Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Latest Update: Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal

Christopher Williams - narakabar.com 3 mins read 4 views

Latest Update: Aiptu Sumaryanto Meninggal dalam Operasi Narkoba Katingan Latest Update - Operasi penindakan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei

Latest Update: Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal

Latest Update: Aiptu Sumaryanto Meninggal dalam Operasi Narkoba Katingan

Latest Update – Operasi penindakan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir dengan kematian Aiptu Sumaryanto, seorang anggota Polri. Tubuh korban ditemukan tenggelam di Sungai Desa Rantau Asem pada Minggu (5/7/2026), meningkatkan jumlah korban menjadi tiga orang. Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyusul dua anggota kepolisian sebelumnya yang gugur dalam aksi serupa.

Detail Operasi Narkoba di Katingan: Kecamatan dan Wilayah Terdampak

Operasi tersebut berlangsung di Kecamatan Katingan, yang terkenal sebagai sentral perdagangan narkoba di Kalimantan Tengah. Target utama operasi adalah bandar narkoba berinisial BIO, yang diduga terlibat dalam aktivitas penyelundupan dan penjualan gelap di daerah itu. Kecamatan Katingan memiliki akses mudah ke hutan dan sungai, sehingga menjadi lokasi strategis untuk kegiatan ilegal seperti peredaran narkoba.

Latest Update – Konflik antara petugas dan massa yang menolak aksi penindakan memuncak saat operasi berlangsung. Para pelaku menggunakan senjata tajam dan senjata api buatan sendiri untuk memperkuat perlawanan. Beberapa warga melaporkan bahwa situasi menjadi semakin berbahaya setelah petugas menemukan barang bukti yang diduga narkoba di lokasi.

Proses Operasi dan Perlawanan dari Massa

Dalam upaya menangkap para pelaku, tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, dan Basarnas terus berjuang untuk menemukan jenazah Aiptu Sumaryanto. Pencarian dimulai sejak pagi hari, dengan petugas menempuh jarak sekitar empat kilometer dari lokasi pertama untuk menemukan mayat korban. Menurut informasi yang diperoleh, proses pencarian memakan waktu beberapa jam sebelum jenazah ditemukan.

“Pukul 08.42 WIB, informasi soal mayat di Sungai Desa Rantau Asem didapat dari Babinsa bernama Kopda Imam. Tim pencarian langsung diterjunkan setelah pemberitahuan tersebut,” jelas Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan.

Latest Update – Penemuan jenazah Sumaryanto memberikan gambaran bahwa aksi penangkapan terhadap bandar narkoba di Katingan sangat berisiko. Meski polisi berupaya memastikan keselamatan, perlawanan dari massa membuat operasi menjadi berdarah. Para petugas bersiap menghadapi tantangan berikutnya, termasuk mencari pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan.

Pemrosesan Jenazah dan Peningkatan Risiko Operasi

Setelah ditemukan, jenazah Aiptu Sumaryanto segera diangkut ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya untuk proses identifikasi. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa korban memiliki riwayat kesehatan yang baik sebelum operasi, sehingga kematian dianggap sebagai akibat langsung dari konflik dengan massa. Jenazah kemudian akan diserahkan ke keluarga untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Latest Update – Kematian Aiptu Sumaryanto semakin memperkuat bahwa operasi anti-narkoba di Katingan berisiko tinggi. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa serangan terhadap petugas sering terjadi, terutama ketika barang bukti seperti narkoba atau senjata ditemukan. Masyarakat setempat menyatakan dukungan terhadap kepolisian, meski khawatir akan keselamatan personel yang terlibat.

Operasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan peredaran narkoba di daerah hutan. Katingan, yang merupakan wilayah dengan populasi penduduk kecil tetapi intensitas peredaran narkoba tinggi, menjadi sasaran utama karena menjadi jalur pengantaran antar daerah. Dalam beberapa bulan terakhir, pihak berwenang telah melakukan serangkaian operasi, tetapi ini adalah kejadian terparah hingga saat ini.

Gabung diskusi