Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Christopher Williams - narakabar.com 2 mins read 12 views

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar Prabowo - Pada perayaan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7/2026), mantan Presiden

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Prabowo – Pada perayaan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7/2026), mantan Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato penting yang menekankan pentingnya penguatan koperasi sebagai pilar utama perekonomian pedesaan. Dalam kesempatan ini, Prabowo menyampaikan pandangannya bahwa memperkuat koperasi tidak berarti menolak perusahaan besar, tetapi justru menekankan keseimbangan antara berbagai sektor ekonomi untuk membangun kekuatan yang lebih kuat. Ia menyoroti bahwa koperasi memiliki peran vital dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, sementara perusahaan besar tetap diperlukan sebagai penggerak pertumbuhan nasional.

Prabowo mengatakan bahwa dalam era globalisasi, Indonesia harus mampu menjaga keseimbangan antara kekuatan ekonomi lokal dan ekspor. Ia menyoroti bahwa koperasi, sebagai organisasi ekonomi yang dijalankan oleh masyarakat, menjadi jembatan antara kebutuhan rakyat dengan kemajuan industri. “Koperasi bukan sekadar alat untuk memperkuat ekonomi pedesaan, tetapi juga sebagai bentuk kekuatan ekonomi yang bisa menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan sektor riil,” tegas Prabowo dalam acara yang dihadiri oleh ribuan peserta, termasuk tokoh koperasi, pengusaha, dan pejabat pemerintah.

Pidato Prabowo: Koperasi dan Perusahaan Besar Bekerja Sama

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa koperasi dan perusahaan besar tidak saling bertolak belakang. Ia menyampaikan bahwa koperasi harus diberi ruang yang lebih luas untuk berkembang, sementara perusahaan besar tetap diharapkan menjadi mitra dalam mendorong ekonomi nasional. “Kita harus menciptakan sistem ekonomi yang inklusif, di mana semua elemen, mulai dari koperasi kecil hingga perusahaan multinasional, bisa saling mendukung,” ujarnya.

Prabowo juga membahas peran koperasi dalam mengurangi ketergantungan masyarakat pada pasar global. Ia mencontohkan bagaimana koperasi lokal bisa memproduksi barang dan jasa yang berkelanjutan, serta memberdayakan pekerjaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Dengan koperasi yang kuat, kita bisa membangun ekonomi yang lebih tangguh, terutama di daerah-daerah yang masih ketergantungan pada sektor pertanian dan perkebunan,” tambahnya.

“Saya yakin bahwa jika kita bisa memperkuat koperasi, UMKM, dan sektor lainnya, maka kekuatan ekonomi Indonesia akan lebih seimbang dan berkelanjutan,” ungkap Prabowo dalam pidatonya.

Strategi Prabowo untuk Mendorong Ekonomi Nasional

Pidato Prabowo juga menyentuh kebijakan pemerintah dalam mempromosikan koperasi sebagai bagian dari visi Indonesia Incorporated. Ia menekankan bahwa penguatan koperasi harus didukung oleh kebijakan yang transparan dan berkelanjutan, termasuk pengembangan infrastruktur dan pendidikan ekonomi. “Koperasi harus menjadi bagian dari kebijakan nasional, bukan hanya sekadar ide yang tertunda,” jelas Prabowo.

Menurut Prabowo, penguatan koperasi tidak bisa terlepas dari partisipasi aktif pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ia menyoroti bahwa kolaborasi antara koperasi, UMKM, BUMN, BUMD, serta perusahaan besar adalah kunci untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif. “Koperasi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sementara perusahaan besar mampu memberikan kontribusi dalam skala besar. Keduanya harus bekerja sama, bukan saling bersaing,” tegasnya.

“Koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri, tetapi juga terbuka untuk kerja sama dengan sektor-sektor lainnya. Ini adalah cara kita membangun ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,” imbuh Prabowo.

Gabung diskusi