Latest Update: Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
Desak PLN Terbuka Latest Update: Setelah sebelumnya dilaporkan gangguan aliran listrik yang memengaruhi kegiatan sehari-hari warga Kalimantan Barat, kondisi
Latest Update: Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Terbuka
Latest Update: Setelah sebelumnya dilaporkan gangguan aliran listrik yang memengaruhi kegiatan sehari-hari warga Kalimantan Barat, kondisi ini kembali memperhatikan perhatian publik. Pemadaman listrik bergilir yang terjadi selama dua hari terakhir menyebabkan kerugian signifikan bagi pelaku usaha, terutama di daerah seperti Bengkayang, Singkawang, dan Sambas. DPRD Kota Singkawang menyampaikan kepeduliannya terhadap dampak ekonomi ini, meminta PT PLN (Persero) lebih transparan dalam mengkomunikasikan penyebab dan langkah penanggulangan gangguan kelistrikan. Berdasarkan data terbaru, masalah listrik ini berdampak pada hampir 200 usaha kecil menengah, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp3 miliar dalam dua hari.
Peran dan Tanggung Jawab PLN dalam Kelistrikan Wilayah Kalbar
Latest Update: Pemadaman listrik yang terjadi di Kalbar tidak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, tetapi juga merusak proses produksi industri dan pelayanan publik. Menurut informasi yang diterima dari PLN, penyebab utama gangguan ini adalah kegagalan teknis pada sistem pembangkit, bukan kelangkaan pasokan energi primer. Namun, pelaku usaha menyatakan bahwa kesalahan ini memicu rasa frustrasi karena kurangnya informasi sebelumnya. “Kami sangat kecewa karena tidak diberi pemberitahuan jauh hari sebelumnya, padahal ini memengaruhi operasional usaha kami,” kata salah satu pengusaha kecil yang enggan menyebutkan nama. Ia menambahkan bahwa situasi ini memperparah tekanan pada bisnis yang bergantung sepenuhnya pada listrik.
“Jika pemadaman terjadi tanpa pemberitahuan, kami harus menghentikan semua aktivitas, termasuk pengoperasian mesin dan penyetoran bahan baku. Ini mengakibatkan penundaan pesanan pelanggan, serta peningkatan biaya operasional karena harus menggunakan sumber daya alternatif,” tutur pengusaha tersebut dalam wawancara terpisah. Dalam dua hari terakhir, ia melaporkan penurunan pendapatan hingga 40% karena ketidakpastian layanan listrik.
Pelaku Usaha Mengingatkan PLN Soal Transparansi
Latest Update: DPRD Kota Singkawang memberikan peringatan bahwa masyarakat dan pelaku usaha perlu diberi kejelasan tentang penyebab serta mekanisme penanganan pemadaman listrik. “Kurangnya komunikasi PLN membuat masyarakat merasa tidak dihormati. Ini bisa memperparah dampak ekonomi yang sudah terjadi,” ungkap anggota dewan yang turut berbicara dalam sidang paripurna terkait isu ini. Ia menyarankan PLN menyediakan update harian mengenai keadaan jaringan kelistrikan, termasuk rencana perbaikan dan durasi pemadaman.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengusaha di Kalbar kehilangan sekitar 2-3 jam produksi per hari karena gangguan listrik. Anggota DPRD juga menyoroti bahwa pemadaman pada jam sibuk seperti pagi hari dan siang hari berdampak lebih besar, terutama pada sektor jasa dan perdagangan. “Kalau bisa informasi diberikan lebih cepat, masyarakat bisa mempersiapkan diri, seperti menggunakan genset atau mengatur jadwal kerja,” saran Sumberanto Tjitra, anggota DPRD yang turut menyampaikan kekhawatiran.
“PLN harus menjadi mitra yang baik dengan masyarakat. Sebagai operator jaringan listrik, mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga keandalan layanan, terutama di wilayah yang berpotensi rawan gangguan,” kata Sumberanto dalam sesi diskusi bersama perwakilan usaha. Ia menambahkan bahwa langkah transparan PLN akan menjadi penjamin utama kepercayaan publik.
Kebutuhan Transparansi dan Perbaikan Infrastruktur
Latest Update: Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir saat ini diperlukan untuk mengoptimalkan distribusi listrik ke berbagai wilayah. “Kami sedang melakukan perbaikan secara bertahap, tetapi membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan semua masalah,” katanya. Palguna menegaskan bahwa PLN telah meningkatkan kapasitas jaringan sejak akhir 2025, tetapi upaya ini belum cukup mengatasi kebutuhan masyarakat yang meningkat.
Latest Update: Pemadaman listrik ini juga memicu perdebatan tentang perlunya investasi lebih besar dalam infrastruktur kelistrikan Kalbar. Banyak pelaku usaha meminta pemerintah pusat dan daerah mempercepat pemberian dana pembangunan kelistrikan untuk mengurangi risiko gangguan di masa depan. “Kebutuhan listrik di Kalbar kini mencapai 5.000 MW, tetapi kapasitas jaringan masih terbatas,” jelas seorang ahli kelistrikan yang diwawancara. Ini memperkuat keyakinan bahwa PLN perlu meningkatkan komunikasi dan transparansi untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Latest Update: Dalam beberapa hari terakhir, kondisi listrik di Kalbar terus menjadi sorotan, terutama setelah berbagai sektor ekonomi menunjukkan kerugian signifikan. Pemadaman yang terjadi di jam sibuk, seperti pagi hari dan siang hari, menyebabkan banyak usaha terpaksa berhenti sementara. Kebutuhan masyarakat akan listrik juga semakin meningkat, terutama dengan pertumbuhan industri dan penduduk di daerah tersebut. “Dengan transparansi yang baik, masyarakat bisa mengerti bahwa ini adalah bagian dari tugas PLN, tetapi tetap bisa diantisipasi,” kata warga setempat yang enggan menyebutkan nama. Selain itu, masyarakat mengharapkan PLN memberikan solusi jangka panjang, seperti memperluas jaringan listrik dan meningkatkan kualitas peralatan.
