Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Special Plan: Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania

Elizabeth Martin - narakabar.com 3 mins read 13 views

Karamoy Bongkar Alur Umrah Bareng Hanania Special Plan - Davina Karamoy, seorang aktris, menjadi saksi dalam penyelidikan kasus dugaan penipuan umrah yang

Special Plan: Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania

Special Plan: Davina Karamoy Bongkar Alur Umrah Bareng Hanania

Special Plan – Davina Karamoy, seorang aktris, menjadi saksi dalam penyelidikan kasus dugaan penipuan umrah yang melibatkan Hanania Group di Polda Metro Jaya. Pemeriksaan berlangsung pada Kamis (18/6/2026), berlangsung selama enam jam, dengan Davina ditanya sebanyak 30 pertanyaan terkait proses keberangkatan ke Tanah Suci dan skema kerja sama dengan agen travel. Kasus ini terkait dengan Special Plan yang dijanjikan oleh Hanania Group, program umrah yang dianggap menipu para pesertanya.

Detil Special Plan dan Keterlibatan Davina

Kasus Special Plan ini terjadi setelah Davina Karamoy dipanggil sebagai saksi dalam penyelidikan yang sedang berlangsung. Menurut Yulius Irawansyah, kuasa hukum Davina, ia mengungkap alur umrah yang dilakukan bersama Hanania Group. Davina menyebutkan bahwa ia telah melakukan dua kali perjalanan ke Tanah Suci, dengan perjalanan pertama berupa kerja sama dengan program televisi Rumpi No Secret Trans TV, sementara perjalanan kedua menggunakan dana pribadi. Total biaya untuk kedua perjalanan tersebut mencapai Rp233 juta, dengan Davina menerima uang saku sebesar Rp10 juta per keberangkatan.

Special Plan yang ditawarkan Hanania Group diklaim sebagai paket umrah yang terjangkau dengan biaya terjangkau, namun kenyataannya para peserta harus mengeluarkan dana besar. Davina menyatakan bahwa meski ia mendapat uang saku, ia memutuskan mengembalikan seluruh dana yang diterima kepada penyidik sebagai bentuk kerja sama. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya polisi untuk mengungkap skema penipuan yang melibatkan agen travel tersebut.

Kerja Sama antara Hanania Group dan Rumpi Trans TV

Davina menjelaskan bahwa keberangkatan pertama dilakukan sebagai bagian dari kerja sama antara Hanania Group dengan Rumpi Trans TV. Dalam skema ini, Davina diwajibkan berbagi cerita sehari-hari melalui akun Instagram pribadinya, tetapi tidak aktif melakukan promosi. Dalam keberangkatan kedua, Davina mengeluarkan uang sendiri hingga mencapai Rp233 juta. Menurut Yulius, kontrak kerja sama berada di tangan Rumpi Trans TV, sedangkan Hanania bertugas mengatur seluruh perjalanan.

Special Plan ini diawali dengan penawaran slot keberangkatan untuk tahun 2024. Namun, karena slot tersebut sudah habis, Davina sempat mencari agen travel alternatif. Setelah itu, Hanania kembali menawarkan sisa slot untuk bulan September 2024. Dalam proses ini, Davina mengakui bahwa ia mempercayai skema yang ditawarkan, meski kemudian menemukan indikasi penipuan.

Yulius menambahkan bahwa perjalanan umrah yang dilakukan Davina adalah bagian dari Special Plan yang dijanjikan oleh Hanania Group. Ia menjelaskan bahwa dalam skema ini, peserta diberi kesan bahwa program tersebut lebih murah dari biasanya, tetapi kenyataannya biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar. Davina pun mengungkapkan bahwa ia menerima uang saku Rp10 juta per keberangkatan, tetapi memutuskan mengembalikan seluruh dana untuk menjaga kepercayaan penyidik.

Proses Penyelidikan dan Pengungkapan Fakta

Penyidik Polda Metro Jaya memanggil Davina untuk memberikan keterangan terkait Special Plan yang dianggap menipu para peserta. Perjalanan kedua Davina ke Tanah Suci, yang menggunakan dana pribadi, menjadi bukti bahwa ia tidak hanya mendapat uang saku tetapi juga memikul beban biaya yang besar. Ia menjelaskan bahwa perjalanan tersebut dimulai dari bulan September 2024, dengan total biaya Rp233 juta.

Di sisi lain, Davina mengungkap bahwa Hanania Group memberinya kesan bahwa program Special Plan ini sangat menarik. Namun, setelah melakukan perjalanan, ia menemukan bahwa biaya yang dibayarkan jauh lebih tinggi dari harga yang dipromosikan. Ia menyebutkan bahwa klienya telah mengikuti dua kali perjalanan umrah, yang dimulai dari September 2024 dan Agustus 2025. Selama pemeriksaan, Davina memberikan informasi terkait alur keberangkatan dan biaya yang dikeluarkan.

Yulius Irawansyah menegaskan bahwa Hanania Group melakukan kegiatan pemasaran untuk menarik peserta ke dalam Special Plan. Ia menyebutkan bahwa perjalanan pertama Davina adalah bagian dari kerja sama dengan Rumpi Trans TV, sementara perjalanan kedua menjadi bukti bahwa Davina juga terlibat secara finansial. Ia menambahkan bahwa Davina mengembalikan uang saku Rp10 juta per keberangkatan, mencapai total Rp20 juta, sebagai bentuk kerja sama dengan penyidik.

“Di 2025 itu bayar, dan jumlah yang kita bayarkan itu untuk beberapa orang itu Rp233 juta rupiah,” papar Yulius Irawansyah, kuasa hukum Davina, di Polda Metro Jaya.

“Sama seperti yang lain, aku juga mendapat uang saku, tapi sudah dikembalikan uang sakunya,” ujar Davina Karamoy saat memberikan keterangan.

Gabung diskusi