Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read 9 views

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang - Kuasa hukum Sony Sonjaya, seorang tokoh

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang – Kuasa hukum Sony Sonjaya, seorang tokoh penting dalam investigasi korupsi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah mengungkap peran signifikan Nanik S Deyang dalam upaya mengubah nama yayasan yang terafiliasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa daerah. Perubahan nama tersebut dilakukan tanpa adanya prosedur resmi, sehingga dianggap melanggar aturan hukum yang berlaku. Menurut penjelasan para pengacara, tindakan ini terjadi di Madiun, Tapos Bogor, dan Karang Asem, yang menjadi pusat fokus dalam penyelidikan korupsi MBG.

Detil Perubahan Yayasan yang Tidak Sah

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Sony Sonjaya menegaskan bahwa Nanik S Deyang bertindak sebagai pihak yang menginisiasi perubahan nama yayasan tersebut. Keseluruhan proses ini dilakukan secara terstruktur, namun tidak didukung oleh surat resmi atau dokumen pendukung. “Pak Soni menyebutkan bahwa Nanik S Deyang melakukan perubahan nama yayasan sebanyak tiga kali, tanpa persetujuan dari pihak yang berwenang,” jelas Krisna Murti, kuasa hukum tersangka, saat ditemui di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, pada Kamis (18/6/2026).

Perubahan nama yayasan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari transparansi dalam pengelolaan dana MBG. Yayasan yang terlibat, yang merupakan mitra resmi SPPG, diperkirakan menerima insentif hingga miliaran rupiah setiap hari. Ketersahtan prosedur menjadi kunci dalam memastikan keabsahan penggunaan dana, tetapi Nanik S Deyang dinilai tidak memenuhi syarat tersebut, sehingga memicu dugaan kesalahan dalam tata kelola program ini.

Dampak Korupsi pada MBG dan Pengadaan Barang

Pengungkapan ini turut menyentuh berbagai pengadaan barang dan jasa yang mencurigakan, termasuk pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, 32.000 pasang sepatu, tablet, dan televisi berukuran 75 inci. Nanik S Deyang dianggap sebagai pihak yang memberikan instruksi untuk mengubah nama yayasan guna mempercepat proses pencairan dana dan memudahkan pihak-pihak tertentu untuk menyalurkan dana secara tidak transparan.

Selain itu, dalam penyelidikan yang digelar Kejaksaan Agung, ditemukan adanya dugaan intervensi dalam pengadaan CCTV senilai Rp300 miliar. Pengadaan ini dianggap menjadi salah satu dari beberapa indikasi korupsi yang terungkap melalui investigasi. Keterlibatan Nanik S Deyang dalam pengadaan tersebut memperkuat kecurigaan bahwa dia berperan aktif dalam memperlebar lingkaran keterlibatan korupsi MBG.

Kasus ini juga melibatkan Komisaris Utama PT Yasa Artha Trimanunggal, Andrew Mulyono, dan Asep Yusuf Somantri, yang dianggap sebagai orang kepercayaan Sony Sonjaya. Keduanya disebut terlibat dalam pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan standar kualifikasi. Selain itu, eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Penyelidikan yang berlangsung intensif ini menyoroti bagaimana proses pengadaan dalam MBG mungkin terjadi dengan tidak adanya pengawasan yang ketat. Nanik S Deyang dianggap menjadi salah satu individu yang memungkinkan manipulasi dana terjadi melalui perubahan nama yayasan. Dengan memanipulasi identitas organisasi, tindakan ini dianggap membuka celah bagi pihak-pihak tertentu untuk menyalurkan dana secara sembunyi-sembunyi.

Sebagai bagian dari upaya penyelidikan, Kejaksaan Agung juga mengungkap bahwa yayasan yang terafiliasi dengan BGN digunakan sebagai mitra SPPG. Yayasan ini dianggap memperoleh keuntungan finansial yang signifikan, termasuk dana dari pengadaan

Gabung diskusi