Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Important Visit: TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

William Williams - narakabar.com 3 mins read 4 views

Important Visit: TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum Important Visit - Dalam sebuah kejadian yang menimbulkan

Important Visit: TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

Important Visit: TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

Important Visit – Dalam sebuah kejadian yang menimbulkan perdebatan, TNI melakukan pengawasan langsung di kediaman Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap prinsip supremasi hukum dan independensi lembaga penegak hukum sipil, menurut Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Keberadaan militer di tengah proses penyidikan kasus korupsi batu bara dianggap sebagai bentuk intervensi yang bisa mengurangi kredibilitas sistem hukum.

Kasus korupsi batu bara yang tengah diselidiki Polri dinilai memiliki dampak besar terhadap masyarakat, terutama dalam mencegah krisis listrik di sejumlah wilayah. Usman Hamid menekankan bahwa tata kelola energi batu bara yang tidak transparan berpotensi merusak hak warga atas standar hidup layak. Ia menambahkan bahwa keadilan dalam penyidikan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga hukum. “Kehadiran TNI di tempat penegak hukum sipil menunjukkan ancaman remiliterisasi dalam sistem hukum,” ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (9/7/2026).

“Pemisahan fungsi antara militer dan kejaksaan merupakan prinsip yang fundamental dalam demokrasi. Jika TNI terus berperan dalam ranah hukum sipil, ini bisa mengakibatkan penurunan independensi proses hukum dan ancaman terhadap supremasi sipil,” tambah Usman Hamid.

Pengawasan militer terhadap kejaksaan dalam penyidikan dugaan korupsi batu bara mencerminkan pergeseran peran lembaga keamanan. Usman menyoroti bahwa Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 memberikan ruang bagi TNI untuk terlibat lebih aktif dalam kasus hukum. Ia mempertanyakan apakah ini membawa dampak positif atau justru mengintimidasi proses investigasi yang semestinya bersifat netral. “Important Visit ini menjadi titik awal dari kebijakan yang mungkin mengubah struktur sistem hukum Indonesia,” kata dia.

Kehadiran ratusan prajurit TNI di rumah Febrie disebut sebagai bentuk tekanan terhadap institusi hukum sipil. Usman mengatakan bahwa tindakan ini bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap keadilan. Sejumlah kalangan menilai kebijakan memperluas keterlibatan militer dalam kasus korupsi adalah langkah strategis untuk memastikan proses hukum berjalan cepat. Namun, hal tersebut juga dianggap sebagai tanda kecenderungan sistem hukum Indonesia mengalami erosi supremasi sipil. “Important Visit ini memicu diskusi serius tentang peran TNI dalam ranah hukum,” jelas Usman.

Impak pada Sistem Pemerintahan dan Kepatuhan Hukum

Kasus korupsi yang diusut oleh Polri mencerminkan pentingnya penegakan hukum dalam menjaga stabilitas ekonomi dan lingkungan. Usman Hamid menyoroti bahwa kehadiran TNI di tengah proses ini bisa memengaruhi keputusan hukum yang diambil oleh jaksa. Ia memperingatkan bahwa jika independensi kejaksaan terganggu, maka kemungkinan keadilan tidak akan tercapai secara maksimal. “Important Visit ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem hukum, bukan ancaman terhadapnya,” tegasnya.

Pemerintah mengatakan bahwa TNI dikerahkan untuk memastikan keamanan selama penyidikan. Namun, sejumlah pihak mengkritik keputusan ini karena menimbulkan kesan keterlibatan militer dalam urusan hukum yang seharusnya dipegang oleh lembaga sipil. Amnesty International menilai bahwa tindakan ini bisa mengakibatkan ketergantungan publik pada kekuasaan militer dan mengurangi kepercayaan terhadap proses hukum yang independen. Usman menekankan bahwa keadilan harus dipertahankan secara objektif, terlepas dari tekanan dari lembaga penegak hukum lain.

Sebagai lembaga non-pemerintah, Amnesty International berharap pemerintah memastikan proses hukum tetap bebas dari campur tangan militer. Usman Hamid menyebut bahwa keterlibatan TNI dalam kasus ini harus diawasi secara ketat untuk mencegah penyalahgunaan wewenang. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penyidikan, agar masyarakat bisa memahami mekanisme penegakan hukum. “Important Visit ini menjadi contoh nyata bagaimana kekuasaan militer bisa memengaruhi jalannya proses hukum,” pungkasnya.

Gabung diskusi