Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Meeting Results: Kapolri Datangi Kejagung Usai Polemik Kasus Febrie Adriansyah, Tegaskan Tak Ada Konflik

Elizabeth Martin - narakabar.com 2 mins read 4 views

g Usai Polemik Kasus Febrie Adriansyah Meeting Results - Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, melakukan pertemuan penting dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin

Meeting Results: Kapolri Datangi Kejagung Usai Polemik Kasus Febrie Adriansyah, Tegaskan Tak Ada Konflik

Kapolri Bertemu Jaksa Agung Usai Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Meeting Results – Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, melakukan pertemuan penting dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung pada Senin (13/7/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan tidak adanya konflik antara Polri dan Kejaksaan Agung setelah polemik muncul terkait penyidikan kasus Febrie Adriansyah, mantan Jampidsus yang ditetapkan sebagai tersangka dalam beberapa investigasi.

Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Kasus Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik setelah ia dijelaskan sebagai tersangka dalam penyelidikan pengadaan batu bara PLN, kasus Asabri, dan Krakatau Steel oleh Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Penetapan ini menimbulkan perdebatan di antara masyarakat dan lembaga-lembaga terkait, dengan beberapa pihak menilai ada ketegangan dalam koordinasi antarpenegak hukum.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menekankan bahwa hasil meeting ini menegaskan komitmen kedua lembaga untuk menjaga hubungan harmonis. “Kami sepakat menyampaikan bahwa tidak ada konflik antara Polri dan Kejaksaan Agung, baik secara pribadi maupun institusional,” jelas Sigit. Hal ini diungkapkan sebagai respons terhadap ketidakpuasan yang terjadi akibat penyidikan terhadap Febrie, yang juga dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas di lingkungan kepolisian.

Komitmen Memperkuat Kerja Sama

Meeting Results menunjukkan bahwa pembicaraan ini tidak hanya fokus pada kasus Febrie, tetapi juga melibatkan pembahasan tentang mekanisme koordinasi yang lebih terstruktur di masa depan. Sigit menyatakan bahwa pertemuan rutin akan terus dijalankan, termasuk di tingkat provinsi dan kabupaten, untuk memastikan semua agenda penyidikan bisa terlaksana secara sinergis. “Kami akan tindak lanjuti pembahasan ini di jajaran daerah karena pentingnya kekompakan dalam menjalankan tugas penyidikan,” tambahnya.

Burhanuddin, di sisi lain, menegaskan bahwa hubungan kejaksaan dan polisi telah terjalin lama. “Saya dan Pak Kapolri sudah akrab sejak dulu. Kami tidak pernah menganggap diri sendiri sebagai musuh, melainkan mitra yang bekerja sama,” ujarnya. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa pertemuan tersebut juga bertujuan untuk menjaga reputasi institusi hukum dan menghindari penyebaran informasi yang bisa memicu kesalahpahaman.

Sebagai hasil dari meeting results, kedua pimpinan menyepakati kebijakan yang lebih transparan dalam menyampaikan progres penyidikan. Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki citra Polri di tengah masyarakat dan menunjukkan bahwa pengadilan serta kepolisian memiliki tujuan bersama dalam menjaga keadilan. “Kami akan selalu koordinasi agar tidak ada tumpang tindih dalam proses penyelidikan,” imbuh Sigit.

Kasus Febrie Adriansyah, yang awalnya memicu ketegangan, kini dianggap sebagai pelajaran untuk meningkatkan kinerja kedua lembaga. Dalam sesi diskusi, Kapolri dan Jaksa Agung sepakat untuk mengoptimalkan sistem pengadilan dan penyidikan, serta menekankan pentingnya kepercayaan publik terhadap proses hukum. “Setiap pertemuan seperti ini adalah langkah untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keadilan,” kata Burhanuddin, menegaskan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam penyidikan kasus korupsi.

Gabung diskusi