Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

Profesor IIUM Malaysia Dipecat Buntut Klaim Sejarah Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

Sandra Martin - narakabar.com 3 mins read

Profesor linguistik Solehah Yaacob memilih jalur hukum sebagai respons atas pemecatan yang dijatuhkan Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM). Ia

Profesor IIUM Malaysia Dipecat Buntut Klaim Sejarah Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

Solehah Yaacob Gugat IIUM ke Pengadilan Industrial Malaysia Setelah Dipecat

Narakabar.com – Profesor linguistik Solehah Yaacob memilih jalur hukum sebagai respons atas pemecatan yang dijatuhkan Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM). Ia mengajukan gugatan resmi ke Pengadilan Industrial Malaysia, menilai sanksi tersebut dikeluarkan secara sepihak tanpa memberikan kesempatan klarifikasi.

“Saya dipecat dalam waktu 24 jam setelah dianugerahi penghargaan Malaysia Research Assessment oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan tidak diizinkan mengajukan banding. IIUM ingin membayar saya setara dengan enam bulan gaji tapi saya menolak,” ucapnya.

Deretan Klaim Sejarah yang Memicu Pemecatan

Benang merah masalah ini berakar pada sejumlah pernyataan kontroversial yang disampaikan Solehah selama ini. Ia menyebut masyarakat Melayu purba memiliki kemampuan terbang dan bahkan mengajarkan teknik tersebut kepada masyarakat Tiongkok. Lebih jauh lagi, ia menyatakan bangsa Romawi kuno belajar teknik perkapalan dari pelaut lokal Melayu.

Klaim-klaim lain yang ia lontarkan mencakup asal-usul bijih besi di Kedah yang dinisbatkan pada hantaman meteorit, pengaitan Siti Khadijah dengan kawasan Melayu, serta kritik terhadap pengaruh Hindu-Buddha pada masa lalu. Komunitas pakar sejarah menilai rangkaian pernyataan itu sangat melenceng dari logika ilmu pengetahuan dan berpotensi menyesatkan pemahaman publik secara luas.

Skandal Referensi The Onion dalam Karya Ilmiah

Puncak kekecewaan para peneliti muncul ketika artikel ilmiah terbitan 2018 milik Solehah kedapatan menyitir media humor The Onion sebagai referensi resmi. Temuan ini dinilai merusak nilai integritas riset dan memperkuat kesan bahwa kredo akademisnya tidak berpijak pada standar ilmiah yang berlaku.

Respons Institusional IIUM

Manajemen kampus menegaskan pencabutan seluruh hak kelembagaan yang melekat pada mantan pengajarnya tersebut. Langkah ini diambil demi menjaga reputasi publik serta objektivitas keilmuan yang selama ini dibangun institusi.

“Dia bukan lagi profesor dan tidak berhak mengeklaim hubungan apa pun dengan universitas,” demikian pernyataan IIUM, dikutip dari SCMP, Rabu (26/8/2026).

“IIUM berharap klarifikasi ini akan membantu menghindari kesalahpahaman dan menjunjung tinggi integritas serta kedudukan akademik universitas,” lanjut IIUM.

Pihak otoritas kampus memilih memutus hubungan kerja guna menghentikan distorsi sejarah yang berlarut-larut. Fenomena ini memperlihatkan batas tegas antara kebebasan berpendapat akademis dengan kewajiban menjaga validitas ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Konteks: Gelombang Teori Konspirasi Sejarah di Media Sosial

Isu ini tidak berdiri sendiri. Ia berakar dari maraknya gelombang teori konspirasi sejarah lokal yang ramai diperbincangkan di jejaring media sosial Malaysia. Solehah Yaacob kerap menjadi figur sentral dalam perdebatan tersebut karena memanfaatkan latar belakang akademisnya untuk memvalidasi klaim-klaim yang belum teruji secara empiris. Manajemen IIUM akhirnya mengambil tindakan drastis agar narasi sejarah yang beredar tetap berbasis data valid.

Frequently Asked Questions

What is Profesor IIUM Malaysia Dipecat Buntut Klaim?

Profesor IIUM Malaysia Dipecat Buntut Klaim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Profesor IIUM Malaysia Dipecat Buntut Klaim matter?

Profesor IIUM Malaysia Dipecat Buntut Klaim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi