 3 views

Temui Wamensos Empat Bupati Siap untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di berbagai wilayah Indonesia. Langkah strategis ini diambil setelah

Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Empat Bupati Temui Wamensos Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Narakabar.com – Temui Wamensos Empat Bupati Siap untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di berbagai wilayah Indonesia. Langkah strategis ini diambil setelah empat bupati dari daerah berbeda bertemu langsung dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026 ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan program pendidikan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Keempat bupati yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Benni Warlis sebagai Bupati Agam, Muhammad Adios sebagai Bupati Buton Selatan, Aulia Rahman Basri sebagai Bupati Kutai Kertanegara, serta Ikram Umasugi sebagai Bupati Buru. Kehadiran mereka di Kantor Kementerian Sosial menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional. Setiap bupati menyampaikan rencana konkret untuk mengembangkan Sekolah Rakyat Permanen di wilayah masing-masing.

Agus Jabo Priyono menyambut hangat kedatangan para kepala daerah tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme pemerintah daerah dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Program ini merupakan salah satu inisiatif utama Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan yang berkualitas.

Saya senang kalau ada pimpinan daerah yang memang berusaha ikut menyukseskan apa yang menjadi program prioritas Bapak Presiden.

Sekolah Rakyat sebagai Strategi Pemutusan Rantai Kemiskinan

Menurut penjelasan Agus Jabo, Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak yang selama ini terabaikan. Pemerintah daerah diharapkan memberikan dukungan penuh tanpa ada titipan dalam pelaksanaan program tersebut.

Tujuannya untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi lewat jalur pendidikan. Tidak boleh ada titipan.

Urgensi program ini terlihat jelas dari data statistik yang menunjukkan masih tingginya jumlah anak yang belum memperoleh akses pendidikan. Saat ini terdapat sekitar 4,1 juta anak yang belum pernah bersekolah maupun putus sekolah. Sementara itu, kapasitas Sekolah Rakyat baru mampu menampung sekitar 43 ribu siswa. Angka ini menunjukkan masih adanya ruang besar untuk pengembangan program.

Jadi Pak Presiden betul-betul sedang berusaha keras supaya anak-anak ini semua bisa sekolah.

Sistem Boarding School dengan Fasilitas Berstandar Unggulan

Sebagai solusi inovatif, pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat dengan menerapkan sistem boarding school dan fasilitas berstandar unggulan. Sistem ini dipilih karena banyak anak dari keluarga miskin belum memiliki lingkungan belajar yang layak. Melalui sistem tersebut, siswa memperoleh lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif untuk belajar sekaligus membangun karakter.

Selain memperoleh pendidikan formal, siswa juga mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar secara menyeluruh. Fasilitas yang diberikan mencakup makan tiga kali sehari, dua kali makanan ringan, laptop untuk kebutuhan belajar, hingga delapan stel seragam sekolah. Semua fasilitas ini disediakan secara gratis untuk memastikan siswa dapat fokus pada proses belajar.

Ini untuk orang miskin, tapi Pak Presiden menyediakan sarana dan prasarana unggulan.

Kemensos Bentuk TP2SR untuk Percepatan Pembangunan

Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan menyekolahkan anak. Karena itu, pemerintah menjalankan intervensi terpadu melalui Sekolah Rakyat dengan menyekolahkan anak, memberdayakan orang tua, serta memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga agar perubahan yang dihasilkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah menyiapkan program renovasi 10 ribu rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Selain itu, setiap keluarga juga memperoleh bantuan program pemberdayaan sosial ekonomi (PPSE) sebesar Rp5 juta. Program ini dirancang untuk memastikan kesejahteraan keluarga secara holistik.

Lantaran itu Agus Jabo juga mengajak pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar semakin banyak anak dari keluarga miskin dapat mengakses pendidikan yang berkualitas dan memiliki kesempatan keluar dari kemiskinan. Komitmen pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat pun mulai diwujudkan melalui kesiapan penyediaan lahan di sejumlah wilayah.

Itu hanya (bisa dicapai) dengan cara berkolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Sekolah Rakyat

Apa itu Sekolah Rakyat? Sekolah Rakyat adalah program pendidikan nasional yang menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan DTSEN. Program ini menerapkan sistem boarding school dengan fasilitas berstandar unggulan.

Berapa jumlah anak yang belum bersekolah? Saat ini terdapat sekitar 4,1 juta anak yang belum pernah bersekolah maupun putus sekolah di Indonesia.

Berapa kapasitas Sekolah Rakyat saat ini? Sekolah Rakyat baru mampu menampung sekitar 43 ribu siswa secara keseluruhan.

Apa saja fasilitas yang diberikan kepada siswa? Siswa mendapatkan makan tiga kali sehari, dua kali makanan ringan, laptop, dan delapan stel seragam sekolah secara gratis.

Berapa bantuan PPSE yang diberikan? Setiap keluarga siswa Sekolah Rakyat memperoleh bantuan program pemberdayaan sosial ekonomi (PPSE) sebesar Rp5 juta.

Bagaimana cara pemerintah daerah berpartisipasi? Pemerintah daerah dapat berpartisipasi dengan menyediakan lahan, mendukung pelaksanaan program, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat.

Gabung diskusi