Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Prabowo: Orang Pintar Kita Banyak, Harus Dicari, Dibina dan Diberi Kesempatan

David Moore - narakabar.com 4 mins read 2 views

Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, kembali menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia intelektual dalam membangun bangsa. Dalam

Prabowo: Orang Pintar Kita Banyak, Harus Dicari, Dibina dan Diberi Kesempatan

Prabowo: Orang Pintar Indonesia Harus Dibina

Narakabar.com – Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, kembali menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia intelektual dalam membangun bangsa. Dalam pertemuan resmi di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026, Prabowo menyambut kehadiran seratus lima puluh peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Presiden untuk menyampaikan visi pengembangan talenta intelektual Indonesia ke depan.

Prabowo menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan fondasi utama dalam menggerakkan kebangkitan nasional. Menurut beliau, peran para ahli dan peneliti tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kemajuan ekonomi dan sosial negara. Kepala Negara ini meyakini bahwa investasi dalam pengembangan SDM intelektual akan memberikan hasil jangka panjang yang signifikan bagi Indonesia.

Potensi Intelektual yang Belum Tergali Maksimal

Prabowo menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia memiliki cadangan besar manusia unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Ia mengutip pesan bersejarah dari Presiden ketiga Republik Indonesia, almarhum Prof. B.J. Habibie, yang pernah menyampaikan tentang potensi intelektual bangsa yang luar biasa. Menurut perhitungan yang disebutkan Prabowo, jika hanya 1 persen dari populasi Indonesia merupakan orang pintar, maka jumlahnya mencapai hampir 3 juta orang.

“Sains dan teknologi, kita butuh orang-orang pinter. Banyak orang pinter. Saya ingat Profesor Habibie mengatakan ‘Oke kita enggak usah takut, 1% saja orang pinter di Indonesia, 1% saja, itu hampir 3 juta orang’. Jadi kita sebetulnya bahan bakarnya banyak sekali. Tapi ya apa pun yang kita punya harus, saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses,” ujar Prabowo.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada ketersediaan talenta, melainkan pada sistem yang mampu mengidentifikasi, mengembangkan, dan memberdayakan mereka secara optimal. Prabowo mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama membangun ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan intelektual.

Visi Indonesia Tanpa Kemiskinan dan Ketidakadilan

Kepala Negara menambahkan bahwa peningkatan kualitas manusia merupakan langkah konkret untuk mewujudkan harapan para pendiri negara. Prabowo menjelaskan bahwa pendekatan kebangkitan bangsa harus berlandaskan pada cita-cita luhur yang telah dirumuskan oleh para founding fathers. Tujuannya jelas, yaitu menciptakan Indonesia tanpa kemiskinan dan tanpa ketidakadilan bagi seluruh rakyatnya.

“Jadi pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa, ya kebangkitan suatu bangsa kita cita-cita semua pendiri bangsa kita, termasuk cita-cita kita semua, bagaimana suatu negara di mana tidak ada kemiskinan, bagaimana suatu negara tidak ada ketidakadilan,” tambahnya dengan penuh semangat. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pengembangan intelektual bukan hanya untuk kepentingan akademis, tetapi juga untuk keadilan sosial yang lebih luas.

Pendekatan Saintifik dalam Pengambilan Keputusan

Dalam arahannya, Prabowo juga memberikan penekanan khusus pada cara berpikir saintifik dalam menyelesaikan berbagai persoalan negara. Ia mewanti-wanti agar pendekatan rasional dan berbasis data selalu menjadi panglima, guna menghindari kekeliruan dalam pengambilan keputusan. Kepala Negara ini menjelaskan bahwa pendekatan yang tidak rasional dapat membawa konsekuensi serius bagi kemajuan bangsa.

“Nah kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional ya, nanti kita akan keliru. Rasional, sains, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Iya kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain,” tegasnya.

Pesan ini relevan dengan tantangan modern yang dihadapi Indonesia, di mana kompleksitas masalah membutuhkan solusi berbasis bukti dan logika. Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengadopsi pola pikir ilmiah dalam setiap aspek pembangunan nasional.

Implementasi Kebijakan Pengembangan Talenta

Sebagai tindak lanjut dari pernyataan tersebut, pemerintah diharapkan dapat menyusun kebijakan yang komprehensif untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta intelektual di berbagai bidang. Prabowo menekankan pentingnya sistem yang mampu memberikan kesempatan yang adil bagi semua orang pintar, tanpa memandang latar belakang atau lokasi geografis mereka.

Langkah-langkah konkret yang dapat diambil antara lain meliputi pendirian pusat-pusat riset unggulan, peningkatan anggaran penelitian dan pengembangan, serta pembentukan program beasiswa dan pelatihan untuk generasi muda berbakat. Kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta juga menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pernyataan Prabowo

1. Kapan Prabowo menyampaikan pernyataan tentang orang pintar Indonesia? Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut pada Kamis, 6 Agustus 2026, saat menyambut kedatangan seratus lima puluh peneliti BRIN di Istana Negara.

2. Berapa jumlah peneliti yang hadir dalam pertemuan tersebut? Terdapat seratus lima puluh peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang hadir dalam pertemuan resmi tersebut.

3. Apa yang dimaksud dengan pendekatan saintifik menurut Prabowo? Pendekatan saintifik menurut Prabowo adalah cara berpikir rasional, berbasis sains dan matematika, serta mengacu pada realitas objektif dalam menyelesaikan masalah.

4. Mengapa Prabowo mengutip pesan B.J. Habibie? Prabowo mengutip pesan Habibie untuk menunjukkan bahwa potensi intelektual Indonesia sudah diakui sejak lama, namun masih perlu dikembangkan melalui sistem yang tepat.

5. Apa tujuan utama pengembangan orang pintar menurut Prabowo? Tujuan utamanya adalah mewujudkan Indonesia tanpa kemiskinan dan tanpa ketidakadilan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia intelektual.

Gabung diskusi