Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Key Discussion: Dengar Curhatan Korban, DPR Minta Polisi Pertimbangkan Istri Bos Hanania Travel Jadi Tersangka

Sandra Martin - narakabar.com 3 mins read 11 views

isi Pertimbangkan Istri Bos Hanania Travel Jadi Tersangka: Key Discussion Key Discussion menjadi topik utama dalam rapat Komisi III DPR RI yang digelar di

Key Discussion: Dengar Curhatan Korban, DPR Minta Polisi Pertimbangkan Istri Bos Hanania Travel Jadi Tersangka

DPR Minta Polisi Pertimbangkan Istri Bos Hanania Travel Jadi Tersangka: Key Discussion

Key Discussion menjadi topik utama dalam rapat Komisi III DPR RI yang digelar di Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (18/6/2026). Para anggota dewan mengungkapkan kekecewaan terhadap langkah penyidik Polda Metro Jaya yang belum menetapkan Nisa Bahri, istri dari tersangka utama kasus penipuan Hanania Travel, sebagai tersangka. Sesi ini menghadirkan keluhan korban yang menekankan peran strategis Nisa dalam bisnis yang diduga terlibat dalam penggelapan dana sebesar Rp33 juta dari seorang lansia usia 67 tahun.

Curhatan Korban Mengemukakan Keterlibatan Nisa dalam TPPU

Korban yang hadir dalam diskusi menyampaikan pertanyaan tajam terhadap penyidik, menyoroti kecepatan penanganan kasus yang dinilai tidak memadai. “Bagaimana dengan Anisa yang sampai detik ini belum dilakukan penangkapan? Karena kalau kita sudah berbicara mengenai TPPU itu cepat sekali. Mereka lumayan profesional dan ahli dalam mencari trik agar uang itu cepat keluar,” ujar salah satu korban dalam sesi Key Discussion di tengah rapat. Pertanyaan ini menggambarkan keheranan korban terhadap penjelasan bahwa Nisa hanya dianggap saksi, meski ia memiliki peran penting sebagai komisaris di perusahaan.

Menurut korban, Nisa Bahri tidak hanya sekadar istri dari Ahmad Syah Farhan, namun juga aktif dalam pengambilan keputusan bisnis. Ia disebut sebagai penopang operasional Hanania Travel yang diduga melakukan penipuan terhadap korban di Kalideres. Keterlibatan Nisa dalam proses pencucian uang menjadi alasan utama korban menuntut agar statusnya dipertimbangkan kembali. “Kalau komisaris apalagi istri dari Farhan, sangat layak jadi tersangka. Tolong dipertimbangkan lagi, Pak,” tegas Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, dalam Key Discussion tersebut.

Penjelasan Penyidik dan Kritik dari DPR

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanudin, menjelaskan bahwa Nisa tetap dianggap saksi karena keberadaannya sebagai istri dan komisaris di perusahaan masih relevan dalam pengumpulan bukti. Namun, Habiburokhman menilai penjelasan tersebut kurang memadai dan menekankan perlunya evaluasi lebih lanjut. “Agak kurang ini, Pak. Kalau saya, komisaris apalagi istri dari Farhan, sangat layak jadi tersangka. Tolong dipertimbangkan lagi, Pak,” ujarnya dalam Key Discussion yang berlangsung tajam.

Dalam sesi Key Discussion, Habiburokhman juga menyampaikan kekhawatiran bahwa penahanan Nisa sebagai saksi bisa menghambat investigasi. Ia mempertanyakan kecepatan penanganan kasus penipuan yang telah menguras waktu dan sumber daya. “Kita harus lebih berhati-hati dalam menentukan status tersangka agar tidak ada kelemahan dalam proses hukum,” tambahnya. Kritik ini mendapat dukungan dari beberapa anggota dewan yang menilai Nisa perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap alur keuangan dan peran perusahaan dalam skema penipuan.

Kasus Hanania Travel sendiri menyeret puluhan korban dari berbagai latar belakang, termasuk lansia dan masyarakat menengah. Penipuan ini dilakukan melalui sistem ritual buka aura, yang menjadi salah satu metode penipuan di Indonesia. Para korban memperlihatkan dokumen dan bukti-bukti seperti rekening bank dan kontrak pengelolaan keuangan yang menunjukkan keterlibatan Nisa dalam pengambilan keputusan. “Istri bos ini juga memainkan peran besar dalam mengelola dana korban, sehingga tidak bisa hanya dianggap sebagai saksi,” ujar seorang korban dalam Key Discussion.

Para anggota DPR juga mengingatkan bahwa penanganan kasus penipuan yang kini diperdebatkan perlu lebih transparan. Dalam Key Discussion terdapat penekanan pada kebutuhan untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat. “Kita harus memastikan setiap langkah penyidikan dilakukan dengan objektif dan tidak ada pengecualian,” kata Habiburokhman. Ia berharap Polda Metro Jaya dapat segera menetapkan Nisa sebagai tersangka agar proses hukum berjalan lancar dan korban mendapatkan keadilan.

Gabung diskusi