Brankas Berisi Dolar Disita di Cafe de’CLAN – Nama Jampidsus Febrie Adriansyah Ikut Terseret
Brankas Berisi Dolar Disita di Cafe de'CLAN, Febrie Adriansyah Diduga Terlibat Brankas Berisi Dolar Disita di Cafe - Dalam operasi penyelidikan yang dilakukan
Brankas Berisi Dolar Disita di Cafe de’CLAN, Febrie Adriansyah Diduga Terlibat
Brankas Berisi Dolar Disita di Cafe – Dalam operasi penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebuah brankas berisi uang asing ditemukan di kafe de’CLAN yang terletak di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Brankas tersebut menjadi bukti penting dalam kasus korupsi serta pencucian uang yang sedang diusut. Aksi penyitaan ini merupakan bagian dari upaya mengungkap kegiatan ilegal yang terkait dengan pengelolaan dana tidak transparan.
Penyidik menemukan brankas tersembunyi di balik lemari, yang diduga digunakan untuk menyimpan uang tunai dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD) dan dolar Singapura (SGD), serta dokumen pendukung. Pemilik kafe tersebut, bersama tim kecil, sedang diperiksa lebih lanjut untuk memastikan hubungan langsung antara brankas dan kasus-kasus korupsi yang tengah ditelusuri. Temuan ini meningkatkan keyakinan penyidik bahwa ada alur dana yang tidak terdeteksi oleh pihak-pihak terkait.
Proses Penyitaan dan Penyelidikan Lanjutan
Operasi penyitaan dilakukan setelah petugas mendapat informasi tentang aliran dana mencurigakan yang bergerak melalui kafe de’CLAN. Brankas yang ditemukan bukan hanya menyimpan uang tunai, tetapi juga dokumen yang menunjukkan adanya hubungan antara bisnis kafe dengan transaksi keuangan korupsi. “Kita masih mengumpulkan bukti lebih lanjut, termasuk beberapa transaksi keuangan terkait uang asing,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam konferensi pers di lokasi penyitaan.
Pemeriksaan terhadap brankas berisi dolar juga dilakukan dengan menggali latar belakang para pelaku transaksi. Penyidik menyatakan bahwa brankas ini menjadi bagian dari upaya penyaluran dana ilegal ke berbagai sektor, termasuk kawasan bisnis yang terkait dengan kegiatan korupsi. “Kita mengidentifikasi beberapa alur dana yang menyimpang dari prosedur standar, termasuk dana yang berasal dari bisnis yang tidak terkait langsung dengan proyek korupsi,” tambah Budi.
Di samping brankas, penyidik juga menyita sejumlah dokumen keuangan yang berhubungan dengan pengelolaan dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat. Dokumen tersebut diklaim dapat menjelaskan bagaimana uang asing masuk ke dalam sistem bisnis kafe dan digunakan untuk menutupi transaksi korupsi. “Dari dokumen yang kita amankan, ditemukan beberapa pembukuan yang tidak sesuai dengan laporan keuangan resmi,” jelas Budi.
Kasus Korupsi dan Penyelidikan Terhadap Febrie Adriansyah
Kasus yang sedang ditelusuri melibatkan beberapa proyek besar, seperti dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PT PLN, skandal PT Asabri pada periode 2020–2025, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. Brankas yang ditemukan di kafe de’CLAN diduga menjadi salah satu titik perantara dalam pengeluaran dana dari skandal tersebut. “Dugaan ini terkait erat dengan kegiatan pencucian uang yang diduga dilakukan oleh Febrie Adriansyah, jaksa agung muda tindak pidana khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung,” tambah Budi.
Febrie Adriansyah, yang selama ini dikenal aktif dalam kasus penanganan dana korupsi, sedang diperiksa lebih lanjut terkait peran dalam pengelolaan uang asing di kafe tersebut. Meski belum ada pengakuan resmi, penyidik menilai bahwa keterlibatan Febrie Adriansyah dapat menjadi kunci dalam mengungkap skala kegiatan korupsi. “Kita sedang menginvestigasi apakah Febrie Adriansyah terlibat langsung atau hanya sebagai pendukung dalam alur dana ini,” kata Budi.
Proses penyitaan dan pemeriksaan berlangsung selama beberapa hari setelah penyelidikan dimulai. Tim penyidik dari Polda Metro Jaya dan KPK mengumpulkan bukti-bukti yang bisa mengungkap alur dana dari proyek korupsi ke dalam sistem bisnis kafe. “Dari sini, kita akan melihat apakah ada dana yang dialirkan ke kafe sebagai alat penyembunyian, atau sebaliknya,” jelas Budi. Selain itu, tim juga menyita sejumlah kartu kredit dan rekening bank yang terkait dengan kegiatan tersebut.
Brankas berisi dolar di kafe de’CLAN disebut sebagai bukti utama dalam upaya menyelidiki dugaan pencucian uang. Uang asing yang disimpan dalam brankas menunjukkan bahwa kegiatan korupsi tidak hanya terjadi di sektor pemerintahan, tetapi juga melibatkan bisnis swasta. “Ini membuka kemungkinan bahwa ada kolaborasi antara pihak-pihak korupsi dengan entitas bisnis lainnya untuk menutupi keuntungan ilegal,” kata Budi. Selain itu, penyidik juga sedang menggali apakah ada transaksi lain yang terkait dengan uang
