Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Announced: Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Emily Moore - narakabar.com 3 mins read 5 views

n Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya Announced, Badan Geologi mengklaim bahwa video erupsi Anak Krakatau yang

Announced: Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Announced, Badan Geologi mengklaim bahwa video erupsi Anak Krakatau yang viral di media sosial merupakan berita hoaks. Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan pada Minggu (5/7/2026), lembaga tersebut menyatakan bahwa informasi yang disebarkan, seperti klaim bahwa radius bahaya mencapai 5 kilometer, tidak benar. Ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membagikan konten yang belum diverifikasi.

Klarifikasi Badan Geologi

Dalam rilis persnya, Lana Saria, Plt. Kepala Badan Geologi, menjelaskan bahwa video tersebut bukan merekam erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini. “Announced, informasi tersebut merupakan hoaks karena tidak sesuai dengan kondisi nyata,” tambahnya. Menurutnya, larangan aktivitas diberlakukan hanya dalam radius 3 km dari titik erupsi. Jumlah ini disepakati setelah analisis data vulkanik yang memastikan tingkat risiko di area tersebut tidak terlalu tinggi.

Badan Geologi menegaskan bahwa kejadian erupsi di Anak Krakatau pada akhir Desember 2023 sudah berakhir. Aktivitas magmatik berenergi rendah yang sempat terpantau di sekitar kawah pada masa itu kini berada dalam fase istirahat. Meski demikian, pihak berwenang tetap memantau gunung berapi ini melalui dua pos pengamatan, yaitu Kalianda di Lampung Selatan dan Pasauran di Kabupaten Serang, Banten.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Saat Ini

Announced, Badan Geologi menyebut bahwa Gunung Anak Krakatau kini berada dalam kondisi stabil. Namun, kejadian vulkanik skala kecil masih terjadi secara rutin, dengan catatan dua erupsi tercatat pada 2 dan 3 Juli 2026. Pada 2 Juli pukul 14.05 WIB, terjadi letusan kecil yang menghasilkan awan panas dan abu vulkanik. Dua hari kemudian, pukul 11.50 WIB, kejadian serupa kembali terjadi, meski intensitasnya lebih rendah.

Analisis yang Announced oleh Badan Geologi menunjukkan bahwa bahaya terbesar berada di area dalam 3 km dari kawah. Wilayah tersebut rentan terhadap ancaman seperti guguran lava, awan panas, dan letusan yang bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan. Sementara itu, daerah di luar radius ini dianggap aman, meski tetap disarankan untuk memantau perubahan aktivitas gunung berapi.

Announced, masyarakat sekitar dianjurkan untuk tidak langsung percaya pada video yang memperbesar skala erupsi. Selain itu, para wisatawan dan nelayan juga perlu memahami bahwa Gunung Anak Krakatau, meskipun aktif, tidak selalu berisiko menghasilkan dampak besar. Badan Geologi menekankan bahwa semua informasi resmi hanya diterbitkan melalui kanal PVMBG dan MAGMA Indonesia, sehingga meminimalkan penyebaran informasi yang tidak akurat.

Untuk memastikan kebenaran informasi, Announced, Badan Geologi menyarankan masyarakat memeriksa sumber terpercaya sebelum membagarkan berita. Fakta-fakta seperti radius bahaya, tingkat aktivitas, dan data seismik harus diverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Hal ini terutama penting bagi daerah yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau, seperti Pulau Rakata dan Pulau Sempu.

Announced, keberadaan Gunung Anak Krakatau sebagai gunung api tipe A membuatnya tetap memerlukan pengawasan intensif. Meski tidak sedang dalam fase erupsi, gunung berapi ini bisa kembali aktif kapan saja. Oleh karena itu, Badan Geologi terus memperbarui data melalui pengamatan real-time, memastikan bahwa setiap perubahan kondisi dikomunikasikan secara tepat kepada publik.

Gabung diskusi