1.700 Dapur MBG di Daerah Tinggi Stunting Bakal Beroperasi, Papua hingga NTT Jadi Prioritas BGN
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas dengan kehadiran 1 700 Dapur MBG di Daerah yang telah menyelesaikan proses pembangunan. Badan Gizi Nasional
1.700 Dapur MBG di Daerah Stunting Tinggi Siap Beroperasi
Narakabar.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas dengan kehadiran 1 700 Dapur MBG di Daerah yang telah menyelesaikan proses pembangunan. Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa seluruh fasilitas dapur ini siap untuk mulai beroperasi dalam waktu dekat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk menurunkan angka stunting di wilayah-wilayah prioritas Indonesia.
Wilayah-wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi menjadi fokus utama dalam penempatan 1 700 Dapur MBG di Daerah. Prioritas diberikan kepada kawasan timur Indonesia termasuk Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Maluku, dan Maluku Utara. Daerah-daerah kepulauan yang letaknya terpencil juga mendapat perhatian khusus mengingat kebutuhan gizi masyarakat yang lebih mendesak.
Proses Pemetaan dan Verifikasi Data
Sebelum memulai operasional, BGN melakukan proses pemetaan menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG yang telah dibangun. Hasil pemetaan ini kemudian di-overlay dengan data prevalensi stunting dari Kementerian Kesehatan untuk memastikan penempatan yang tepat. Sudaryono menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan secara ketat untuk menghindari kesalahan alokasi.
“Dari hasil overlay ada sekitar 1.700 dapur yang sudah siap, sudah selesai dibangun, tinggal dioperasikan, dan berada di daerah dengan angka stunting tinggi maupun sangat tinggi,” kata Sudaryono usai rapat recofusing MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Jadwal Aktivasi Bertahap Menuju Target
Aktivasi 1 700 Dapur MBG di Daerah akan dilaksanakan secara bertahap mulai pekan depan. Pada tahap awal, target yang dicapai adalah 300 dapur yang akan mulai beroperasi. Jumlah ini akan terus bertambah secara berkala hingga seluruh 13.000 dapur yang tersedia dapat dioperasikan secara optimal dan merata di seluruh Indonesia.
“Insyaallah minggu depan sekitar 300 dapur akan kami aktifkan. Minggu berikutnya bertambah lagi hingga seluruh 13 ribu dapur tersebut dapat diaktivasi. Yang memang belum perlu akan kami sisir kembali,” ucapnya.
Identifikasi Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia
Selain memastikan lokasi dan jumlah dapur sesuai dengan data prevalensi stunting, BGN juga melakukan penyisiran titik penerima manfaat di seluruh Indonesia. Saat ini terdapat lebih dari 27.000 titik yang sedang dipetakan, termasuk identifikasi sekolah-sekolah sebagai penerima manfaat utama program MBG.
“Sekarang ada sekitar 27 ribu lebih titik yang sedang kita sisir, termasuk penerima manfaat di sekolah mana saja,” pungkas Sudaryono.
Dampak Program bagi Masyarakat Lokal
Kehadiran 1 700 Dapur MBG di Daerah diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan gizi masyarakat. Program ini tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memastikan akses yang merata bagi anak-anak dan keluarga di wilayah terpencil. Dengan operasional yang terencana, program MBG dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang 1 700 Dapur MBG di Daerah
Berapa jumlah total dapur MBG yang akan dioperasikan? Total terdapat 13.000 dapur MBG yang akan dioperasikan secara bertahap, dengan 1 700 Dapur MBG di Daerah menjadi prioritas awal.
Wilayah mana saja yang menjadi prioritas operasional? Prioritas utama meliputi Papua, NTT, Nias, Maluku, Maluku Utara, dan berbagai daerah kepulauan terpencil di Indonesia bagian timur.
Kapan operasional 1 700 Dapur MBG di Daerah dimulai? Operasional dimulai secara bertahap mulai pekan depan dengan target awal 300 dapur pada tahap pertama.
Berapa jumlah penerima manfaat yang dipetakan? Saat ini terdapat lebih dari 27.000 titik penerima manfaat yang sedang dipetakan, termasuk sekolah-sekolah sebagai penerima utama.
