New Policy: Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak
Program MBG Dikritik, Relawan Tuntut Kepastian New Policy untuk Pelaku UMKM New Policy - Dalam upaya memperkuat keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
Program MBG Dikritik, Relawan Tuntut Kepastian New Policy untuk Pelaku UMKM
New Policy – Dalam upaya memperkuat keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah relawan serta mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengadakan aksi damai di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta. Aksi ini dianggap sebagai bagian dari New Policy yang bertujuan menjaga keadilan distribusi manfaat program pemerintah. Peserta aksi mengharapkan perbaikan mekanisme pengelolaan MBG agar tetap memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil yang sering terabaikan dalam sistem pemerintahan.
UMKM Minta Penyesuaian Sistem MBG
Relawan yang terlibat dalam aksi ini mengatakan bahwa keberhasilan New Policy MBG bergantung pada transparansi dan akuntabilitas. Mereka menegaskan bahwa program ini seharusnya tidak hanya menjadi kebijakan teknis, tetapi juga wujud komitmen pemerintah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat luas. Penyampaian aspirasi ini dilakukan sebagai bentuk peringatan bahwa pelaku usaha kecil perlu tetap dipertimbangkan dalam setiap revisi kebijakan.
“Kita bertindak sebagai mitra yang mengawal New Policy MBG. Tujuan utamanya adalah memastikan program ini tetap berjalan efektif untuk masyarakat kecil,” ujar Ahmad Yazdi, koordinator Presidium Relawan dan Simpatisan Dukung MBG. Ia menambahkan bahwa peserta aksi mencakup perwakilan UMKM dari berbagai daerah, yang berharap kebijakan ini tidak hanya diumumkan, tetapi juga dijalankan dengan adil.
Aksi yang berlangsung pada hari Rabu tersebut dilengkapi dengan penampilan sayuran dan makanan bergizi sebagai simbol perjuangan. Dalam deklarasi yang dibacakan oleh para peserta, mereka meminta pemerintah menegaskan bahwa New Policy MBG akan diimplementasikan secara berkala, serta memberikan kesempatan sama bagi semua lapisan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang sering kesulitan mendapatkan bantuan.
Kepastian dan Pemantauan Berkelanjutan
Ahmad Yazdi menjelaskan bahwa aksi damai ini bukan tuntutan tanpa dasar, melainkan hasil evaluasi yang terus dilakukan oleh relawan. Mereka menemukan bahwa sistem MBG yang ada masih mengalami hambatan dalam distribusi bantuan kepada pelaku usaha kecil. “Kita tidak hanya menuntut kepastian, tetapi juga meminta pemantauan berkelanjutan agar New Policy ini bisa bertahan tanpa kesan diskriminatif,” tambahnya.
“Kita yakin, setiap langkah kecil dalam menyesuaikan MBG akan memberikan dampak besar bagi rakyat kecil. Ini adalah bagian dari New Policy yang mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap ekonomi mikro,” jelas salah satu peserta aksi yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia menekankan bahwa keberlanjutan program ini memerlukan kolaborasi yang lebih intensif antara UMKM dan lembaga terkait.
Sebagai langkah tambahan, relawan berencana mengadakan pertemuan rutin dengan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan MBG. Mereka ingin memastikan bahwa New Policy ini tidak hanya sekadar slogan, tetapi juga menjadi pedoman konkret dalam penyaluran bantuan. “Pemantauan akan terus dilakukan hingga semua lapisan masyarakat merasa manfaatnya,” tegas Ahmad Yazdi.
Hal ini sejalan dengan kebutuhan pelaku usaha kecil yang sering terdampak oleh perubahan kebijakan. Dengan kehadiran relawan dan mitra UMKM, diharapkan New Policy MBG bisa menjadi percontohan kebijakan inklusif yang memperkuat ekonomi rakyat. Aksi damai ini menjadi bukti bahwa masyarakat tidak akan berhenti menuntut kepastian dalam program-program pemerintah.
