Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

David Moore - narakabar.com 4 mins read

Upaya menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di kawasan Perairan Anyer masih belum membuahkan hasil pada Sabtu, 12

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Pencarian Delapan Orang di Perairan Anyer Terkendala Kabut Tebal

Narakabar.com – Upaya menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di kawasan Perairan Anyer masih belum membuahkan hasil pada Sabtu, 12 September 2026. Memasuki hari kelima operasi, tim SAR gabungan belum menemukan tanda keberadaan delapan orang tersebut.

Pencarian dilakukan di perairan sekitar Anyer, Kabupaten Serang, serta wilayah Selat Sunda yang menjadi jalur pelayaran rombongan saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Kondisi cuaca menjadi tantangan besar bagi petugas, terutama kabut tebal yang membatasi jarak pandang di laut.

Dalam proses penyisiran, KN SAR Tetuka menemukan sejumlah benda di perairan, yakni sebuah jerigen, helm, dan dua jaket pelampung. Temuan itu kini dibawa ke darat untuk diperiksa lebih lanjut. Belum ada kepastian apakah barang-barang tersebut terkait dengan kapal Arupadhatu 1 maupun para penumpangnya.

“Betul KN SAR Tetuka menemukan jerigen, helm dan 2 life jacket (kemarin). Saat ini barang bukti sedang dibawa oleh tim menuju darat untuk diserahkan ke pihak berwenang guna identifikasi lebih lanjut, tinggal kita tunggu bersama hasilnya,” kata Kepala Basarnas Banten Al Amrad, Sabtu (12/9/2026) malam.

Identifikasi Temuan Menjadi Bagian Penting Pencarian

Penemuan benda-benda di laut dapat menjadi petunjuk awal dalam operasi pencarian, tetapi identifikasi tetap diperlukan sebelum menarik kesimpulan. Petugas perlu memastikan asal barang, kondisi fisiknya, serta kemungkinan hubungannya dengan rute yang dilalui kapal Arupadhatu 1.

Tim gabungan belum menemukan korban hingga penghentian sementara operasi pada Sabtu. Pencarian direncanakan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya setelah kondisi memungkinkan. Dalam operasi di laut, kemampuan melihat permukaan air sangat menentukan karena petugas harus menyisir area yang luas sambil mempertimbangkan perubahan kondisi perairan.

“Hasil seluruh tim gabungan sampai saat ini untuk korban masih nihil. Kendala utama di lapangan seluruh tim SAR gabungan adalah kabut tebal yang sangat mengganggu jarak pandang atau visibility,” ungkap Al Amrad.

Kabut tebal di Selat Sunda membuat pengamatan dari kapal menjadi lebih sulit. Situasi tersebut juga membatasi kemampuan tim untuk mendeteksi benda terapung maupun tanda lain yang dapat mengarahkan pencarian kepada keberadaan penumpang kapal. Karena itu, penghentian sementara dilakukan sambil menunggu kondisi lapangan yang lebih mendukung keselamatan petugas dan efektivitas operasi.

Rombongan Berangkat untuk Meliput Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 sebelumnya dilaporkan hilang ketika menjalankan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Rombongan diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan di Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju area Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Hilangnya kontak dengan rombongan itu kemudian menjadi perhatian karena perjalanan berlangsung di perairan Selat Sunda, wilayah yang menghubungkan sejumlah titik pesisir Banten dan Lampung. Pencarian terus difokuskan pada kemungkinan jalur dan area yang berkaitan dengan perjalanan kapal tersebut.

Salah satu informasi yang menjadi perhatian dalam proses pencarian adalah titik sinyal terakhir lima jurnalis yang terdeteksi di Pulau Sebesi. Pulau tersebut berada di kawasan Selat Sunda dan menjadi salah satu lokasi yang relevan untuk memahami arah pergerakan rombongan sebelum komunikasi terputus.

Informasi mengenai sinyal terakhir tidak serta-merta memastikan posisi terkini para korban. Namun, data tersebut dapat membantu tim menyusun gambaran awal mengenai lokasi terakhir yang terhubung dengan perangkat komunikasi. Dalam pencarian di laut, setiap petunjuk perlu dipadukan dengan kondisi cuaca, arus, rute pelayaran, serta hasil penyisiran tim di lapangan.

Operasi Akan Dilanjutkan Saat Kondisi Memungkinkan

Hingga Sabtu malam, belum ada korban yang ditemukan. Temuan helm, jerigen, dan dua jaket pelampung masih menunggu proses identifikasi oleh pihak berwenang. Hasil pemeriksaan nantinya dapat memberi kejelasan apakah benda-benda itu memiliki keterkaitan dengan Arupadhatu 1.

Kelanjutan operasi pencarian akan sangat bergantung pada kondisi di Perairan Anyer dan Selat Sunda. Kabut yang menutupi area pencarian menjadi hambatan utama pada hari kelima, sehingga tim perlu menyesuaikan langkah di lapangan demi menjaga keselamatan seluruh personel yang terlibat.

Bagi keluarga dan rekan para jurnalis serta kru kapal, perkembangan identifikasi barang temuan dan hasil pencarian berikutnya menjadi informasi penting yang dinantikan. Tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya untuk menemukan delapan orang yang hilang, dengan harapan kondisi cuaca segera membaik dan pencarian dapat dilakukan lebih optimal.

Frequently Asked Questions

What is Hari Ke 5 Pencarian Jurnalis Hilang?

Hari Ke 5 Pencarian Jurnalis Hilang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hari Ke 5 Pencarian Jurnalis Hilang matter?

Hari Ke 5 Pencarian Jurnalis Hilang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi