Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Topics Covered: KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga ‘Tradisi’ dari Era Suami ke Istri

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read 10 views

oti Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga Tradisi Suami-Istri Topics Covered : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti kasus dugaan korupsi lintas

Topics Covered: KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga ‘Tradisi’ dari Era Suami ke Istri

KPK Soroti Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga Tradisi Suami-Istri

Topics Covered: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti kasus dugaan korupsi lintas rezim yang terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah. Penyidikan yang sedang berlangsung menunjukkan adanya indikasi praktik korupsi yang terus-menerus berlangsung sejak masa kepemimpinan mantan bupati sebelumnya, Wardoyo Wijaya, hingga masa jabatan Etik Suryani (ETS) yang saat ini menjabat sebagai bupati. KPK menyatakan bahwa kasus ini memperlihatkan pola kebocoran anggaran yang diduga berlanjut sebagai Topics Covered dalam sistem pemerintahan daerah.

Proses Penyidikan dan Bukti yang Ditemukan

Dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (11/7/2026), Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa tim penyidik sedang menggali lebih dalam peran mantan bupati dalam kasus ini. Meski kondisi kesehatan suaminya, Febrie Adriansyah, sedang memburuk, penyidik tetap akan meminta keterangan jika kondisi fisiknya memungkinkan. Penyidikan ini mencakup berbagai dokumen dan transaksi yang terkait dengan proyek-proyek infrastruktur serta dana desa di Sukoharjo.

Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menegaskan bahwa dugaan korupsi lintas rezim ini bukan hanya mengenai keterangan saksi, tetapi juga mencakup indikasi komunikasi terstruktur antara pihak-pihak terkait. Dalam penyidikan, tim KPK menemukan bukti-bukti bahwa kebijakan yang ditetapkan oleh mantan bupati dan ETS tampaknya mengikuti Topics Covered yang sama, seperti penggunaan istilah “samakan dengan bapak” dalam instruksi kepada pejabat setempat.

“Kasus ini menggambarkan sebuah tradisi korupsi yang terus berlanjut, baik dalam masa kepemimpinan suami maupun istri,” kata Taufik dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa barang bukti yang ditemukan dalam operasi penyelidikan perlu dianalisis lebih lanjut untuk menemukan hubungannya dengan dugaan kejahatan di periode kepemimpinan sebelumnya.

Peran Jampdisus dalam Penyidikan

Febrie Adriansyah, mantan Jampdisus (Jabatan Pemimpin Disiplin Susila) Sukoharjo, telah mengambil langkah mundur dari jabatannya setelah terlibat dalam kasus dugaan korupsi. Meski mengundurkan diri, ia tetap menjadi bagian dari pemeriksaan KPK karena diduga terlibat dalam pengelolaan dana desa yang tidak transparan. Penyidik menyatakan bahwa keberangkatan Febrie dari jabatannya justru memperkuat kecurigaan bahwa korupsi lintas rezim ini terjadi secara sistematis.

Penyidikan yang dilakukan KPK menunjukkan bahwa kebijakan pendanaan proyek-proyek pemerintah daerah Sukoharjo selama dua periode kepemimpinan berbeda menunjukkan kesamaan pola. Misalnya, dalam pengadaan barang dan jasa, ada indikasi pengalihan dana yang diduga terjadi untuk memperkaya diri pribadi. Topics Covered ini mencerminkan kemungkinan adanya kesepakatan antar keluarga besar bupati untuk memperoleh keuntungan secara berkelanjutan.

Konteks Korupsi Lintas Rezim

Kasus korupsi lintas rezim di Sukoharjo bukanlah kejadian yang pertama kalinya. Sebelumnya, KPK pernah menyelidiki dugaan kebocoran dana desa pada masa kepemimpinan Wardoyo Wijaya. Penyidikan tersebut mengungkap bahwa beberapa proyek pengadaan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Topics Covered ini menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya terjadi dalam satu periode, tetapi berlanjut ke periode kepemimpinan berikutnya.

Menurut Taufik Husein, pengelolaan dana desa yang ditemukan dalam penyidikan saat ini memperlihatkan hubungan langsung dengan kebijakan pendanaan yang diterapkan oleh mantan bupati. Dalam beberapa dokumen, ada indikasi bahwa anggaran dialokasikan secara tidak adil kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan dekat dengan ETS. Hal ini menunjukkan bahwa Topics Covered korupsi lintas rezim di Sukoharjo bukan hanya sekadar kebetulan, tetapi memiliki akar yang terstruktur.

Keterlibatan Pejabat Lain

KPK juga menyoroti keterlibatan pejabat lain di Sukoharjo yang diduga menjadi bagian dari jaringan korupsi lintas rezim. Dalam penyidikan, ada dugaan bahwa beberapa camat dan kepala desa juga terlibat dalam pengalihan dana yang dilakukan oleh ETS. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya terjadi di tingkat kepala daerah, tetapi merambat ke level yang lebih bawah.

KPK sedang memeriksa apakah barang bukti yang ditemukan dalam operasi penyelidikan terkait dengan proyek-proyek yang dilakukan pada masa kepemimpinan sebelumnya. Topics Covered ini menjadi fokus utama karena memperlihatkan adanya kebijakan korupsi yang terus berlanjut, sehingga memperkuat kemungkinan bahwa praktik ini adalah bagian dari tradisi keluarga besar bupati Sukoharjo.

Gabung diskusi