Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Topics Covered: Cak Imin Tegaskan PBNU Butuh Pemimpin Baru: Yang Lama Nggak Ada Perubahan

Elizabeth Martin - narakabar.com 3 mins read 6 views

ahan Harus Terwujud Topics Covered - Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (PBNU) membutuhkan sosok

Topics Covered: Cak Imin Tegaskan PBNU Butuh Pemimpin Baru: Yang Lama Nggak Ada Perubahan

Pemimpin Baru PBNU: Cak Imin Tegaskan Perubahan Harus Terwujud

Topics Covered – Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (PBNU) membutuhkan sosok pemimpin baru untuk menggerakkan perubahan. Menurutnya, kepemimpinan sebelumnya dinilai gagal menciptakan transformasi yang signifikan dalam lima tahun terakhir. “Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh karena yang lama udah lima tahun gak ada perubahan,” ujarnya dalam wawancara terpisah di Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).

Penetapan Lokasi Muktamar ke-35 PBNU

Muktamar ke-35 PBNU secara resmi ditetapkan akan digelar di Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, pada 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Keputusan ini diambil setelah rapat gabungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU berlangsung selama delapan jam, mulai pukul 14.00 hingga sekitar 22.00 WIB. Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU, menyampaikan bahwa lokasi ini dipilih karena memiliki pengalaman sebagai tempat penyelenggaraan acara serupa sebelumnya.

“Alhamdulillah, rapat yang cukup panjang itu menghasilkan satu keputusan. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan Rais ‘Aam dan Ketua Umum, serta ditetapkan muktamar pada 27 sampai 31 Agustus 2026, di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang,” ujar Saifullah Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Dalam rangka menyambut acara besar ini, PBNU sedang mempersiapkan berbagai agenda yang akan menjadi topics covered utama. Kepemimpinan baru diharapkan dapat memberikan energi segar dan membawa perubahan struktural serta ideologis. Gus Ipul, Rais ‘Aam PBNU, menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen organisasi dalam memastikan keberhasilan Muktamar tersebut.

Proses Seleksi Pemimpin Baru PBNU

Proses seleksi pemimpin baru PBNU sedang berlangsung secara transparan. Cak Imin menyebutkan bahwa kompetensi, visi, dan kapasitas kepemimpinan menjadi kriteria utama dalam menentukan figur yang akan mengisi jabatan itu. “PBNU saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan, bukan sekadar menegaskan tema topics covered yang sama selama ini,” terangnya.

“Untuk itu, saya mengajak kepada jajaran pengurus wilayah dan cabang seluruh Jawa Timur, serta pengasuh-pengasuh pesantren di Jombang untuk turut berpartisipasi membantu panitia menyukseskan muktamar ini,” pungkas Gus Ipul.

Dalam perjalanan sejarahnya, PBNU telah melewati beberapa fase transformasi. Namun, menurut Cak Imin, masih ada kesenjangan dalam realisasi perubahan yang diharapkan. “PBNU butuh pemimpin baru yang mampu menggerakkan topics covered di berbagai aspek, baik kebijakan maupun kegiatan organisasi,” lanjutnya.

Keputusan menetapkan Jombang sebagai lokasi Muktamar ke-35 PBNU pun dianggap sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat komitmen organisasi terhadap nilai-nilai keislaman. Kota yang dikenal sebagai pusat santri ini pernah menjadi tuan rumah pertemuan penting pada 2015, sekitar satu dekade lalu. Dengan lokasi yang sudah teruji, PBNU diharapkan dapat menghadirkan keberhasilan baru dalam pembahasan topics covered yang relevan.

Sebagai bagian dari persiapan, PBNU juga memperkuat koordinasi dengan berbagai elemen internal dan eksternal. Cak Imin menekankan bahwa pemimpin baru harus mampu menjadi penghubung yang efektif antara PBNU dan masyarakat luas. “Topics covered di Muktamar ke-35 ini akan mencakup isu-isu strategis yang penting bagi PBNU, seperti pembangunan organisasi, kebijakan sosial, dan peran dalam pemerintahan,” jelasnya.

Dalam wawancara terpisah, Cak Imin juga menyebutkan bahwa pemimpin baru harus memiliki kemampuan adaptasi terhadap tantangan zaman. “PBNU butuh pemimpin baru yang mampu menghadirkan perubahan, baik dalam struktur maupun kebijakan, agar organisasi ini tetap relevan dan dinamis di tengah perubahan politik dan sosial,” tambahnya.

Gabung diskusi