Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read 9 views

Indonesia tengah melakukan terobosan signifikan dalam sektor energi melalui Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan. Langkah ini

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

Indonesia Percepat Transformasi Energi Lewat Hidrogen: Visi Swasembada Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Narakabar.com – Indonesia tengah melakukan terobosan signifikan dalam sektor energi melalui Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 yang berlangsung pada hari Selasa, 21 Juli 2026 di Jakarta. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi ekosistem hidrogen nasional yang selama ini masih berkembang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, hadir sebagai pembicara utama untuk menjelaskan bagaimana hidrogen dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kemandirian energi Indonesia.

Menurut Bahlil, pengembangan hidrogen tidak hanya sejalan dengan arahan Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga menjadi jawaban atas dinamika geopolitik dunia yang semakin fluktuatif. Energi alternatif ini memiliki keunggulan karena dapat diproduksi dari berbagai sumber lokal seperti air, gas alam, batu bara, hingga biomassa. Hal tersebut memastikan bahwa ketahanan energi dalam negeri tidak bergantung pada impor bahan baku dari luar negeri.

“Pengembangan hidrogen sejalan dengan arahan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo. Hidrogen merupakan energi alternatif yang sangat penting di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Karena hidrogen ini dihasilkan dari air, gas, batu bara, biomassa, bahan baku hidrogen yang ada pada bangsa kita itu tidak perlu diragukan lagi,” ucap Bahlil.

Lebih jauh, menteri tersebut menekankan bahwa pembangunan rantai nilai hidrogen dari hulu hingga hilir membawa dampak multidimensi. Selain menghasilkan energi bersih, inisiatif ini diproyeksikan meningkatkan nilai tambah ekonomi domestik, memperkuat daya saing industri, serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Dengan Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar, Indonesia berharap dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil secara bertahap.

Empat Pilar Penguatan Ekosistem Hidrogen

Untuk mempercepat realisasi visi tersebut, pemerintah mengidentifikasi empat elemen kunci yang harus dipenuhi. Pertama, kesiapan teknologi yang mumpuni. Kedua, kepastian pasar yang stabil. Ketiga, ketersediaan modal investasi yang memadai. Keempat, kerangka regulasi yang responsif terhadap kebutuhan industri.

“Yang pertama adalah memang teknologi, yang kedua adalah pasar, yang ketiga memang kita butuh investor, dan yang keempat dalam rangka melakukan percepatan itu dibutuhkan regulasi. Nah pada konteks ini, silakan kita Pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, sangat terbuka dalam rangka melakukan diskusi-diskusi, regulasi apa yang dibutuhkan untuk melakukan percepatan yang lebih efisien,” jelas Bahlil.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menambahkan bahwa fokus pengembangan saat ini diarahkan untuk mendekarbonisasi tiga sektor utama, yaitu industri, transportasi, dan ketenagalistrikan. Tujuannya jelas, yaitu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.

Eniya juga mengungkap bahwa hingga saat ini telah tercatat sebanyak 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Proyek-proyek tersebut telah melahirkan total investasi senilai Rp32 triliun, menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai pemangku kepentingan. Angka ini membuktikan bahwa Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar telah mendapat respons positif dari masyarakat dan pelaku usaha.

PLN: Penggerak Utama Transisi Energi Hidrogen

Dari sisi penyedia listrik, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan posisi perusahaan sebagai pemimpin dalam mewujudkan swasembada energi berbasis hidrogen. PLN berkomitmen untuk memimpin pengembangan ekosistem secara terintegrasi melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, Badan Usaha Memilik Negara (BUMN), pelaku industri, akademisi, serta mitra internasional.

Secara operasional, PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia sejak tahun 2023. Fasilitas ini berlokasi di PLTGU Muara Karang, Jakarta. Hingga kini, jumlah GHP yang beroperasi telah mencapai 24 unit di berbagai wilayah Indonesia. Setiap unit memiliki kapasitas produksi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan regional masing-masing.

Dari seluruh fasilitas tersebut, PLN mampu memproduksi hidrogen hijau sebanyak 203,6 ton setiap tahunnya. Sebanyak 75 ton per tahun dialokasikan untuk kebutuhan pendingin generator pembangkit, sedangkan sisanya sebanyak 128 ton per tahun siap didistribusikan untuk mendukung sektor-sektor strategis lainnya. Distribusi ini mencakup transportasi umum, industri berat, dan sektor ketenagalistrikan.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia optimis dapat mencapai target swasembada energi nasional sambil berkontribusi aktif dalam transisi energi global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Implementasi Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar diharapkan dapat menjadi model bagi negara-negara berkembang lainnya.

Gabung diskusi