Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Main Agenda: Mahasiswa Trisakti Beri Peringatan Keras: Jangan Main-Main dengan Isu Perut Rakyat

Elizabeth Martin - narakabar.com 3 mins read 10 views

Mahasiswa Trisakti Peringatkan Isu Perut Rakyat Main Agenda menjadi isu utama yang diangkat oleh mahasiswa Trisakti dalam pertemuan penting dengan para

Main Agenda: Mahasiswa Trisakti Beri Peringatan Keras: Jangan Main-Main dengan Isu Perut Rakyat

Main Agenda: Mahasiswa Trisakti Peringatkan Isu Perut Rakyat

Main Agenda menjadi isu utama yang diangkat oleh mahasiswa Trisakti dalam pertemuan penting dengan para anggota DPR di Jakarta pada Jumat, 19 Juni 2026. Mereka memperingatkan bahwa pemerintah tidak boleh lengah terhadap masalah kenaikan harga bahan pokok dan kelangkaan BBM subsidi, yang dinilai sangat kritis bagi kesejahteraan rakyat. Pertemuan ini diadakan sebagai bagian dari upaya mahasiswa untuk menekankan pentingnya kebijakan yang merata dan memperhatikan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Penggarapan Isu Ekonomi Dasar

Dalam audiensi yang berlangsung tertutup, Deni Ribowo, ketua organisasi Main Agenda, menegaskan bahwa isu-isu terkait harga sembako dan pasokan BBM subsidi harus menjadi fokus utama pemerintah. “Ini bukan sekadar keluhan, tapi tuntutan yang jelas dan pasti. Jika tidak segera direspons, masyarakat akan semakin terpuruk,” ujarnya. Mahasiswa Trisakti menilai bahwa peningkatan harga bahan pokok telah membebani daya beli masyarakat, terutama di kalangan kelas menengah dan bawah, yang merupakan pilar ekonomi negara.

“Kita sudah menyampaikan keluhan ini secara menyeluruh kepada pihak eksekutif. Tuntutan utamanya adalah kepastian dan keberlanjutan dari kebijakan subsidi yang seharusnya memberi manfaat langsung kepada rakyat,” tambah Deni, menyoroti hasil diskusi yang berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa juga menyoroti kelangkaan BBM subsidi yang memicu peningkatan harga bahan bakar di tingkat pasar. Masalah ini, menurut Deni, menjadi penyebab utama ketidakpuasan publik, karena BBM subsidi seharusnya menjadi pendukung ekonomi bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Ia menekankan bahwa kejelasan dari pihak kementerian sangat diperlukan untuk menenangkan masyarakat dan mencegah aksi demo yang lebih besar.

Isu Perut Rakyat dan Stabilitas Ekonomi

Audensi dengan DPR tidak hanya membahas isu BBM subsidi, tetapi juga menyoroti keluhan tentang inflasi yang terus menggerus kesejahteraan rakyat. Deni Ribowo menegaskan bahwa masalah ini bersifat sensitif dan bisa memicu gejolak sosial jika tidak segera diatasi. “Main Agenda bertujuan untuk menjadi suara rakyat di tingkat nasional. Kita tidak ingin isu perut rakyat diabaikan karena bisa berdampak besar pada stabilitas politik dan ekonomi,” terangnya.

Pihak DPR menyatakan komitmen mereka untuk terus memperjelas kebijakan yang diambil, termasuk memastikan distribusi BBM subsidi mencapai seluruh lapisan masyarakat. Namun, Deni mengingatkan bahwa komitmen tersebut harus diwujudkan dalam bentuk nyata, bukan hanya janji kosong. “Kita butuh tindakan konkret, bukan hanya pembicaraan. Janji harus ditemani dengan hasil yang terukur,” pungkasnya.

Dalam diskusi, para mahasiswa juga menyebutkan bahwa peningkatan harga bahan pokok telah menyebabkan kenaikan biaya hidup yang signifikan. Mereka menekankan bahwa isu ini tidak hanya tentang harga, tetapi juga tentang keadilan dalam distribusi sumber daya. “Main Agenda menuntut pemerintah untuk memastikan kebutuhan pokok tidak menjadi pemicu ketidakpuasan yang bisa memicu tindakan anarkis,” tambah Deni, menambahkan bahwa aksi demonstrasi akan terus berlangsung jika kebijakan tidak segera diperbaiki.

Langkah Kebijakan yang Harus Diambil

Mahasiswa Trisakti menyoroti tiga poin utama yang menjadi tuntutan mereka: pertama, menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui kebijakan fiskal yang tepat; kedua, memastikan pasokan BBM subsidi kembali merata; dan ketiga, mengevaluasi kebijakan subsidi yang tidak efisien. Deni menekankan bahwa tuntutan ini adalah respons langsung dari keluhan masyarakat, termasuk kebutuhan untuk meredam inflasi yang terus menggerogoti daya beli.

Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa juga menyoroti perlunya koordinasi yang lebih baik antar lembaga pemerintah. “Main Agenda ingin melihat integrasi kebijakan yang lebih cepat, sehingga rakyat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan solusi,” ujarnya. Mereka menilai bahwa kebijakan subsidi yang tidak dipantau secara ketat bisa menjadi penyebab utama kenaikan harga bahan pokok, yang menurut Deni, menjadi isu yang paling utama saat ini.

Dengan kejelasan dan kepastian dari pemerintah, Mahasiswa Trisakti berharap aksi demonstrasi bisa dihentikan sementara. Namun, jika janji tidak terpenuhi, mereka siap untuk melanjutkan aksi lebih keras. “Main Agenda adalah suara rakyat yang tidak bisa dipungkiri. Kita akan terus bersuara hingga isu perut rakyat benar-benar diatasi,” pungkas Deni, menutup pertemuan tersebut dengan semangat yang tinggi.

Gabung diskusi