Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Sarah Martinez - narakabar.com 3 mins read 4 views

i Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU Biang Kerok Blackout Polri Bongkar Korupsi - Polri telah mengungkap kasus korupsi batu bara PLTU yang menjadi biang kerok

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout: Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU

Biang Kerok Blackout Polri Bongkar Korupsi – Polri telah mengungkap kasus korupsi batu bara PLTU yang menjadi biang kerok blackout massal di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam penyelidikan yang dipimpin oleh Kortastipidkor (Kepolisian Resor Kota Administrasi) Polri, penyidik menemukan bukti kuat mengenai praktik penyalahgunaan dalam pengadaan batu bara untuk beberapa PLTU. Tindakan ini memicu kenaikan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan, yang diumumkan pada 4 Juli 2026.

Penyelidikan Korupsi Batu Bara PLTU

Kasus korupsi ini terungkap setelah tim penyidik Polri melakukan penelusuran terhadap proses pengadaan batu bara yang melibatkan PT OBP dan PT BRA. Dua perusahaan tersebut diduga melakukan manipulasi dalam kualitas, kuantitas, serta pembayaran kontrak. Praktik penyalahgunaan ini diduga menyebabkan gangguan pasokan batu bara ke PLTU, yang berujung pada listrik padam massal.

“Setelah penyelidikan yang mendalam, Kortastipidkor Polri menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan karena ditemukan indikasi tindak pidana korupsi yang mengakibatkan gangguan pasokan batu bara,” kata Irjen Totok Suharyanto, Kepala Bareskrim Polri, pada Senin (6/7/2026).

Kasus ini berlangsung berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/6/VII/2026/KORTASTIPIDKOR POLRI dan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP.Sidik/63/VII/RES.3.1./2026/Kortastipidkor yang dikeluarkan pada 4 Juli 2026. Penyidikan terus dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku utama dan menelusuri aliran dana yang terlibat dalam skandal ini.

Dampak Korupsi pada Pasokan Listrik

Praktik korupsi dalam pengadaan batu bara PLTU diduga memicu gangguan pasokan energi listrik di wilayah seperti Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta sebagian Jabodetabek. Masalah pasokan batu bara disebut menjadi penyebab utama blackout massal yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

“Penyidik menemukan bahwa manipulasi dalam kualitas dan kuantitas batu bara mengakibatkan kurangnya pasokan ke PLTU, sehingga memicu pemadaman listrik di berbagai daerah,” jelas Brigjen Robertus Yohanes De Deo, salah satu penyidik yang terlibat.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan energi listrik. Korupsi dalam pengadaan batu bara tidak hanya merugikan keuangan negara tetapi juga menyebabkan gangguan layanan publik yang signifikan. Penyidik sedang memeriksa apakah ada indikasi pencucian uang dalam skandal ini.

Konsekuensi dan Langkah Selanjutnya

Kasus korupsi yang diungkap Polri menunjukkan bahwa biang kerok blackout massal bukan hanya faktor teknis, tetapi juga keterlibatan praktik korupsi yang merugikan negara. Penyidik berharap investigasi ini dapat mengungkap seluruh jaringan korupsi dan menghukum pelaku secara adil.

Modus korupsi yang terungkap mencakup upaya mengurangi kuantitas batu bara yang dipasok, serta mengubah dokumen kualitas untuk menyesuaikan nilai kontrak. Penyelidikan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi pihak-pihak terkait untuk lebih mengawasi proses pengadaan bahan bakar listrik.

“Biang kerok blackout ini terbukti berkaitan langsung dengan pengadaan batu bara PLTU yang tidak sesuai dengan standar kualitas dan jumlah yang diperlukan,” tambah Robertus dalam wawancara terpisah.

Polri juga berencana memperluas investigasi ke perusahaan lain yang terlibat dalam pengadaan batu bara. Penyidik berharap dengan munculnya bukti-bukti kuat, kasus ini dapat diselesaikan secara cepat dan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan energi listrik.

Gabung diskusi