Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku

Emily Moore - narakabar.com 4 mins read 1 views

Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok semakin memikat perhatian publik setelah Polda Metro Jaya berhasil menangkap tersangka dengan inisial SA pada Rabu, 5

Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku

Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Warga Tak Kenal Korban

Narakabar.com – Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok semakin memikat perhatian publik setelah Polda Metro Jaya berhasil menangkap tersangka dengan inisial SA pada Rabu, 5 Agustus 2026. Pria ini diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan mutilasi yang terjadi di wilayah Depok. Penangkapan ini menyusul penemuan jenazah korban yang ditemukan warga sehari sebelumnya, tepatnya pada Selasa petang, 4 Agustus 2026.

Jenazah korban ditemukan warga Depok setelah mencium bau busuk yang cukup menyengat dari sebuah karung. Karung tersebut terbungkus dalam plastik berlapis dan telah berada di lokasi sejak beberapa hari sebelumnya. Penemuan ini memicu keingintahuan warga sekitar tentang identitas korban maupun pelaku yang belum diketahui hingga saat ini.

Saksi Pertama Tidak Mengenal Korban maupun Pelaku

Herni Septiani, warga RT. 03/RW. 17, menjadi saksi pertama penemuan jenazah dalam kasus Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok. Ia mengaku tidak mengetahui identitas korban maupun pelaku dengan inisial SA tersebut. Jarak rumahnya hanya 50 meter dari lokasi penemuan jenazah, sehingga ia cukup sering melihat aktivitas di sekitar area tersebut.

“Untuk pelaku dan korban (saya) sama sekali enggak kenal,” kata Erni kepada Suara.com di depan rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari lokasi penemuan jenazah, Depok, Kamis (5/8/2026).

Menurut Erni, karung tersebut sudah terlihat sejak Jumat pagi, 24 Juli 2026, sekitar pukul 06.55 WIB. Saat itu ia kembali ke rumah selepas mengantar putranya bersekolah. Erni sempat memotret karung tersebut dan mengirimkannya ke grup keluarga sebagai pengingat agar tidak membuang sampah sembarangan. Awalnya Erni mengira karung itu berisi sampah bekas hajatan atau pedagang. Lokasi tersebut memang sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar.

Namun dalam satu hingga dua hari kemudian, ia beserta keluarga mulai mencium bau busuk. Setelah seminggu berlalu, Erni melihat muncul belatung dari karung dan terlihat kotor. Bau yang semakin menyengat membuat warga sekitar mulai curiga dan memperhatikan karung tersebut lebih dekat.

Proses Penemuan Jenazah yang Menakjubkan

Pada Selasa petang, 4 Agustus 2026, adik Erni berniat membakar karung tersebut untuk menghilangkan bau menyengat. Saat karung terbakar, terlihat tangan manusia keluar. Erni pun segera memadamkan api dan menutupi jenazah dengan karpet. Proses penemuan ini berlangsung cepat dan langsung dilaporkan ke pihak berwenang.

“Pas ngelihat ada tangan jatuh gitu ya, jadi langsung mikir ini kayaknya mayat orang, jadi buru-buru langsung matiin itu apinya gitu, ngambil air ke rumah, nyiram, terus langsung ngambil karpet, tutupin,” jelasnya.

Erni kemudian melapor temuan tersebut ke ketua RT. 03 dan RT. 05 kelurahan setempat. Adik Erni yang turut menjadi saksi kejadian, Muhammad Rizkywan, menjelaskan bahwa jenazah terbungkus dalam karung yang terdiri dari dua lapis. Lapisan paling luar adalah plastik bening dan lapisan dalam adalah plastik kantong hitam ukuran besar. Pembungkusan yang rapat ini membuat bau tidak terlalu keluar selama beberapa hari.

Korban Bukan Warga Lokal Depok

Ketua RT. 02/RW. 17, Waluyo, mengonfirmasi bahwa korban bukan warga lingkungannya. Ia menyatakan tidak ada laporan warga hilang di wilayah tersebut. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban merupakan pendatang atau orang yang baru pindah ke Depok.

“Di sini enggak ada (warga hilang). Aman ya untuk warga saya aman,” ujarnya saat ditemui di seberang lokasi penemuan jenazah, Jalan Kavling Raya, Pancoran Mas, Depok, Rabu (5/8/2026).

Waluyo mengaku beberapa warga sekitar sempat mencium bau busuk beberapa hari sebelumnya, namun mengira itu adalah bau bangkai hewan atau sampah. Ia bercerita dirinya mengetahui keberadaan mayat saat warga sekitar sudah mengerumuni lokasi. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kepekaan warga terhadap perubahan lingkungan sekitar.

“Karena saya juga kan sering orang buang sampah, cuma enggak nyangka aja gitu, enggak nyangka kalau itu (mayat),” katanya.

Lokasi penemuan jenazah korban mutilasi di Kaveling Depkes, Depok, dipasang garis kuning polisi. Warga sekitar pun tidak mengenal korban maupun pelaku yang baru saja diringkus kepolisian. Korban diketahui baru mengenal pelaku melalui sosial media, yang menambah lapisan misteri dalam kasus ini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Mutilasi Tanah Merah

1. Kapan jenazah ditemukan? Jenazah ditemukan pada Selasa petang, 4 Agustus 2026, setelah warga mencium bau busuk dari karung yang terbungkus plastik.

2. Siapa tersangka dalam kasus ini? Tersangka adalah seorang pria dengan inisial SA yang ditangkap pada Rabu, 5 Agustus 2026, oleh Polda Metro Jaya.

3. Apakah korban warga lokal Depok? Tidak, korban bukan warga lokal. Ketua RT. 02/RW. 17 mengonfirmasi tidak ada laporan warga hilang di wilayah tersebut.

4. Bagaimana proses penemuan jenazah? Adik Erni berniat membakar karung untuk menghilangkan bau. Saat karung terbakar, terlihat tangan manusia keluar, sehingga jenazah ditemukan.

5. Sejak kapan karung berada di lokasi? Karung sudah terlihat sejak Jumat pagi, 24 Juli 2026, sekitar pukul 06.55 WIB, menurut saksi pertama Erni Septiani.

(Reporter: Cornelius Juan Prawira)

Gabung diskusi