Visit Agenda: Polisi Periksa Davina Karamoy di Kasus Hanania Travel, Korban Tembus 1.286 Orang
asus Penipuan Hanania Travel, Korban Tembus 1.286 Orang Visit Agenda - Polda Metro Jaya kembali melakukan pemeriksaan terhadap Davina Karamoy dalam kasus
Visit Agenda: Polisi Periksa Davina Karamoy dalam Kasus Penipuan Hanania Travel, Korban Tembus 1.286 Orang
Visit Agenda – Polda Metro Jaya kembali melakukan pemeriksaan terhadap Davina Karamoy dalam kasus dugaan penipuan yang melibatkan Hanania Travel. Kasus ini semakin memanas dengan jumlah korban yang terus bertambah, mencapai 1.286 orang hingga kini. Pemeriksaan Davina dilakukan sebagai saksi dalam upaya mengungkap seluruh detail penipuan yang menjerat perusahaan penyelenggara perjalanan ini.
Proses Pemeriksaan dan Revisi Jadwal
Kasus Hanania Travel yang telah mengakibatkan kerugian hingga Rp35,3 miliar, kini mendapat perhatian lebih besar setelah penyidik memperketat investigasinya. Selain Davina Karamoy, penyidik juga memastikan jadwal pemeriksaan terhadap Faisal Bagus Ibrahim dan Karin Novilda, yang sebelumnya mengalami penundaan. Dalam sesi wawancara, penyidik menjelaskan bahwa Davina tetap menjadi bagian dari proses penyelidikan, sementara Faisal dan Karin akan diperiksa ulang sesuai dengan jadwal yang telah direvisi.
“Kami sedang menggali fakta lebih dalam, termasuk alur pengelolaan dana dari korban melalui pihak terlibat seperti Davina Karamoy,” ungkap penyidik, Kamis (18/6/2026). Penyidikan ini juga mencakup pengecekan kelengkapan bukti dari pelaku dan keterlibatan mereka dalam skema penipuan yang berlangsung selama beberapa bulan.
Pemeriksaan terhadap Faisal Bagus Ibrahim, yang dikenal sebagai vokalis Guyon Waton, serta Karin Novilda, atau Awkarin, disesuaikan agar lebih efektif dalam mengungkap kebenaran. Awalnya, keduanya dijadwalkan diperiksa pada 15 Juni 2026, tetapi meminta penundaan karena ada kesulitan dalam menyiapkan dokumen. Kini, Faisal akan diperiksa di akhir bulan, sementara Karin menunda hingga 29 Juni 2026. Proses ini menjadi bagian dari upaya polisi dalam memperjelas tugas dan fungsi masing-masing pihak terlibat.
Banyaknya Korban dan Dampak Ekonomi
Kasus penipuan Hanania Travel yang berdampak luas ini telah melibatkan sejumlah besar korban. Menurut informasi terbaru, total laporan korban mencapai 1.286 orang, yang terdiri dari tiga gelombang laporan. Gelombang pertama, kedua, dan ketiga menunjukkan peningkatan jumlah korban seiring berjalannya waktu. Dalam gelombang ketiga saja, ada 620 korban yang menyumbang kerugian hingga Rp16,7 miliar. Dengan total kerugian mencapai Rp35,3 miliar, kasus ini memberi dampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat yang terlibat.
“Peningkatan korban menunjukkan bahwa skema penipuan ini sangat terorganisir dan menjangkau berbagai kalangan,” terang Joddy Mulyasetya Putra, pengacara korban, saat diwawancara. Ia menambahkan bahwa kelompok Hanania Group, yang menjadi pelaku utama, memanfaatkan kepercayaan masyarakat melalui jaringan sosial media dan promosi online.
Korban dari gelombang ketiga, khususnya empat orang yang merupakan calon jemaah haji dari ONH+, telah menyerahkan dana tahap awal ke Hanania Group, tetapi hingga saat ini belum menerima pembayaran dari BPKH. Fakta ini menunjukkan bahwa penipuan ini bukan hanya sekadar perjalanan biasa, tetapi menyentuh kebutuhan finansial dan spiritual masyarakat. Dengan Visit Agenda yang terus mengawasi perkembangan kasus, publik semakin antusias menunggu hasil investigasi.
Kasus Hanania Travel menjadi perhatian khusus karena melibatkan banyak korban dan kerugian yang signifikan. Selain Davina Karamoy, Faisal Bagus Ibrahim, dan Karin Novilda, penyidik juga memeriksa para pelaku lain yang terkait langsung dengan transaksi dana. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik meminta keterangan tentang bagaimana korban melalui proses pendaftaran, pembayaran, hingga kesulitan dalam memperoleh jadwal perjalanan. Fakta-fakta ini menjadi dasar untuk menegaskan tindakan pidana yang dilakukan oleh pelaku.
Visit Agenda menjadi platform utama yang memantau perkembangan kasus ini. Informasi terkini menunjukkan bahwa kepolisian terus berupaya mengungkap sel
