New Policy: Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana
Kasus Narkoba Katingan: Warga Bela Bandar dalam Kebijakan Baru New Policy – Operasi penyergapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah
Kasus Narkoba Katingan: Warga Bela Bandar dalam Kebijakan Baru
New Policy – Operasi penyergapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, berujung pada peristiwa berdarah yang mengorbankan Aipda Yudhi Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Kebijakan baru yang diterapkan dalam operasi ini seharusnya memperkuat upaya pemerintah dalam menekan peredaran narkoba, tetapi terbukti memicu ketegangan antara polisi dan warga setempat. Dua rekan kerjanya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dalam pencarian intensif setelah terlempar ke sungai saat kabur dari kerumunan massa.
Peran Kebijakan Baru dalam Operasi Penyergapan
Kebijakan baru yang diperkenalkan pihak kepolisian berupaya mendorong kerja sama masyarakat dalam mengungkap jaringan narkoba. Namun, dalam operasi di Desa Tumbang Kalemei, ketegangan terjadi saat petugas menangkap pelaku dan menemui perlawanan dari warga. Dalam penggerebekan yang dimulai pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, 14 personel turun ke lokasi, dengan sembilan anggota ditugaskan menyergap rumah pelaku dan tiga lainnya menjaga keamanan di sekitar SMP setempat.
Peristiwa Penyergapan dan Konflik yang Memanas
Operasi awalnya berjalan lancar hingga polisi mengamankan salah satu pelaku. Namun, ketegangan meningkat saat seorang pria diduga keluarga korban tiba-tiba mengayunkan parang ke arah petugas. Serangan ini memicu perlawanan tidak terkendali, sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan. Meski demikian, massa tetap tidak menyerah dan menghancurkan posisi polisi di pulau kecil di tengah aliran sungai.
Respons Warga terhadap Kebijakan Kebiri
Kebijakan baru yang mungkin dianggap keras oleh warga berkontribusi pada perlawanan yang terjadi. Banyak pihak mengklaim bahwa operasi ini merupakan bentuk aksi represif yang memicu ketidakpuasan masyarakat. Seorang saksi mata menyatakan,
“warga merasa diremehkan karena kebijakan baru membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa,”
sementara beberapa warga mengatakan bahwa mereka menentang penyergapan karena merasa polisi memaksa tanpa memperhatikan kondisi lingkungan.
Kondisi Korban dan Penyelidikan Lanjutan
Aipda Yudhi Perdana Putra, yang tewas dalam konflik tersebut, ditemukan di atas lanting di tepi sungai dengan luka parah di kepala. Jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk autopsi sebagai bagian dari penyidikan lebih lanjut. Dua anggota polisi yang masih hilang terus dicari, sementara kepolisian berupaya menenangkan situasi dan mengevaluasi prosedur operasi dalam konteks New Policy yang diterapkan.
Analisis dan Efek Kebijakan Baru
Kebijakan baru dalam menangani kasus narkoba terbukti memicu konflik yang tidak terduga. Penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei menunjukkan bagaimana kebijakan ini bisa mengubah dinamika antara petugas dan masyarakat. Dalam wawancara dengan New Policy, Kasatresnarkoba Polres Katingan menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk memastikan keberhasilan penangkapan pelaku dan mencegah peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Pasca-Operasi: Langkah Penyesuaian dan Evaluasi
Selangkah lebih jauh dalam menerapkan New Policy, kepolisian memperketat koordinasi dengan warga setempat untuk menghindari kesalahpahaman. Peristiwa ini menimbulkan diskusi mengenai keseimbangan antara penegakan hukum dan penyesuaian taktik dalam operasi. Dalam upaya menyelamatkan diri, tiga personel melaporkan kelelahan dan berharap keberadaan mereka segera diketahui, sementara kepolisian terus berusaha mengamankan lokasi dan memproses kasus yang terjadi.
