Bunker di Sekolah Jaksel Masih Terkunci Rapat, Diduga Tempat Simpan Senjata Eks Ketua Yayasan
Penyelidikan kepolisian mengenai temuan ratusan senjata api dan narkoba di sekolah swasta Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terus berlanjut
Bunker di Sekolah Jaksel Masih Terkunci, Disimpan Senjata
Narakabar.com – Penyelidikan kepolisian mengenai temuan ratusan senjata api dan narkoba di sekolah swasta Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terus berlanjut. Fokus utama saat ini adalah sebuah ruangan yang menyerupai bunker dan masih terkunci rapat. Ruangan ini diyakini menjadi tempat penyimpanan senjata-senjata yang ditemukan sebelumnya. Yang menarik, kunci-kunci ruangan tersebut masih dipegang oleh mantan Ketua Yayasan dengan inisial IWD. Kondisi ini membuat Bunker di Sekolah Jaksel Masih menjadi perhatian utama dalam proses investigasi.
Hermawanto, pengacara pihak sekolah sekaligus pelapor kasus, menjelaskan bahwa ruangan bunker ini belum pernah diperiksa sejak pengurus lama diberhentikan. “Masih ada satu ruangan seperti bunker yang itu semua terkunci rapat, kami tidak bisa masuk ke sana,” ujarnya saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (6/8/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa akses ke ruangan tersebut sangat terbatas bahkan bagi pihak sekolah sendiri.
Akses Terbatas Selama 15 Tahun
Menurut Hermawanto, ruangan yang selama ini ditempati IWD memiliki sistem keamanan yang ketat. Selama kurang lebih 15 tahun, hanya IWD dan orang-orang kepercayaan saja yang dapat memasuki area tersebut. Sejak IWD resmi diberhentikan pada 18 April 2026 akibat dugaan penyalahgunaan dana yayasan, seluruh kunci ruangan ikut dibawa olehnya. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya tersimpan di dalam ruangan tersebut.
“Jadi ruangan ditemukan senjata itu ruangan yang tertutup atau dikunci, kuncinya dipegang oleh dia (IWD) dan anak buahnya,” beber Hermawanto.
Kondisi ini membuat pihak sekolah baru menyadari adanya temuan ratusan senjata ketika mereka hendak melakukan proses pembersihan. Oleh karena itu, yayasan telah meminta kepolisian untuk segera membuka ruangan bunker tersebut agar seluruh isinya dapat diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan. Pembukaan ruangan ini diyakini akan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai asal-usul senjata-senjata tersebut.
“Kami ingin bunker juga dibuka itu harapan kami dari kepolisian,” ujarnya.
Rincian Senjata dan Barang Bukti
Sebelumnya, polisi berhasil menemukan 995 pucuk senjata beserta amunisi di ruang kerja IWD. Ratusan senjata tersebut disimpan di dalam kotak styrofoam dan karung. Barang bukti yang ditemukan terdiri atas 776 pucuk air rifle, 215 pistol, dan empat senapan kaliber 4,5 milimeter. Jumlah yang sangat besar ini menunjukkan bahwa ruangan tersebut memang berfungsi sebagai tempat penyimpanan strategis.
Penggeledahan lanjutan kemudian mengungkap barang bukti lain di ruangan yang sama. Menurut Hermawanto, penyidik turut menemukan narkoba, puluhan CD porno, hingga senjata laras panjang jenis AK-47. Temuan-temuan ini menambah kompleksitas kasus dan menunjukkan bahwa ruangan tersebut digunakan untuk berbagai keperluan selama bertahun-tahun.
“Temuan baru lagi tadi malam ada CD porno, narkotika dan AK 47 masih di tempat yang sama,” katanya.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Selatan memastikan telah menangani perkara tersebut dengan serius. Polisi menerima laporan masyarakat pada 15 Juli 2026, bahkan sebelumnya telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal setelah mengetahui adanya temuan senjata. Proses penyelidikan masih berlangsung intensif untuk mengungkap seluruh fakta yang ada.
Hingga kini penyelidikan masih berlangsung. Polisi mendalami asal-usul ratusan senjata, narkoba, puluhan CD porno, serta kemungkinan adanya barang bukti lain yang masih tersimpan di ruangan menyerupai bunker tersebut. Pembukaan Bunker di Sekolah Jaksel Masih yang terkunci ini diharapkan dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang muncul selama ini.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Bunker
Kapan IWD resmi diberhentikan? IWD resmi diberhentikan pada 18 April 2026 akibat dugaan penyalahgunaan dana yayasan.
Berapa jumlah senjata yang ditemukan? Polisi berhasil menemukan 995 pucuk senjata beserta amunisi di ruang kerja IWD.
Mengapa bunker masih terkunci? Seluruh kunci ruangan bunker dibawa oleh IWD saat ia diberhentikan dan belum dikembalikan.
Kapan laporan pertama diterima polisi? Polisi menerima laporan masyarakat pada 15 Juli 2026 mengenai temuan senjata di sekolah tersebut.
