Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

DPR Ingatkan Bahaya El Nino: Waspada Heat Stroke, Dehidrasi, Hingga Gangguan Gizi

Sandra Martin - narakabar.com 3 mins read 3 views

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Obet Rumbruren, yang juga merupakan anggota Komisi IX, menyampaikan peringatan keras mengenai potensi ancaman

DPR Ingatkan Bahaya El Nino: Waspada Heat Stroke, Dehidrasi, Hingga Gangguan Gizi

DPR Ingatkan Bahaya El Nino: Waspada Heat Stroke dan Dehidrasi

Narakabar.com – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Obet Rumbruren, yang juga merupakan anggota Komisi IX, menyampaikan peringatan keras mengenai potensi ancaman kesehatan serius akibat fenomena El Nino. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh hanya fokus pada dampak lingkungan dan pertanian, tetapi juga harus waspada terhadap berbagai gangguan kesehatan yang bisa muncul secara signifikan.

Menurut Obet, kondisi cuaca ekstrem yang ditimbulkan El Nino dapat memicu serangkaian masalah medis serius. Mulai dari heat stroke dan dehidrasi akibat paparan suhu tinggi yang berkepanjangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Selain itu, gangguan gizi juga menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kondisi alam yang demikian, hendaknya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewaspadaan dan langkah antisipatif sejak dini untuk melindungi kelompok yang paling rentan terdampak,

— Obet Rumbruren kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026)

Fenomena El Nino sendiri dipicu oleh pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Kondisi ini menyebabkan penurunan curah hujan dan memperpanjang musim kemarau di Indonesia. Obet menjelaskan bahwa perubahan iklim tersebut membuka peluang bagi munculnya berbagai ancaman kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.

Beberapa risiko kesehatan yang disebutkan meliputi heat stroke dan dehidrasi akibat paparan suhu ekstrem dalam waktu lama. Kualitas udara yang memburuk serta asap kebakaran hutan juga meningkatkan kasus ISPA. Sementara itu, krisis air bersih berpotensi memicu penyakit yang bersumber dari air seperti diare, kolera, tifoid, dan leptospirosis.

Di sisi lain, ketahanan pangan yang terganggu dapat menyebabkan gangguan gizi. Tekanan kesehatan jiwa juga meningkat pada masyarakat yang mengalami kekeringan atau gagal panen. Akses layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil dan rawan bencana, pun semakin terbebani oleh meningkatnya jumlah pasien.

Obet mengidentifikasi kelompok paling rentan terhadap dampak El Nino. Mereka antara lain lansia, balita, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Masyarakat yang tinggal di daerah dengan keterbatasan akses air bersih dan fasilitas kesehatan juga termasuk dalam kategori berisiko tinggi dan memerlukan perhatian khusus.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Obet menyarankan sejumlah langkah preventif. Konsumsi air putih perlu ditingkatkan, sementara aktivitas berat di luar ruangan sebaiknya dihindari pada jam-jam terpanas. Penggunaan masker saat kualitas udara memburuk juga penting. Menjaga kebersihan air minum dan sanitasi lingkungan menjadi kunci agar El Nino tidak berkembang menjadi krisis kesehatan.

Kesadaran dan tindakan sejak dini dari seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak El Nino terhadap kesehatan masyarakat,

— Obet Rumbruren

Instruksi Mendagri untuk Kesiapsiagaan Daerah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh kepala daerah. Instruksi tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan paling terasa pada musim kemarau Juli hingga Oktober 2026.

Keputusan ini diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan fenomena El Nino berlangsung sejak Mei 2026 hingga Mei 2027. Puncak dampaknya diprediksi terjadi pada pertengahan hingga akhir musim kemarau tahun ini.

Pemerintah menilai El Nino berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih, serta mengganggu sektor pertanian, perkebunan, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Oleh karena itu, seluruh pemerintah daerah diminta segera berkoordinasi dengan BPBD, dinas pertanian, dinas pengairan, serta instansi terkait.

Langkah mitigasi harus disesuaikan dengan tingkat kerawanan wilayah masing-masing. Sinergi dengan Forkopimda, TNI, Polri, penyuluh pertanian, pemadam kebakaran, hingga pemerintah desa juga diperkuat agar dampak El Nino dapat diantisipasi lebih cepat dan efektif.

Koordinasi antarinstansi ini menjadi penting untuk memitigasi risiko krisis air bersih, gagal panen, serta kebakaran hutan yang dapat terjadi selama periode El Nino berlangsung. DPR juga akan terus memantau pelaksanaan instruksi tersebut di tingkat daerah.

Gabung diskusi