Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

Sarah Jackson - narakabar.com 3 mins read 9 views

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, secara tegas menyatakan bahwa BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan program perbaikan sekolah yang rusak. Pernyataan

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Dua Program Tak Perlu Dipertentangkan

Narakabar.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, secara tegas menyatakan bahwa BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan program perbaikan sekolah yang rusak. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas fenomena viral yang terjadi pada Rabu, 29 Juli 2026. Kejadian tersebut bermula dari foto para pelajar yang terlihat menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di area sekolah dasar yang kondisinya hampir roboh di Grobogan, Jawa Tengah.

Kedua Program Memiliki Mekanisme Berbeda

Sudaryono menjelaskan secara rinci bahwa pembangunan dapur MBG dan perbaikan bangunan sekolah merupakan dua inisiatif yang terpisah secara operasional. Oleh karena itu, menurutnya tidak tepat apabila kedua program ini dipertentangkan satu sama lain di tengah masyarakat. Setiap program memiliki mekanisme dan penanggung jawab yang berbeda dalam pelaksanaannya.

Rehabilitasi sekolah berjalan dengan skema anggaran tersendiri yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara itu, dapur MBG dibangun oleh mitra melalui prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya oleh BGN. Hal ini menunjukkan bahwa kedua program tidak saling bergantung atau mengorbankan satu sama lain dalam penggunaan anggaran.

“Terkait sekolah yang rusak di Grobogan, saya kira bisa cek, sudah di-follow up. Jadi sebetulnya sebelum saya jadi Kepala BGN, saya sering berkampanye, sekolah rusak ini sudah tinggal lapor, ada portalnya, diberesin,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Masyarakat Diminta Gunakan Saluran Resmi

Untuk menangani masalah infrastruktur pendidikan, Sudaryono mengajak warga agar memanfaatkan saluran pelaporan yang telah disediakan pemerintah. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu membandingkan kondisi sekolah rusak dengan pembangunan dapur MBG. BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan program lain karena keduanya memiliki tujuan yang berbeda namun sama-sama penting untuk kemajuan pendidikan.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk tidak memperkeruh persoalan. Kalau Anda temukan sekolah rusak, ya sudah sekolah rusaknya difoto-foto, dilaporkan saja, enggak perlu kemudian dibandingkan dengan dapur MBG, karena enggak nyambung mohon maaf,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa membandingkan kedua program tersebut dianggap tidak adil karena keduanya berasal dari mekanisme yang berbeda dan tidak saling mengorbankan. Masyarakat sering kali salah memahami prioritas anggaran pemerintah tanpa mengetahui detail pelaksanaan masing-masing program.

“Jangan kemudian jadi seolah-olah ada dikontradiksikan itu, mohon maaf itu enggak fair,” imbuhnya.

Latar Belakang Kontroversi dan Solusi

Kontroversi ini bermula ketika publik menyoroti foto viral yang menunjukkan siswa-siswi menyantap MBG di depan bangunan sekolah dasar Grobogan yang kondisinya memprihatinkan. Kondisi tersebut memicu perdebatan di media sosial mengenai prioritas penggunaan anggaran pemerintah. Banyak pihak yang merasa ironis melihat program makan bergizi gratis berjalan sementara fasilitas sekolah masih dalam kondisi buruk.

BGN kemudian menegaskan bahwa pembangunan dapur MBG dan perbaikan infrastruktur sekolah tidak dapat disandingkan sebagai dua program yang saling bertentangan. Keduanya memiliki mekanisme serta penanggung jawab yang berbeda sehingga tidak ada saling mengorbankan antara satu program dengan program lainnya. BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan program rehabilitasi sekolah karena keduanya memiliki jalur anggaran yang terpisah.

Sudaryono juga menjelaskan bahwa portal pelaporan sekolah rusak sudah tersedia dan aktif digunakan oleh masyarakat. Program MBG sendiri telah berjalan dengan baik di berbagai daerah termasuk Jawa Tengah. Dengan adanya penjelasan dari BGN, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa kedua program ini berjalan paralel dan saling melengkapi, bukan saling bertentangan seperti yang selama ini diperdebatkan.

Gabung diskusi