Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam

William Williams - narakabar.com 3 mins read 8 views

Hasil terbaru dari Survei SMRC yang dirilis oleh lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan penurunan signifikan dalam elektabilitas

Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam

Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok, Peluang Partai Nomor 1 Terancam

Narakabar.com – Hasil terbaru dari Survei SMRC yang dirilis oleh lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan penurunan signifikan dalam elektabilitas Partai Gerindra. Penelitian yang dilakukan pada periode 5 hingga 19 Juli 2026 ini melibatkan 749 responden dari berbagai wilayah di Indonesia, memberikan gambaran komprehensif tentang preferensi pemilih saat ini.

Meskipun masih menempati posisi teratas dalam simulasi semi terbuka untuk pemilihan anggota DPR, peluang Gerindra untuk mempertahankan status sebagai partai terbesar semakin menipis. Dalam simulasi tersebut, Gerindra hanya meraih 16,9 persen suara, menunjukkan penurunan yang cukup tajam dibandingkan periode sebelumnya.

Perbandingan Elektabilitas Antar Partai

Posisi Gerindra dalam simulasi ini disusul oleh PDI Perjuangan yang meraih 11,7 persen, diikuti Partai Golkar dengan 9,6 persen, serta Partai Demokrat yang berada di angka 8,1 persen. Untuk partai-partai berikutnya, PKB mencatat 5,4 persen, Nasdem 4,4 persen, PKS juga 4,4 persen, dan PSI meraih 4,1 persen.

Perindo berada di posisi 2,2 persen, PAN 1,9 persen, PPP 1,3 persen, dan Partai Garuda hanya 1 persen. Sebagian besar partai lainnya berada di bawah 1 persen, sementara 25,9 persen responden menyatakan belum tahu atau tidak memberikan jawaban dalam survei ini.

Tren Penurunan yang Mengkhawatirkan

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa penurunan tajam pada perolehan suara Gerindra terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2024 yang mencapai 13,2 persen, elektabilitas Gerindra sempat melonjak menjadi 23,3 persen pada November 2025. Puncaknya, angka tersebut mencapai 29,3 persen pada survei Februari-Maret 2026. Namun, pada Juli 2026, angka itu turun drastis kembali ke 16,9 persen.

Penurunan ini menjadi perhatian serius mengingat Gerindra merupakan partai presiden. Deni menambahkan bahwa biasanya presiden yang akan maju kembali sebagai calon, partainya menjadi nomor satu, seperti Partai Demokrat pada 2009 dan PDI Perjuangan pada 2019. Kondisi ini menunjukkan bahwa elektabilitas partai sangat bergantung pada popularitas presiden yang berkuasa.

“Peluang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai partai nomor satu melemah jika pemilihan umum (Pemilu) diadakan sekarang. Padahal Gerindra adalah partai presiden yang bisa dan akan maju kembali sebagai calon presiden. Biasanya presiden yang akan maju kembali sebagai calon, partainya menjadi nomor 1 seperti Partai Demokrat 2009 dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan 2019,” tulis laporan tersebut.

Korelasi dengan Kinerja Pemerintah

Analisis Survei SMRC menunjukkan adanya hubungan kuat antara elektabilitas partai dengan persepsi publik terhadap kinerja pemerintah. Deni menjelaskan bahwa melemahnya elektabilitas Gerindra dalam sembilan bulan terakhir konsisten paralel dengan turunnya evaluasi positif publik atas kinerja Presiden Prabowo.

Selain itu, sentimen positif atas kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, serta program-program prioritas presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah memiliki dampak langsung terhadap elektabilitas partai yang berkuasa.

Beberapa partai lain juga menunjukkan tren penurunan atau fluktuasi. Suara PDIP cenderung melemah dari 16,7 persen di Pemilu 2024 menjadi 11,7 persen. Golkar juga melemah dari 15,3 persen menjadi 9,6 persen. Sementara itu, Partai Demokrat relatif stabil di kisaran 8,1 persen.

“Elektabilitas PKB, PKS, NasDem, dan PAN berfluktuasi sejak Pemilu 2024, namun secara umum cenderung menurun,” ungkap Deni. Tren ini menunjukkan bahwa tidak hanya partai yang berkuasa yang mengalami perubahan, tetapi juga partai-partai oposisi.

Metodologi dan Keakuratan Survei

Survei SMRC nasional ini dilakukan pada periode 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang dipilih secara random. Responden yang memiliki telepon diwawancarai lewat telepon (83,8 persen), sementara yang tidak memiliki telepon diwawancarai secara tatap muka (16,2 persen). Metode ini memastikan representasi yang lebih baik dari seluruh populasi.

Survei ini memiliki margin of error sebesar +/- 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, yang menunjukkan tingkat keakuratan yang tinggi. Dengan metodologi yang ketat, hasil survei ini dapat dijadikan acuan yang reliabel untuk memprediksi elektabilitas partai-partai politik di Indonesia.

Gabung diskusi