Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

New Policy: Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read 4 views

Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Tanda Tanya dan Anomali Penyidikan dalam New Policy New Policy - Sebagai bagian dari New

New Policy: Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan

Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Tanda Tanya dan Anomali Penyidikan dalam New Policy

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy yang diterapkan oleh institusi penegak hukum, penyidikan terhadap Febrie Adriansyah, pejabat yang menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), kembali mencuri perhatian publik. Penggeledahan di 13 lokasi menemukan barang bukti yang memicu berbagai pertanyaan mengenai hubungan antara barang-barang tersebut dengan kasus korupsi yang sedang ditangani oleh penyidik Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Salah satu tempat penyitaan adalah kafe di Cipete, tempat penyidik mengamankan uang dalam jumlah besar. Sementara itu, di Sentul, Jawa Barat, 74 kilogram emas batangan ditemukan dalam koper yang disimpan di rumah pribadi Febrie. Meskipun ia membantah kepemilikan barang tersebut, situasi ini memperlihatkan beberapa ketidakjelasan dalam proses penyidikan sesuai New Policy. Hal ini memicu diskusi mengenai apakah penyidikan yang dilakukan sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang diharapkan dari kebijakan baru ini.

Febrie Adriansyah, yang sebelumnya menjabat Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung dan Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur serta DKI Jakarta, dikenal terlibat dalam beberapa kasus korupsi besar. Sejak menjabat Jampidsus pada 2022, ia menangani perkara seperti dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Patra Niaga, dugaan korupsi PT Timah, serta pengadaan laptop berbasis Chromebook. Terbaru, kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) juga memasuki tahap penyidikan yang menjadi sorotan dalam New Policy.

Dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026), Febrie menjelaskan bahwa kafe di Cipete tidak terkait langsung dengan bisnis yang ia kelola. “New Policy memastikan bahwa setiap penyitaan harus jelas terkait dengan dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki,” kata Febrie. Ia menegaskan bahwa barang yang disita memiliki pemilik yang tercatat, sehingga penjelasan diperlukan agar penyidikan tetap objektif dan terukur.

Penyidikan terhadap Febrie, yang sebelumnya dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah menegakkan hukum secara konsisten, kini menimbulkan pertanyaan terkait penerapan New Policy. Barang bukti seperti uang dan emas yang ditemukan di lokasi penyitaan memicu dugaan bahwa ada proses yang tidak jelas. Menurut beberapa pengamat, New Policy justru diharapkan dapat memperjelas prosedur penyidikan dan menghindari kesan subyektif atau politis dalam penanganan kasus korupsi.

Analisis dari Pakar Hukum: Keterbukaan dan Transparansi dalam Penyidikan

Pakar hukum pidana Universitas Tarumanegara, Hery Firmansyah, mengkritik keterbukaan penyidikan yang dilakukan oleh tim penyelidik. “New Policy seharusnya memastikan bahwa setiap langkah penyidikan disertai dengan penjelasan yang jelas, termasuk dugaan tindak pidana yang menjadi dasar penyitaan,” katanya. Menurut Hery, transparansi adalah kunci dalam menjaga integritas proses hukum. “Jika barang bukti yang disita tidak terkait dengan kejahatan yang diancamkan, maka penyidikan ini terkesan tidak memiliki dasar yang kuat,” tambahnya.

Dalam konteks New Policy, penyidik diwajibkan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai alasan penyitaan barang bukti. Hal ini penting agar masyarakat bisa memahami proses yang dilakukan dan menilai apakah ada indikasi kecurangan. “Kewajiban menyebutkan kepemilikan barang sitaan adalah bagian dari New Policy, sehingga setiap langkah penyidikan harus terdokumentasi secara baik,” jelas Hery. Ia menekankan bahwa tanpa transparansi, penyidikan bisa dikaitkan dengan tindakan yang menimbulkan kontroversi.

Febrie Adriansyah juga memaparkan bahwa proses penyidikan dalam New Policy telah dijalankan dengan tepat. Ia menyebut bahwa barang-barang yang disita tidak seluruhnya merupakan milik pribadinya, tetapi ada pihak lain yang terlibat. “New Policy memungkinkan kita untuk mengungkapkan kebenaran secara lebih terstruktur,” kata Febrie. Namun, menurutnya, masyarakat perlu lebih memahami konteks kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan kesan seperti miring atau berlebihan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan New Policy menjadi fokus pembaharuan dalam penegakan hukum. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penyidikan, mempercepat proses hukum, serta meminimalkan penggunaan waktu dan sumber daya. Namun, implementasinya di kasus Febrie Adriansyah menimbulkan beberapa pertanyaan, terutama mengenai konsistensi penyidik dalam menjalankan aturan yang ditetapkan.

Gabung diskusi