Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

995 Senjata di Sekolah Jaksel Ternyata Barang Impor, Polisi Telusuri Izin Simpan hingga Pemiliknya

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read 1 views

Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa 995 Senjata di Sekolah Jaksel ternyata merupakan barang impor yang disimpan di sebuah lembaga pendidikan swasta di

995 Senjata di Sekolah Jaksel Ternyata Barang Impor, Polisi Telusuri Izin Simpan hingga Pemiliknya

995 Senjata di Sekolah Jaksel: Barang Impor, Polisi Telusuri Izin

Narakabar.com – Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa 995 Senjata di Sekolah Jaksel ternyata merupakan barang impor yang disimpan di sebuah lembaga pendidikan swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Temuan ini telah memicu penyelidikan komprehensif mengenai alasan penyimpanan ratusan senjata tersebut di lingkungan sekolah. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa penyidik bekerja sama dengan Direktorat Intelkam dan Polres Metro Jakarta Selatan menemukan dokumen impor saat melakukan pendalaman mendalam.

Dokumen yang ditemukan merujuk pada surat RSI 5483/12/2008 yang berkaitan dengan softgun maupun senapan angin.

Ditemukan terkait surat impor RSI 5483/12/2008, ini impor terkait tentang softgun ataupun senapan angin,” ujar Budi saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Jumat (7/8/2026).

Penjelasan ini memberikan kejelasan mengenai asal-usul senjata-senjata yang ditemukan di lokasi tersebut.

Rincian Senjata dan Kewajiban Importir

Menurut penjelasan Kombes Budi, koleksi senjata angin tersebut terdiri dari empat senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pistol angin kaliber 4,5 milimeter, serta 776 revolver angin kaliber 4,5 milimeter. Meskipun dokumen impor telah teridentifikasi dengan jelas, polisi masih menyelidiki peruntukan sebenarnya dari ratusan senjata tersebut. Penyidik juga akan mengevaluasi apakah penyimpanan senjata telah memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2022.

Setiap importir diwajibkan melaporkan dokumen impor beserta lokasi penyimpanan senjata kepada kepolisian agar dapat diawasi oleh Direktorat Intelkam.

Jadi importir, para importir ini harus wajib memberitahukan dokumen impor termasuk tempat penyimpanan,” jelas Budi.

Jika ditemukan pelanggaran administratif, importir dapat dikenai sanksi pencabutan izin impor. Selain itu, kepemilikan satu pucuk senjata api yang turut ditemukan juga masih dalam tahap penyelidikan intensif.

Panggilan Mantan Ketua Yayasan dan Klarifikasi Ekstrakurikuler

Dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung, polisi berencana memanggil Indra Wargadalem atau yang dikenal sebagai IWD, mantan Ketua Yayasan, untuk dimintai keterangan mengenai asal-usul, kepemilikan, dan tujuan penyimpanan ratusan senjata tersebut. Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan telah menegaskan bahwa sekolah swasta tersebut tidak pernah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Penegasan ini disampaikan setelah muncul klaim bahwa ratusan senjata merupakan inventaris kegiatan ekstrakurikuler. Polisi mengaku belum menemukan bukti yang mengaitkan temuan senjata dengan aktivitas ekstrakurikuler. Keterangan serupa juga disampaikan pihak yayasan berdasarkan informasi dari para guru yang telah lama mengajar di sekolah tersebut. Baca juga: Perkembangan Kasus di Jakarta

Temuan Tambahan dan Perkembangan Kasus

Kasus ini bermula dari olah tempat kejadian perkara (TKP) pada 10 Juli 2026 yang mengungkap keberadaan 995 pucuk senjata, satu pucuk senjata api, empat laras senjata panjang, serta sejumlah barang bukti lain. Dalam pengembangan penyelidikan, polisi kembali menemukan tiga pucuk airsoft gun, narkotika yang diduga ganja dan sabu, serta mendapat informasi adanya ruangan menyerupai bunker yang hingga kini belum dapat dibuka karena seluruh kuncinya disebut masih dikuasai IWD.

Termasuk yang berkaitan dengan dugaan senjata api yang satu pucuk, ini juga akan dilakukan pendalaman, apabila bukan yang bersangkutan memiliki hak sesuai dengan dokumen yang ada, dapat dikenakan sanksi Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” ungkap Budi.

Penyelidikan terhadap seluruh temuan tersebut hingga kekinian masih terus berlangsung dengan intensitas tinggi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus 995 Senjata

Apa saja jenis senjata yang ditemukan di sekolah Jaksel? Terdapat 995 senjata angin dengan berbagai jenis, termasuk senapan angin, pistol angin, dan revolver angin kaliber 4,5 milimeter. Selain itu, ditemukan juga satu pucuk senjata api dan tiga airsoft gun.

Apakah sekolah tersebut memiliki kegiatan menembak? Tidak. Polres Metro Jakarta Selatan telah menegaskan bahwa sekolah swasta tersebut tidak pernah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Siapa yang bertanggung jawab atas penyimpanan senjata? Polisi berencana memanggil Indra Wargadalem (IWD), mantan Ketua Yayasan, untuk dimintai keterangan mengenai kepemilikan dan tujuan penyimpanan senjata.

Apa sanksi yang mungkin diterima jika ditemukan pelanggaran? Importir dapat dikenai sanksi pencabutan izin impor, sementara pelanggaran kepemilikan senjata api dapat dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Bagaimana perkembangan terbaru kasus ini? Penyelidikan masih terus berlangsung dengan fokus pada verifikasi dokumen impor, evaluasi kepatuhan regulasi, dan pendalaman kepemilikan senjata api yang ditemukan.

Gabung diskusi