Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Jauh dari Kampung, Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur

David Moore - narakabar.com 3 mins read 1 views

Jauh dari Kampung Warga Menteng Jaya menjadi alasan utama warga setempat untuk mempertimbangkan kembali tawaran memindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur

Jauh dari Kampung, Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur

Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur

Narakabar.com – Jauh dari Kampung Warga Menteng Jaya menjadi alasan utama warga setempat untuk mempertimbangkan kembali tawaran memindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur. Sebelumnya, harapan warga Menteng Jaya untuk menggunakan lahan tidur milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai lapangan sepak bola anak-anak sempat pupus. Sebagai alternatif, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan RPTRA Borobudur agar kompetisi sepak bola anak-anak tersebut tidak terhenti.

Andicka Prasetia, Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng Jaya yang dikenal dengan panggilan Odoy, menjelaskan bahwa usulan ini muncul karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memiliki lahan lain di wilayah Menteng Jaya yang layak dijadikan lapangan. Kondisi ini membuat warga harus mempertimbangkan berbagai opsi yang tersedia, meskipun ada kekhawatiran tentang jarak lokasi baru.

“Karena di sini juga nggak ada lahan Pemda yang bisa buat dibangun lapangan, jadi mungkin itu solusi dari Pak Gubernur buat di Borobudur,” ujar Odoy kepada Suara.com pada Kamis (6/8/2026).

Meskipun tawaran tersebut sudah disampaikan, warga belum serta-merta menerimanya. Salah satu alasan utamanya adalah jarak RPTRA Borobudur yang dinilai cukup jauh dari permukiman mereka. Odoy menambahkan bahwa sebagian besar pemain Liga Aspal berasal dari RW 08 Menteng Jaya, sehingga perpindahan lokasi berpotensi menyulitkan anak-anak yang selama ini rutin berlatih dan bertanding. Jauh dari Kampung Warga Menteng menjadi pertimbangan penting bagi para orang tua yang harus mengantar dan menjemput anak-anak mereka.

“Masih kami pikirkan lah untuk perihal nanti kami main di Borobudur atau gimana ke depannya,” ucapnya.

Kendati belum mengambil keputusan final, Odoy tetap memberikan apresiasi atas perhatian yang ditunjukkan Pramono terhadap keberlangsungan Liga Aspal. Komunitas sepak bola lokal ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial warga Menteng Jaya selama bertahun-tahun. Banyak anak-anak yang tumbuh dan berkembang melalui kegiatan olahraga ini.

“Saya kira, Pak Gubernur udah ngasih solusi yang terbaik lah,” katanya.

Alasan KAI Menolak Penggunaan Lahan Menteng Jaya

Sebelumnya, rencana memanfaatkan lahan tidur milik KAI di Menteng Jaya sebagai lapangan serbaguna tidak mendapat persetujuan. PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta melarang penggunaan lahan tersebut karena berada di kawasan Right of Way (ROW) atau ruang milik jalur kereta api. Larangan ini didasarkan pada regulasi yang ketat mengenai penggunaan lahan di sekitar jalur kereta api.

Menurut KAI, area tersebut merupakan bagian dari prasarana perkeretaapian yang hanya diperuntukkan bagi operasional, pemeliharaan, dan keselamatan perjalanan kereta api. Larangan itu juga didasarkan pada hasil safety assessment yang menyimpulkan kawasan ROW memiliki risiko tinggi apabila digunakan untuk kegiatan olahraga maupun aktivitas masyarakat. Warga Menteng Jaya pun harus mencari alternatif lain untuk melanjutkan kegiatan Liga Aspal mereka.

Prospek Liga Aspal di RPTRA Borobudur

RPTRA Borobudur terletak di kawasan yang cukup strategis, namun tetap memerlukan pertimbangan matang dari warga Menteng Jaya. Lokasi ini menawarkan fasilitas yang memadai untuk kegiatan olahraga, termasuk lapangan yang cukup luas untuk Liga Aspal. Namun, jarak yang jauh dari Kampung Warga Menteng menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain dan orang tua mereka.

Warga Menteng Jaya berencana mengadakan musyawarah lebih lanjut untuk membahas tawaran ini secara mendalam. Mereka ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil akan menguntungkan semua pihak, terutama anak-anak yang menjadi inti dari Liga Aspal. Jika tawaran RPTRA Borobudur diterima, maka akan ada penyesuaian jadwal dan transportasi untuk para pemain.

Frequently Asked Questions

1. Kapan keputusan akhir tentang perpindahan Liga Aspal akan diambil?

Warga Menteng Jaya berencana mengadakan musyawarah dalam waktu dekat untuk memutuskan apakah Liga Aspal akan dipindahkan ke RPTRA Borobudur atau mencari solusi lain.

2. Berapa jarak RPTRA Borobudur dari Menteng Jaya?

RPTRA Borobudur terletak di kawasan yang cukup jauh dari permukiman Menteng Jaya, sehingga memerlukan pertimbangan khusus mengenai transportasi dan waktu tempuh.

3. Apakah ada kemungkinan KAI akan mereview keputusannya?

Hingga saat ini, KAI belum memberikan indikasi akan mereview keputusannya. Namun, warga Menteng Jaya tetap terbuka terhadap kemungkinan perubahan di masa depan.

4. Bagaimana dampak perpindahan terhadap jadwal latihan Liga Aspal?

Jika perpindahan terjadi, jadwal latihan akan disesuaikan dengan jarak dan kondisi transportasi menuju RPTRA Borobudur.

Gabung diskusi