27 Pejabat Polri Dilantik, Kursi Kapolda Metro Jaya Justru Masih Kosong Ini Alasannya
Polri merampungkan rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, dan korps raport kenaikan pangkat bagi jajaran perwira tinggi pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026
Pelantikan 27 Pejabat Polri Digelar, Posisi Kapolda Metro Jaya Menunggu Kepulangan Dadang Hartanto
Narakabar.com – Polri merampungkan rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, dan korps raport kenaikan pangkat bagi jajaran perwira tinggi pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Acara resmi itu berlangsung di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, dengan melibatkan 27 pejabat utama Mabes Polri dan kepala kepolisian daerah.
Meski sejumlah posisi strategis telah resmi berganti, jabatan Kapolda Metro Jaya belum masuk dalam agenda pelantikan malam tersebut. Irjen Pol. Dadang Hartanto, yang disiapkan untuk menduduki posisi itu, masih menjalankan ibadah umrah. Pelantikan akan dijadwalkan kembali setelah ia kembali.
“Iya, ada satu Bapak Kapolda Metro sedang umrah, ya. Sedang umrah beliau, tentu nanti akan dilakukan oleh Bapak Kapolri,”
Pernyataan itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko selepas kegiatan di Mabes Polri. Dengan demikian, kursi pimpinan kepolisian di wilayah Metro Jaya belum diserahterimakan dalam rangkaian yang digelar pada malam itu.
Rangkaian Jabatan Kapolda Metro Jaya
Penundaan tersebut juga berkaitan dengan jabatan Irwasum Polri yang belum diserahterimakan. Saat dimintai penjelasan mengenai posisi itu, Trunoyudo menyebut prosesnya masih menjadi bagian dari rangkaian agenda yang terkait dengan pelantikan Kapolda Metro Jaya.
“Ya, rangkaian tadi. Pertanyaannya kan rangkaian dari Kapolda Metro,” katanya.
Posisi Kapolda Metro Jaya memiliki perhatian luas karena wilayah kerjanya mencakup kawasan ibu kota dan daerah penyangga yang memiliki aktivitas pemerintahan, ekonomi, sosial, serta mobilitas masyarakat yang tinggi. Namun, Polri menegaskan bahwa penundaan pelantikan kali ini terjadi karena alasan ibadah pejabat yang bersangkutan, bukan karena perubahan keputusan terhadap penempatan jabatan tersebut.
Pelantikan pejabat kepolisian merupakan tahap formal yang menandai pengukuhan seseorang pada jabatan baru. Sementara itu, serah terima jabatan atau sertijab menjadi proses pergantian tanggung jawab dari pejabat sebelumnya kepada pejabat penerus. Dalam kegiatan malam itu, dua agenda tersebut dijalankan bersamaan untuk sejumlah jabatan di lingkungan Mabes Polri dan kepolisian daerah.
Pergeseran di Sejumlah Posisi Penting
Jabatan yang mengalami serah terima mencakup beberapa posisi utama di tubuh Polri. Di antaranya adalah Kabaintelkam Polri, Kabareskrim Polri, Kabaharkam Polri, Kalemdiklat Polri, hingga Kadiv Propam. Pergantian pada jabatan-jabatan itu merupakan bagian dari pergeseran personel dalam skala besar.
Selain sertijab, Polri juga melantik pejabat pada dua jabatan tertentu, yakni Astamarena Kapolri dan Korspripim. Keseluruhan agenda pejabat utama Mabes Polri dan Kapolda yang masuk dalam acara tersebut berjumlah 27 jabatan.
“Untuk dua jabatan yang dilakukan pelantikan adalah Astamarena Kapolri, ya, dan juga Korspripim. Seluruhnya ada 27 jabatan,” tambahnya.
Trunoyudo menyampaikan bahwa kegiatan itu telah menuntaskan rangkaian utama yang dijadwalkan untuk malam tersebut. Acara tidak hanya berfokus pada perpindahan tugas, melainkan juga mencakup pengakuan formal atas kenaikan pangkat sejumlah perwira tinggi.
“Malam ini telah selesai rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, disertai dengan korp raport untuk kenaikan pangkat pati,” ujar Trunoyudo.
23 Perwira Tinggi Naik Pangkat
Dalam kesempatan yang sama, korps raport kenaikan pangkat diikuti oleh 23 perwira tinggi Polri. Rinciannya, tujuh personel memperoleh kenaikan pada tingkat Komisaris Jenderal, 14 perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal, serta dua perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal.
“Kemudian teman-teman media, ini juga diikuti dengan korps raport ada 23 perwira tinggi, ya. Yang pertama untuk tingkat Komisaris Jenderal ada 7 personel, dan kemudian 14 personel perwira pati Polri yang berpangkat Inspektur Jenderal, dan ada dua korp raport dengan perwira tingkat tinggi, perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal,” paparnya.
Korps raport merupakan tradisi kedinasan untuk menandai kenaikan pangkat seorang personel. Dalam konteks organisasi Polri, kenaikan pangkat dan perpindahan jabatan menjadi dua proses yang berbeda, tetapi dapat dilaksanakan dalam satu rangkaian upacara apabila jadwal dan kebutuhan organisasi memungkinkan.
Rangkaian sertijab serta pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari Telegram Rahasia nomor 2205. Dokumen itu mencakup pergeseran sebanyak 88 personel. Adapun agenda pada Sabtu malam berfokus pada pejabat utama Mabes Polri serta sejumlah Kapolda yang termasuk dalam cakupan perubahan tersebut.
“Tentu rangkaian serah terima ini merupakan rangkaian dari surat telegram nomor 2205, ini sebanyak 88 personel. Dan saat ini yang diserahterimakan tadi adalah merupakan PJU dan para Kapolda jajaran,” jelasnya.
Dengan telah terlaksananya sebagian besar agenda, perhatian berikutnya tertuju pada jadwal pelantikan Irjen Pol. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya dan penyelesaian rangkaian yang berkaitan dengan jabatan Irwasum Polri. Polri menyatakan pelantikan Kapolda Metro Jaya nantinya akan dipimpin oleh Kapolri setelah Dadang Hartanto menuntaskan ibadah umrah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 27 Pejabat Polri Dilantik Kursi Kapolda?
27 Pejabat Polri Dilantik Kursi Kapolda is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 27 Pejabat Polri Dilantik Kursi Kapolda matter?
27 Pejabat Polri Dilantik Kursi Kapolda matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
