Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

Wajah Baru Bundaran HI 2027: Jalur Bawah Tanah yang Mengubah Cara Warga Jakarta Bergerak

Robert Wilson - narakabar.com 4 mins read

Di bawah aspal Bundaran Hotel Indonesia, sebuah ruang seluas 4.439 meter persegi sedang diukir pada kedalaman sekitar 18 meter. Proyek yang secara resmi

Wajah Baru Bundaran HI 2027: Jalur Bawah Tanah yang Mengubah Cara Warga Jakarta Bergerak

Wajah Baru Bundaran HI 2027: Jalur Bawah Tanah

Narakabar.com – Di bawah aspal Bundaran Hotel Indonesia, sebuah ruang seluas 4.439 meter persegi sedang diukir pada kedalaman sekitar 18 meter. Proyek yang secara resmi diberi nama extended concourse ini ditargetkan beroperasi penuh pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan HUT Jakarta ke-500. Wajah Baru Bundaran HI 2027 bukan sekadar proyek infrastruktur; ia merupakan pergeseran mendasar dalam cara warga ibu kota berpindah antarbangunan komersial dan moda angkutan publik tanpa harus menyentuh permukaan jalan yang selama puluhan tahun menjadi simbol kemacetan.

Angka, Jadwal, dan Komitmen Politik

PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) mengalokasikan anggaran Rp148,2 miliar untuk keseluruhan konstruksi. Per Agustus 2026, progres baru menyentuh 24 persen, artinya lebih dari tiga perempat pekerjaan masih tersisa dalam rentang waktu kurang dari sepuluh bulan. Tekanan waktu ini diakui oleh seluruh pemangku kepentingan, namun jadwal tidak dinegosiasikan ulang.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan bahwa tenggat Juni 2027 merupakan komitmen politik, bukan sekadar target administratif.

“Diharapkan rampung saat HUT Jakarta ke-500,” ujar Yuke pada Selasa (1/9/2026).

Keberhasilan penyelesaian tepat waktu akan menjadi preseden bahwa infrastruktur transit bawah tanah dapat dibangun di kawasan padat tanpa menghentikan aktivitas ekonomi di atasnya. Bagi pengambil kebijakan provinsi, Wajah Baru Bundaran HI 2027 menjadi ujian nyata atas kapasitas eksekusi proyek berskala besar di jantung kota.

Konektivitas Empat Gedung dan Penghematan Waktu Harian

Desain ruang bawah tanah ini melampaui fungsi penyeberangan pejalan kaki. Akses langsung telah dipetakan menuju Plaza Indonesia, Grand Hyatt Hotel, Wisma Nusantara, dan Hotel Pullman, ditambah halte Transjakarta serta Stasiun MRT Jakarta. Seorang pengunjung yang tiba di salah satu gedung dapat berpindah ke gedung lain atau beralih moda angkutan sepenuhnya di bawah permukaan jalan, tanpa menyeberang jalur kendaraan atau menunggu lampu lalu lintas.

Fasilitas lift menjadi tulang punggung perpindahan vertikal dalam skema ini. Direktur Utama PT ITJ, Ferdiansyah Roestam, menggambarkan dampaknya sebagai perubahan fundamental dalam pengalaman harian pengguna transportasi publik.

“Pengguna transportasi publik bisa berpindah dengan lebih mudah,” jelas Roestam.

Secara kuantitatif, waktu tempuh antar-moda yang selama ini memakan lima hingga sepuluh menit di permukaan jalan akan dipangkas secara signifikan. Bagi pekerja kantoran yang berpindah antara halte busway dan stasiun MRT setiap pagi, penghematan tersebut terakumulasi menjadi puluhan jam per tahun.

Kompleksitas Teknis dan Dampak Ekonomi

Menggalikan struktur ribuan meter persegi pada kedalaman 18 meter di bawah kawasan yang sudah terbangun padat menuntut ketelitian ekstrem terhadap jaringan kabel listrik, pipa air, saluran telekomunikasi, dan utilitas bawah tanah lainnya. Setiap kesalahan pemetaan dapat menunda jadwal berbulan-bulan atau merusak layanan publik yang sudah beroperasi. Koordinasi ketat antara kontraktor, pemilik utilitas, dan otoritas transportasi menjadi syarat mutlak.

Dimensi ekonomi proyek ini mendapat sorotan khusus dari pengawas legislatif. Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Lefi, menolak membingkai ruang bawah tanah tersebut semata-mata sebagai fasilitas penyeberangan.

“Bukan hanya untuk menyeberang, tetapi juga menggerakkan ekonomi,” kata Lefi.

Estimasi yang beredar mengindikasikan sekitar 6.000 pengunjung harian akan memanfaatkan ruang multifungsi setelah beroperasi penuh. Volume tersebut setara dengan lalu lintas pejalan kaki yang selama ini menumpuk di permukaan bundaran, namun kini dialihkan ke dalam struktur tertutup yang terintegrasi dengan ritel, hotel, dan kantor. Lebih jauh, integrasi ini diproyeksikan memperkuat posisi Bundaran HI sebagai pusat ekonomi sekaligus kawasan Transit Oriented Development, di mana kepadatan hunian dan aktivitas komersial tumbuh di sekitar simpul transportasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan jalur bawah tanah Bundaran HI dijadwalkan beroperasi? Seluruh struktur ditargetkan beroperasi penuh pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan HUT Jakarta ke-500.

Berapa biaya pembangunan dan siapa yang menanggungnya? PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) menanggung biaya sebesar Rp148,2 miliar untuk proyek extended concourse seluas 4.439 meter persegi.

Apakah warga perlu keluar ke permukaan jalan untuk berpindah moda? Tidak. Akses langsung menuju empat gedung komersial utama, halte Transjakarta, dan Stasiun MRT Jakarta tersedia sepenuhnya di bawah permukaan jalan, dilengkapi lift untuk perpindahan vertikal.

Berapa progres konstruksi per Agustus 2026? Progres mencapai 24 persen. Sisa pekerjaan harus diselesaikan dalam kurang dari sepuluh bulan menuju target Juni 2027.

Frequently Asked Questions

What is Wajah Baru Bundaran HI 2027?

Wajah Baru Bundaran HI 2027 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wajah Baru Bundaran HI 2027 matter?

Wajah Baru Bundaran HI 2027 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi